Jonathan Milan membuka Renewi Tour 2026 dengan kemenangan dramatis setelah mengalahkan Olav Kooij dalam sprint massal pada etape pertama yang berlangsung di tengah hujan deras, Rabu (19/8).

Pembalap Lidl-Trek tersebut harus menunggu hasil photo finish untuk memastikan kemenangan setelah Kooij hampir menyusul pada meter-meter terakhir. Tim Merlier dari Soudal-QuickStep finis di posisi ketiga, diikuti Jasper Philipsen dari Alpecin-Premier Tech.

Kemenangan Milan sekaligus membuatnya mengambil alih jersey pemimpin klasemen umum (GC). Ia unggul empat detik atas Kooij,. Sementara itu, Dries De Bondt dari Jayco-AlUla menempati posisi ketiga dengan catatan waktu yang sama berkat bonus waktu yang dikumpulkannya di Green Kilometre.

Persaingan menuju garis finis berlangsung sangat ketat. Pavel Bitter dari Picnic-PostNL membuka sprint setelah kelompok pelarian utama baru tertangkap pada kilometer-kilometer terakhir.

Milan kemudian melaju kencang di bagian tengah jalan yang basah. Kooij memanfaatkan slipstream dan terus memangkas jarak. Pembalap Decathlon CMA CGM itu bahkan nyaris membalikkan keadaan sebelum Milan melakukan lemparan sepeda ke garis finis.

Keduanya sempat tidak yakin siapa yang menjadi pemenang. Hasil photo finish kemudian memastikan Milan unggul tipis.

"Kondisinya sulit dan balapannya juga berat. Terima kasih besar kepada rekan-rekan setim. Tidak mudah untuk tetap bersama, menjaga fokus, dan terus berjuang, tetapi kami berhasil melakukannya," kata Milan selepas finis.

"Saya tidak yakin dengan sprint sampai detik terakhir. Saya mulai melakukan sprint dengan jarak 200 meter menuju finis. Saat sudah berada di sana, saya berpikir, 'Oke, mari coba bertahan,' tetapi Kooij datang dengan sangat cepat. Bahkan setelah finis, dia sudah berada di depan saya sehingga saya tidak yakin. Namun, saya sangat bahagia dengan kemenangan ini."

Etape pembuka Renewi Tour menempuh jarak 191,3 kilometer di sekitar Diest, Belgia. Selain hujan yang turun hampir sepanjang balapan, para pembalap harus menghadapi lima kali tanjakan Grasbos.

Tanjakan sepanjang sekitar 500 meter dengan kemiringan rata-rata 8 persen tersebut dikenal sebagai "Poggio-nya Diest" karena perannya dalam menentukan jalannya balapan.

Persaingan membentuk kelompok pelarian berlangsung selama sekitar 25 kilometer sejak start. Lima pembalap akhirnya berhasil melepaskan diri, yakni Lionel Taminiaux, Dries De Bondt, Timo Kielich, Carl-Frederik Bévort, dan Quinten Hermans.

Peloton tidak memberikan ruang terlalu besar kepada kelompok breakaway itu. Keunggulan maksimal hanya sedikit di atas dua menit, tetapi para pembalap di depan mampu mempertahankan jarak cukup lama.

Memasuki 100 kilometer terakhir, sejumlah tim unggulan seperti Lidl-Trek, Soudal-QuickStep, Alpecin-Premier Tech, dan Unibet-Rose-Rockets mulai meningkatkan tempo. Namun, dengan jarak masih sekitar 90 detik ketika tersisa 32 kilometer, kelompok pelarian tetap memiliki peluang untuk mengejutkan para favorit.

Persaingan semakin menarik pada Green Kilometre, zona bonus waktu yang menyediakan bonus tiga, dua, dan satu detik di tiga titik sprint berbeda dalam satu kilometer.

De Bondt memenangi sprint pertama dan ketiga sehingga mengumpulkan total enam detik. Hermans memenangi sprint kedua dan finis kedua pada sprint pertama untuk memperoleh lima detik.

Situasi peloton juga diwarnai sejumlah insiden. Tiesj Benoot sempat mengalami masalah ban, sementara Jonas Abrahamsen harus mengakhiri balapan setelah terjatuh.

Ketika memasuki putaran terakhir dengan jarak 16 kilometer menuju finis, keunggulan kelompok pelarian sudah turun di bawah satu menit. Jarak tersebut terus menyusut menjelang pendakian terakhir Grasbos.

Serangan kemudian bermunculan. Laurence Pithie dan Tim Van Dijke lebih dulu meningkatkan tempo untuk Red Bull-Bora-Hansgrohe sebelum Florian Vermeersch dari UAE Team Emirates-XRG melancarkan serangan.

Sebuah kecelakaan yang melibatkan pembalap Tudor saat melewati tikungan menanjak turut menyebabkan peloton terpecah. Arnaud De Lie dan seorang pembalap Lidl-Trek kemudian bergabung dengan Vermeersch sehingga terbentuk kelompok pengejar berisi lima pembalap.

Milan sempat tertinggal dan harus berjuang sendiri untuk kembali ke rombongan utama. Peloton yang terpecah akhirnya kembali menyatu sekitar enam kilometer sebelum finis.

Namun, lima pembalap di depan masih memiliki keunggulan sekitar 20 detik. Lidl-Trek dan Soudal-QuickStep kemudian mengambil tanggung jawab penuh untuk mengejar.

Kelompok breakaway akhirnya kehilangan peluang ketika memasuki dua kilometer terakhir. Keraguan di antara para pembalap terdepan membuat jarak mereka cepat menghilang, meski De Bondt sempat melakukan tarikan panjang dan Kielich mencoba menyerang sekali lagi.

Peloton yang diguyur hujan kemudian memasuki jalan lurus menuju finis. Di tengah pertarungan para sprinter dan spesialis klasik, Milan muncul sebagai pemenang dengan selisih yang sangat tipis atas Kooij. (mainsepeda)

Populer

Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Peserta Tertua dan Termuda Bentang Jawa 2026 Terpaksa DNF di Hari Kedua
Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Bu Fey Terjun di Bentang Jawa 2026, Berbekal Pengalaman di Paris dan Three Islands Journey
Nostalgia Jalur Gravel EJJ, Wisli Sagara dan Ilmiawan Auwalin Siap Comeback ke Glenmore
No. 1 Finis East Java Journey 2024 Kategori 1.500 Km, Zidan Juara Men 39 and Under
Bentang Jawa 2025: 181 Peserta, 47 DNF, Rekor 119 Finisher!
Bentang Jawa 2025: 175 Cyclist Bertolak dari Carita, 6 Peserta DNS