Anything Gowes 19.1.19 Rangkul 500 Cyclist dari 37 Komunitas
by Yudy Hananta - January 22, 2019

Peran komunitas sepeda sangat besar dalam memeriahkan acara Anything Gowes 19.1.19 hari Sabtu, 19 Januari lalu. Sesuai dengan tema acara bahwa segala jenis sepeda, segala usia cyclist, pria – perempuan semuanya menyatu dalam satu kata, bersepeda!

Sekitar 500 cyclist dari 37 komunitas terdaftar mengikuti Anything Gowes 19.1.19. “Misi kami adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya cyclist Jakarta untuk gowes bersama dan saling kenal serta silahturahmi awal tahun. Walaupun kita berbeda, tapi kita tetap satu kata yaitu bersepeda!” tutur Edo Bawono, salah satu penggagas acara dari Strive Nutrition Products ini.

Antusiasme komunitas sangat besar. Mereka merindukan even casual, santai tapi bermisi besar seperti ini. “Tidak perlu ribet bikin even besar dengan biaya besar. Cukup begini malah lebih enak karena santai dan tidak banyak aturan-aturan. Tujuannya juga dapat yaitu bertemu dan berkenalan dengan komunitas lain,” tutur Simon Pasaribu, anggota Bintaro Loop.

Acara yang santai ini tidak berlangsung terlalu lama sehingga masih memberi banyak waktu pada cyclist untuk melanjutkan hari keluarganya. Sekitar pukul 8.30 pagi, cyclist mulai meninggalkan venue, Sudirman Suite.

Kelapa Gading Bikers (KGB)

Komunitas sepeda yang sudah berusia 21 tahun ini hadir dengan jersey warna hijau kebanggaannya ke Anything Gowes 19.1.19. Lebih dari 20 cyclist anggota KGB hadir. Sang ketua, Benny Yahya berperan besar sebagai penentu rute sekaligus memimpin rombongan peloton saat berkeliling Jakarta sejauh 25 km.

“Meskipun banyak jenis sepeda yang datang, tapi mayoritas road bike, ini bisa menarik minat non road biker untuk ganti aliran. Sekarang sudah banyak merek sepeda maupun frame yang berkualitas dengan harga terjangkau,” tutur Triyoso, salah satu anggota KGB.       

Puri Cycling Club (PCC)

Komunitas yang kompak menggunakan jersey baru yakni PCC-Herbana ini hadir membawa 15 anggotanya. “Beberapa dari anggota kami ada yang masih gowes Sudirman Loop karena merasa kurang jauh dan kurang kenceng konvoinya Anything Gowes tadi,” tutur Geraldus Cecep Gianova, ketua PCC.

Menurut pria ramah ini, acara seperti ini harus sering diadakan dan difasilitasi oleh media mainsepedacom agar komunitas itu bisa menyatu tidak berdiri sendiri-sendiri atau bahkan bersaing. “Kita ini bersepeda mau sehat dan cari teman. Bukan mau bersaing,” tukasnya.

Voila

Komunitas Voila sangat all out mendukung Anything Gowes 19.1.19. Mereka menyediakan patwal dari kepolisian, patwal motor sweeper, ambulans, dan pick up untuk loading.

“Kita harus saling support mendukung acara komunitas. Agar kegiatan bersepeda jadi makin memasyarakat dan menyehatkan bangsa,” bilang Rossy, salah satu anggota Voila. Lebih dari 30 anggota Voila yang beraneka ragam usia menyukseskan acara ini. Ada yang atlet ada pula yang penghobi biasa.

IDSelap

Meskipun banyak anggota IDSelap yang mengikuti even di Bandung, tapi semangat untuk menyukseskan Anything Gowes 19.1.19 berkobar. Sekitar 10 anggota IDSelap hadir di Sudirman Suite.

Mereka tampil beda dan menarik perhatian karena semuanya menggunakan sepeda yang sama yaitu Wdnsdy AJ1 dengan warna khusus IDSelap.

“Acaranya keren, spontan tapi tertata rapi. Makanan juga melimpah. Ada beberapa booth yang oke barang-barangnya. Acara ini membuktikan bahwa pesepeda itu tetap guyub dan tidak terpengaruh perbedaan di tengah kondisi perpolitikan Indonesia,” bilang Igo, salah satu pentolan IDSelap.

Puloasem Lets Gowes (PLG)

Komunitas yang anggotanya berbagai macam sepeda ini sangat gembira. Pasalnya, baru pertama kali mengikuti acara bersepeda yang heterogen seperti ini.

“Di Jakarta agak langka bisa bersepeda bersama komunitas lain. Karena sudah biasa saling nge-grup sendiri antar komunitas. Dengan adanya Anything Gowes 19.1.19 ini membuat komunitas gowes bareng,” tukas Tata, salah satu anggota PLG. Menurutnya juga, perlu diadakan coaching clinic bersepeda agar makin beragam di acara ini.

Brompton Monas Cycling (BMC)

Konsep acaranya keren, universal dan tidak membedakan semua cyclist. Komunitas Brompton ini terkesan saat bersepeda bersama dalam satu peloton besar. "Pengalaman berharga yang jarang dapat kami rasakan. Kami bisa bersama-sama komunitas road bike yang terkenal-terkenal itu," tutur Sandi Adila yang datang membawa 25 anggota Brompton Monas Cyclist (BMC).

Anything Gowes 19.1.19 seperti Bhineka Tunggal Ika. Apapun jenis sepedanya, yang penting adalah gowesnya dan kebersamaannya. "Kami harap acara seperti ini dapat terus dilakukan dan ditularkan di kota-kota lain di Indonesia," tutup Sandi. (Yudy Hananta)

Link Video : Anything Gowes 19.1.19

Komunitas yang hadir di Anything Gowes 19.1.19 :

1. PIK

2. JKTCC

3. Kelapa Gading Bikers (KGB)

4. AAQUIB India

5. Kumpulan Sepeda Monas (KudaMas)

6. Gowes Benhill

7. Jakseli

8. Puri Cycling Club (PCC)

9. Manu & Dad

10. Leaque

11. Women Cycling Community (WCC)

12. Brompton Monas Cyclist (BMC)

13. MRPLA Omdo

14. Ghopas (Kebon Pala Halim)

15. Gowes Daan Mogot (Godam)

16. KGWS

17. Concept

18. KSSJ

19. IDSelap

20. Greenfly

21. Voila

22. Bintaro Loop           

23. Kalibaru Timur

24. Local Cycling

25. KGC

26. Cijantung Bike Community (CBC)

27. MNC Ride

28. Bike2Work

29. Gowes Pamulang Estate

30. Wonderful Indonesia Cycling Club (WICC)

31. MBC (Monas Bike Club)

32. SSBC (Srengseng)

33. SMP 12 Wijaya

34. Otista 3 Bike

35. GBMS

36. Tour The City Road

37. CSSK (Kalibata)

Foto : Tim Mainsepeda 

 


COMMENTS