Persahabatan enam pria di atas roda dua sudah terjalin lama. Benny Yahya, Hariawan, Felix Sungal, Sutikno Susilo, Eddy Susilo dan Tonny Kindangen berkawan sehat dengan bersepeda bersama.

“Kami bentuk Kelapa Gading Bikers di sekitar Juli 1993. Sengaja tidak pakai nama cyclist karena kita juga main moge. Biar bisa akomodasi kedua hobi roda dua ini kita pake nama bikers,” tutur Benny Yahya, Ketua KGB.

 

Indonesia Cycling Marathon dalam rangka HUT KGB 2017

 

Saat itu, Benny dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan 25 orang untuk main sepeda bareng, masih dengan sepeda gunung (MTB). Hari ini, 25 tahun kemudian, anggota KGB sudah mencapai 300 member.

Uniknya, anggota yang usianya 40 tahun ke atas, justru lebih kuat secara fisik maupun mental dalam bersepeda hingga mengukir banyak prestasi dan mengharumkan nama KGB Jakarta.

 

Edo Bawono juara 3 di even Tour of Phuket 2018

 

“Ada Edo Bawono, Roy Aldrie, om Benny dan lainnya yang sering menang even balap sepeda kelas tarkam, nasional hingga even duathlon dan triathlon dalam dan luar negeri,” jelas Hermansyah Handoko, Sekjend KGB.

Om Kodok, panggilan akrab Hermansyah inipun punya cerita lucu saat mengikuti even duathlon Powerman Malaysia awal tahun 2018. Ketinggalan sepatu sepeda !.

 

Dari kiri : Benny, Hermansyah, Roy Aldrie, Dimas Ekky mengikuti Powerman Indonesia 2017

 

“Saya panik sekali waktu itu. Tapi sudah terlanjur di Malaysia ya udahlah ikut saja evennya daripada hangus, kan sayang,” tawanya bercerita. Hasilnya ?. Pria 53 tahun ini berhasil masuk top ten !. Finish peringkat 103 dari 1044 peserta laki (peringkat 6 dari 72 peserta usia 50-54 tahun). Dan, om Kodok yakin catatan waktunya akan lebih bagus lagi apabila bersepatu sepeda!

Sebagai komunitas yang sudah banyak makan asam garam berorganisasi, KGB punya cara unik agar persaudaraan dan solidaritas terjaga on bike maupun off bike.

 

Istri anggota KGB

 

Mereka mengadakan arisan keluarga setiap bulan. “Bisa mengakrabkan anak istri antar member KGB sehingga kekeluargaan lebih erat,” bilang om Kodok. Sebaliknya, saat on bike, agenda turing sepeda jarak jauh dilakoni sebagai wujud solidaritas cyclist. “Bisa untuk mengikis egoisme pribadi,” imbuh Benny.

Contohnya, KGB pernah melakoni turing ‘gila’ Jakarta-Bali sebagai peringatan ulang tahun KGB ke-23 di tahun 2016. Long distance cycling yang bertajuk Gowes Merdeka ini menempuh jarak 1234 kilometer dalam 8 hari bersepeda.

 

Gowes merdeka Jakarta - Bali 1234 km dalam 8 hari

 

“Total peserta ada 45 orang dan yang berhasil finish adalah 35 orang. Di sinilah solidaritas, egoisme serta kemampuan kita berorganisasi diuji,” bilang om Kodok.

Pria ramah ini juga bercerita bahwa di dalam KGB itu semangat saling mendukung sangat kuat. Bukan saling menjatuhkan atau membully. “Bully dikit-dikitlah untuk sekedar bergurau saja,” kekehnya.

 

Tim TTT KGB juara 1 di JIExpo Criterium 2017

 

Pernah suatu saat, Sun Min, salah satu anggota KGB mengikuti even Round Singapore sejauh 200 km. Nah, karena berat badan Sun Min yang mencapai 150 kg, maka beberapa teman yang  juga mengikuti even itu membantu dengan “tapak sakti” mendorong Sun Min saat melewati tanjakan atau flyover dalam kota Singapura.

“Itulah bukti solidaritas dan itulah kekuatan KGB hingga bisa bertahan sampai hari ini dan kami harapkan nilai itu terus dijunjung tinggi hingga masa depan,” harap Benny yang menambahkan bahwa KGB gowes setiap hari kecuali Senin.

 

Jersey KGB 2018 by temple project. Sepeda special edition KGB by Wdnsdy bike

 

Kekompakan anggota KGB juga sangat terbukti, 15 anggota membeli sepeda yang sama dengan warna yang sama. “Warna kebesaran KGB adalah hijau dan dari awal kami ingin bisa seperti tim balap pro yang mempunyai sepeda kembar tipe dan warna. Kebetulan merek Wdnsdy bisa mengakomodasi keinginan kami ini,” tutup Edo Bawono. (mainsepeda)


COMMENTS