EVENT gravel terbaru Mainsepeda, Nggravel Glenmore 2026 terus menarik minat para cyclist dari berbagai kalangan. Lintasan Glenmore, Banyuwangi, yang dikenal menawarkan karakter fast track (rute cepat) menjadi daya tarik tersendiri. Baik bagi peserta kategori race yang mengejar performa, maupun kategori non-race yang ingin menikmati keindahan alam.

Salah seorang pesepeda yang tertarik mengikuti event yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026 itu adalah Hendricus Adi Andriyanto. Baginya, Nggravel Glenmore menjadi ajang gravel keduanya. Sebelumnya, ia berlaga di Nggravel Blitar pada April lalu.

Berbeda dengan karakter Blitar yang teknikal, Hendricus mengantisipasi rute Glenmore yang memprioritaskan kecepatan (speed). "Dari info yang saya dapat, Glenmore lebih ke speed daripada teknikal. Beda jauh dengan Blitar," ujar Hendricus.

Guna mengoptimalkan performa, ia menyiapkan spesifikasi sepeda khusus. Hendricus akan mengandalkan sepedanya yang dipadukan dengan ban semi-slick ukuran 38 mm serta wheelset profil 35 mm untuk mengejar akselerasi. Pada sektor drivetrain, ia memilih rasio gir SRAM double 48/35T dengan sproket 10-36T.

Baca Juga: Sensasi Speed Gravel yang Memikat Cyclist Menjajal Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: Nostalgia dan Solidaritas Sejawat: Komunitas BioKA Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026

"Karena belum pernah di Glenmore, rasio ini saya pikir aman untuk bertemu medan apa pun nanti," tambahnya.

Meski aktif mengikuti ajang King of Mountain (KOM), Hendricus mengaku tidak memiliki persiapan khusus yang membedakan latihan road bike dan gravel. Ia menerapkan menu latihan terstruktur mingguan yang mencakup latihan speed endurance ke arah Cepiring/Kalikuto, hingga latihan menanjak ke Ambarawa dan Bandungan.

Jelang event, fokus latihan akhir pekan akan digeser ke lintasan gravel lokal seperti Banjir Kanal Timur, Tinjomoyo, Bergas, dan Gunungpati.

Sementara itu, Galih Maulana Ardi memilih tampil di kategori non-race. Pengalaman mengikuti Nggravel Blitar 2025 mendorongnya untuk kembali merasakan sensasi berkendara di lintasan non-aspal tanpa tekanan waktu.

"Ikut non-race enak menikmati rute, tidak terburu-buru, dan jaraknya lebih pendek," kata Galih.

Baca Juga: Nostalgia Jalur Gravel EJJ, Wisli Sagara dan Ilmiawan Auwalin Siap Comeback ke Glenmore

Baca Juga: 3 Hal tentang Nggravel Glenmore 2026, Inilah Panduan Regulasi dan Persiapan Buat Cyclist

Meskipun sebelumnya pernah berkunjung ke kawasan wisata Glenmore seperti Legomoro menggunakan roda empat, eksplorasi rute menggunakan sepeda gravel akan menjadi pengalaman perdana baginya. Menurut Galih, variasi medan dan pemandangan di kawasan Glenmore menjadi alasan utama keikutsertaannya.

"Gravel itu menyenangkan, banyak variasi jalan atau rute yang jarang dilewati, pemandangannya bagus, apalagi di daerah Glenmore. Ini pasti jadi rute baru yang menarik," tutur Galih.

Nggravel Glenmore Banyuwangi 2026 yang digelar pada 4 Oktober 2026 mendatang memang terbagi dalam dua kategori utama. Yang pertama adalah Kategori Race 100 KM. Sifatnya kompetitif, diperuntukkan bagi pemburu podium di kelas Gravel Bike dan MTB.

Lalu kategori yang satu lagi adalah Non-Race 80 KM. Karakternya non-kompetitif, dirancang untuk cyclist yang ingin menikmati wisata bersepeda menembus keindahan alam Banyuwangi sebelum batas waktu Cut-Off Time (COT).

Pendaftaran resmi Nggravel Glenmore 2026 dibuka melalui Mainsepeda App. Mengingat kuota peserta yang terbatas serta tingginya antusiasme para cyclist, oleh karenanya segara daftar! (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 5: Brennan Menang Lagi, Pogacar Pertahankan Jersey Merah
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Vuelta a Espana 2026-Etape 4: Pogacar Menang dengan Aksi Solo 50,3 Km!
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Sensasi Speed Gravel yang Memikat Cyclist Menjajal Nggravel Glenmore 2026
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Citra-Tasha Cetak Sejarah, Jadi Pasangan Perempuan Pertama Juara Bentang Jawa Kategori Pair
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
Nostalgia dan Solidaritas Sejawat: Komunitas BioKA Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026