Union Cycliste Internationale (UCI) menegaskan bahwa pemeriksaan doping pada malam hingga dini hari selama Tour de France 2026 dilakukan demi menjaga integritas olahraga balap sepeda.

Meski menuai kritik dari sejumlah pembalap dan asosiasi atlet, federasi balap sepeda dunia itu menyatakan bahwa pemberantasan doping tetap menjadi prioritas utama.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (22/7), UCI mengakui bahwa pemeriksaan di luar jam normal dapat mengganggu waktu istirahat atlet.

Namun, langkah tersebut disebut sebagai tindakan luar biasa yang hanya diterapkan dalam kondisi tertentu untuk meningkatkan efektivitas pengawasan antidoping.

"UCI tentu menyadari bahwa pemeriksaan pada malam hari dapat mengganggu waktu istirahat dan pemulihan pembalap. Namun, pelaksanaan pemeriksaan di luar jam normal merupakan langkah yang bersifat luar biasa dan hanya dilakukan dalam situasi yang terbatas serta memiliki alasan yang jelas," demikian pernyataan juru bicara UCI.

"Meski kami memahami beban yang ditimbulkan bagi para pembalap, pemeriksaan tersebut dilakukan demi kepentingan yang lebih besar, yakni memerangi praktik doping."

Perdebatan mengenai prosedur antidoping mencuat setelah pemimpin klasemen umum (GC) Tour de France 2026, Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG), serta rival utamanya Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike), menjalani pemeriksaan antidoping pada dini hari.

Pogacar dilaporkan dibangunkan sekitar pukul 05.00 waktu setempat, sedangkan Vingegaard harus menjalani pemeriksaan sekitar pukul 02.00 menjelang etape ke-15. Keduanya diminta memberikan sampel oleh petugas International Testing Agency (ITA).

Laporan Cycling Weekly juga menyebutkan, sedikitnya lima tim mendapat pemeriksaan antidoping tanpa pemberitahuan sebelumnya antara pukul 23.00 hingga 06.00. Pemeriksaan semacam itu hanya dapat dilakukan setelah memperoleh izin dari hakim serta memenuhi ketentuan World Anti-Doping Agency (WADA).

Selain pemeriksaan dini hari, seluruh pembalap yang masih bertahan di Tour de France juga menjalani pengambilan sampel darah pada hari istirahat kedua.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 17: Philipsen Menang, Duel Green Jersey Makin Sengit

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning

Kebijakan tersebut memicu beragam reaksi dari kalangan pembalap.

Pogacar menyebut pemeriksaan pada dini hari sebagai sesuatu yang "aneh". Sementara Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) menilai prosedur itu "tidak manusiawi".

Asosiasi Pembalap Profesional (CPA) juga ikut mengkritik kebijakan tersebut karena dianggap mengganggu proses pemulihan fisik atlet selama balapan berlangsung.

Di sisi lain, manajer EF Education-EasyPost, Jonathan Vaughters, justru memberikan dukungan terhadap metode tersebut. Menurutnya, pemeriksaan pada malam hari merupakan cara yang sangat efektif untuk mendeteksi praktik micro-dosing yang sulit ditemukan melalui tes rutin.

UCI menjelaskan bahwa sejak 2021 seluruh pengelolaan program antidoping telah diserahkan kepada International Testing Agency (ITA). Langkah tersebut diambil untuk memastikan independensi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan pemeriksaan.

"Dengan pendekatan tersebut, UCI sepenuhnya mendukung ITA memanfaatkan seluruh instrumen yang tersedia untuk menjalankan tugasnya secara efektif, selama tetap mematuhi Kode Antidoping Dunia WADA, regulasi UCI, serta peraturan hukum yang berlaku di setiap negara, termasuk memperoleh persetujuan hakim apabila diperlukan," kata juru bicara UCI.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 15: Evenepoel Taklukkan Pogacar di Plateau de Solaison

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 14: Pogacar Melesat, Vingegaard Tertinggal 4 Menit

Federasi juga menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan di dunia balap sepeda harus mendukung sistem antidoping yang saat ini dinilai sebagai salah satu standar terbaik dalam olahraga internasional.

Sebagai bentuk komitmen memberantas doping, UCI mengungkapkan bahwa lebih dari 10 juta euro diinvestasikan setiap tahun untuk mendanai program antidoping.

Dana tersebut digunakan untuk pengambilan sampel, analisis laboratorium, pengujian ulang sampel, hingga pengumpulan informasi intelijen pada berbagai ajang yang berada di bawah regulasi UCI, termasuk Tour de France.

"Investasi ini mencerminkan tekad UCI untuk melindungi para pembalap yang mematuhi aturan sekaligus terus memperkuat upaya melawan mereka yang melakukan kecurangan," ujar UCI. (mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 17: Philipsen Menang, Duel Green Jersey Makin Sengit
Florian Lipowitz Cedera dan Harus Tinggalkan Tour de France 2026
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Tour de France Terapkan Tes Anti-Doping Massal, Semua Pembalap Diperiksa ITA
Tour de France 2026: UCI Pertahankan Tes Doping Dini Hari Meski Panen Kritik
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Buat Ngebel KOM 2026, PT KAI Siapkan Kereta Khusus dan Layanan Bagasi Sepeda
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping