Mathieu van der Poel tidak memasang target tinggi menjelang Kejuaraan Dunia Balap Sepeda Jalan Raya 2026 di Montreal, Kanada. Juara dunia 2023 itu justru menilai karakter lintasan yang akan dihadapi terlalu berat untuk karakter balapnya.

Van der Poel dijadwalkan tampil pada nomor road race Kejuaraan Dunia pada Minggu (27/9/2026). Absennya Tadej Pogacar membuat persaingan perebutan gelar juara dunia lebih terbuka. Tetapi kondisi tersebut tidak serta-merta membuat Van der Poel menganggap dirinya sebagai favorit.

Pembalap Belanda itu menilai lintasan Montreal berbeda dengan Zurich, Swiss ketika ia meraih medali perunggu dua tahun lalu. Menurutnya, tantangan utama di Montreal terletak pada tanjakan panjang yang lebih sesuai bagi pembalap dengan karakter climbing.

"Saya pikir lintasannya memang sedikit berbeda. Di Zurich ada banyak tanjakan, tetapi tidak ada satu tanjakan panjang seperti yang ada di Montreal sekarang. Fakta bahwa Pogacar tidak berpartisipasi juga tidak banyak mengubah bagi saya," kata Van der Poel.

"Saya pikir lintasan ini masih sedikit terlalu sulit bagi saya. Kalau Anda melihat pebalap mana yang berada di depan pada hari Minggu..." ujarnya.

Van der Poel merujuk pada GP de Montréal yang berlangsung di sebagian besar sirkuit yang akan digunakan dalam Kejuaraan Dunia. Balapan tersebut menunjukkan bagaimana tanjakan dan karakter lintasan mampu membuat persaingan menjadi sangat selektif.

Karakter lintasan menjadi tantangan tersendiri bagi Van der Poel. Pembalap Alpecin-Deceuninck itu dikenal sebagai spesialis balap klasik berbatu dengan kekuatan besar, setelah masing-masing tiga kali memenangkan Paris-Roubaix dan Tour of Flanders.

Untuk menghadapi tuntutan lintasan Montreal, Van der Poel kembali berupaya menurunkan berat badan. Ia mengaku perbedaan sekitar dua kilogram dibandingkan kondisi fisiknya pada musim semi cukup terasa ketika menghadapi tanjakan.

"Saya merasakan perbedaan yang besar ketika berat saya dua kilogram lebih ringan dibandingkan musim semi. Sekarang kondisinya seperti itu," kata Van der Poel.

Meski mengakui peluangnya tipis, Van der Poel masih melihat satu faktor yang dapat membuat balapan dunia berbeda dari balapan klasik lainnya.

Menurutnya, nomor road race Kejuaraan Dunia berlangsung tanpa radio komunikasi antarpembalap. Situasi tersebut dapat membuat jalannya perlombaan sulit diprediksi, termasuk kemungkinan munculnya skenario yang tidak sesuai perkiraan.

"Anda tidak pernah tahu di Kejuaraan Dunia. Balapannya bisa menjadi balapan yang tidak biasa. Ini menggunakan tim nasional, tanpa komunikasi, jadi tidak seperti balapan lainnya," ujar Van der Poel.

"Saya pikir peluang saya tipis, tetapi saya menantikannya."

Belanda sendiri memiliki sejumlah pembalap yang dapat bertahan jika perlombaan menjadi semakin selektif. Kondisi tersebut memungkinkan Van der Poel tidak harus mengambil inisiatif sejak awal dan dapat menunggu hingga situasi balapan lebih menguntungkan.

Van der Poel juga memilih menyerahkan strategi akhir kepada pelatih tim nasional Belanda, Koos Moerenhout.

"Saya sebenarnya berusaha untuk tidak terlalu memikirkan hal itu. Saya menyerahkannya kepada Koos untuk mengambil keputusan yang tepat," ujar Van der Poel. (mainsepeda)

Populer

Carapaz Mundur dari Kejuaraan Dunia karena Masalah Kesehatan
Mathieu van der Poel Tak Yakin Bisa Juara Dunia di Montreal
Dulu Viral di Tour of Britain, Xander Graham Kini Selangkah Menuju WorldTour
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Graveleur YK Membawa Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore
Kejuaraan Dunia Montreal 2026 Dimulai, Pembalap Elite Hadapi Rute 39,9 Km
GTBikeV Bikin Anda Bersepeda di Game GTA
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan Demi Sustainability
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul