Toko Sepeda Rusdy Galeri, Magnet buat Cyclist Sulawesi
by Yudy Hananta - August 08, 2019

Buat penghobi sepeda, jalan-jalan ke toko sepeda sama seperti ke toko mainan untuk anak-anak. Banyak barang yang membuat mata berbinar-binar. Untuk cyclist yang tinggal di pulau Jawa, banyak pilihan toko sepeda di Jakarta maupun Surabaya atau di Jogjakarta maupun Semarang. Bandung-pun juga ada toko sepeda high end.

Rusdy Wijaya, cyclist asal Makassar, Sulawesi Selatan ini membaca peluang bagus. “Teman-teman sering titip saya barang-barang sepeda untuk dibelikan di Jawa. Barang-barangnyapun high end. Dari situ saya berpikir untuk buka toko sepeda,” bilangnya. Awalnya, cyclist yang mulai gowes sejak 2011 ini memajang barang dagangan di garasi rumahnya. Tapi karena makin berkembang dan makin banyak barang, mulailah Rusdy serius.

Tidak mau jauh dari tempat tinggal, sengaja beli rumah di kawasan perumahan yang sama. Lantas disulapnya jadi toko Rusdy Galeri tahun 2013. Saat memasuki toko yang beralamat di Jalan Landak Baru kawasan perumahan Metropolitan Regency ini terasa sekali passion dari sang pemilik. Maklum, toko ini dibuka atas dasar hobi bukan bisnis. Jadi “ruh”-nya pun beda.

Lokasi toko Rusdy Galeri yang di dalam perumahan memang mendukung kenyamanan dan keamanan. Jadi buat calon konsumen bisa test ride dengan aman karena sepi dan arealnya lumayan luas. Juga mudah untuk parkir mobil.

Barang-barang yang dijual Rusdy-pun pilihan berdasarkan selera tingginya. Lantai satu memajang berbagai komponen sepeda high end seperti grupset Shimano, Sram, Campagnolo serta wheelset Zipp, Reynolds, Mavic, Knight, DTSwiss, dan Campagnolo.

Ada Ceramic Speed, Rotor, Quarq power meter, terpajang rapi di etalase. Gantungan baju ada jersey original dari Santini, Castelli, Search and State, Nalini, dan lainnya. Termasuk sepeda-sepeda pilihan seperti Pinarello, Colnago, Cannondale, dan Chapter2 menghiasi temboknya.

Agak ke belakang, ada ruang khusus mekanik. Tertata rapi dengan tools yang lengkap. Toko Rusdy ini tidak pernah sepi dari pelanggan. Terutama setiap sore pasti ada aja anggota Makassar Cycling Club (MCC) atau cyclist lain yang nongkrong di sini.

“Toko ini jadi seperti penghubung antar cyclist. Bahkan tak jarang hubungan bisnis bukan sepeda-pun dibicarakan di toko saya ini,” tutur Rusdy sambil tertawa. Dengan lokasi yang di tengah kota, membuat banyak cyclist luar Makassar mudah menemukan lokasinya. Dan di sini mereka bisa bertemu dan berkenalan dengan cyclist Makassar lalu janjian ride bersama.

Rusdy-pun antusias untuk menemani gowes. “Tidak harus konsumen saya. Pokoknya cyclist siapapun yang ke Makassar dan ingin gowes, saya siap temani. Kalo gowes harian bisa ke arah bandara. Kalo mau weekend bisa long ride keluar kota,” bilang Rusdy.

Karena buatnya, menambah teman yang sehobi itu jauh lebih penting daripada sekedar hubungan bisnis. “Bisnis itu seperti jodoh. Kalo udah klik tidak akan lari kemana-mana. Yang penting berteman dulu yang banyak!” tekadnya. Berkunjung ke Makassar dan tidak bawa sepeda? Jangan kuatir! Rusdy siap meminjamkan sepeda koleksinya.

“Bisa pilih ada Cervelo, Pinarello, Canyon dan lainnya. Size 44 – 50 semuanya ada. Tinggal beri saya ukuran bike fittingnya nanti saya seting dan tinggal pakai,” tuturnya. 

Naik ke lantai dua, langsung disambut dengan empat unit indoor trainer merek Wahoo dan Jetblack. Dan TV 42 inchi untuk menampilkan aplikasi Zwift. “Saya bikin Zwift studio ini untuk mengakomodasi teman-teman yang malas gowes pagi dan ingin latihan sore. Paling ramai saat musim hujan, teman-teman rebutan gowes di sini,” bilang Rusdy lantas tertawa. Lantai dua ini berbagi dengan kantor sekretariat MCC.

Buat Rusdy, pelanggan adalah teman bukan sekedar pembeli. Jadi setiap ada pelanggan yang ulang tahun diberi kado jersey original oleh Rusdy. “Biar hubungan kita makin dekat dan rasa kekeluargaan kita makin kental,” tukasnya. 

Menyadari kesibukan pelanggannya, Rusdy-pun memberi total melayani pelanggannya dengan antar jemput sepeda. “Jika sepeda bermasalah tinggal telepon atau Whatsapp saya, maka akan saya ambil dan servis lalu dikembalikan lagi,” tuturnya.

Rusdy Wijaya.

Saat ini, Rusdy sedang membangun toko barunya di kawasan Jalan Pengayoman. Dengan luas yang lebih besar, pelanggannya pasti lebih kerasan dan merasa “homie”. “Saya tambahin café corner di toko baru nanti. Biar lebih nyaman. Karena sepeda tidak bisa lepas dari kopi. Juga ada klinik fisioterapi untuk cyclist,” tutup Rusdy. (yudy hananta)

 


COMMENTS