Rangkaian tulisan ini memang seharusnya membahas jersey dan sepeda tim-tim UCI Pro Continental 2019. Tapi kalau membahas tim-tim asal Prancis, mungkin kita harus bicara tentang level lebih tinggi. Mereka tak sekadar punya dukungan teknis lebih kuat, mereka punya pembalap bintang yang punya kans meraih juara di lomba-lomba terbesar.

Wajar bila tim-tim Pro Continental Prancis ini terkesan berada di level lebih tinggi. Mereka inilah yang secara rutin “diundang” ikut Tour de France, balapan terbesar di dunia.

Perhatian dunia ke even itu begitu besar, sehingga tim-tim ini pun ikut jadi kondang. Produsen sepeda besar, pembalap-pembalap top, jadi tak segan untuk bergabung ke mereka.

Kebetulan, tiga tim yang dibahas di tulisan ini adalah tiga tim yang paling sering berkiprah di Tour de France. Uniknya, untuk 2019, masing-masing punya senjata dan fokus yang berbeda. Ada yang mengejar ajang Classic, ada yang fokus ke sprinter, ada yang memburu gelar tanjakan.

Direct Energie: Buru Classic Monument

Direct Energie, dulu dikenal dengan nama Europcar, punya sejarah panjang sebagai tim pengganggu terbesar di Tour de France. Mereka punya anggaran cukup besar dengan sponsor perusahaan energi Prancis, didukung suplier sepeda kondang Italia, Wilier Triestina. Bahkan, tim ini punya ambisi naik kelas ke level WorldTour.

Untuk 2019, mereka mendapatkan pembalap top Belanda, Niki Terpstra. Dengan demikian, mereka pun “melebarkan sayap” ke balapan besar lain. Mereka berambisi meraih sukses di lomba-lomba penting di awal musim. Khususnya di ajang Classic.

Terpstra memang tidak lagi muda, berusia 34 tahun. Tapi dia telah memenangi beberapa lomba terbesar dunia, termasuk dua Monument: Paris-Roubaix dan Tour of Flanders. Di usia itu, dia masih sangat mampu mengulangi suksesnya tahun ini.

Keputusan pindah ke Direct Energie disebut tidaklah terlalu berat bagi Terpstra, yang hingga tahun lalu membela QuickStep. Dia sangat suka gaya balapan tim itu yang agresif, berani attack peloton. “Saya sangat takjub dengan Direct Energie pada musim (2018),” ungkapnya.

Bukan hanya menang balapan Classic, Terpstra berharap bisa meraih sukses di Tour de France. Minimal meraih satu kemenangan etape di sana. “Saya selalu mencobanya di masa lalu. Mungkin bergabung di tim Prancis adalah jawabannya,” pungkasnya.

Cofidis, Solution Credits: Kejar Etape Sprint

Warna merah, putih, dan kuning Cofidis, Solution Credits sudah mewarnai balapan dunia selama bertahun-tahun. Untuk musim 2019, mereka meninggalkan seragam dominan merah. Sebagai ganti adalah seragam yang lebih dominan putih. Lebih bersih, lebih elegan, dengan logo matahari perusahaan kredit tersebut. Tim ini akan kembali menggunakan sepeda merek Spanyol, Kuota.

Sebagai bintang, tim ini masih punya pembalap berkepala “panas,” Nacer Bouhanni. Walau kadang suka berulah dan sulit diatur, dia termasuk salah satu sprinter terbaik di dunia. Sebagai backup, Cofidis juga masih punya Christophe Laporte, yang juga sprinter handal.

Jadi, fokus tim ini pastilah Tour de France lagi. Khususnya mencuri kemenangan di etape-etapa datar.

Sama seperti Direct Energie, tim ini juga punya ambisi naik ke WorldTour.

Vital Concept-B&B Hotels: Ambisi Climbing Tour de France

Sebagai tim, Vital Concept-B&B Hotels tergolong baru. Tim ini baru eksis sejak akhir 2017. Namun, secara nama, sebenarnya bukan baru. Vital Concept pernah menyokong tim bernama Fortuneo-Vital Concept, yang gulung tikar pada 2018.

Walau baru, tim yang dipimpin Jerome Pineau ini punya ambisi besar. Khususnya ikut dan meraih prestasi di Tour de France.

Untuk itu, tim ini merekrut bintang-bintang besar Prancis. Pertama, mereka mengambil Pierre Rolland, climber dahsyat, dari EF Education First-Drapac. Rolland merupakan salah satu pembalap paling populer di Prancis, dengan resume memenangi etape dan jersey pembalap muda terbaik di Tour de France.

Untuk mendukung Rolland, Vital Concept juga mendatangkan pembalap allround berpengalaman dari Groupama-FDJ, Arthur Vichot. Dia akan menjadi road captain sekaligus domestique penting untuk Rolland.

Kalau Vital Concept-B&B Hotels ikut di Tour de France 2019, maka Rolland akan tampil di lomba itu untuk kali ke-11 berturut-turut. Sebuah pencapaian luar biasa.

Walau secara khusus fokus ke climbing, tim ini juga punya sprinter handal untuk mencari peruntungan di etape datar. Yaitu lewat Bryan Coquard.

Untuk mengejar sukses, tim ini akan menggunakan sepeda top buatan Spanyol: Orbea.

LAIN-LAIN

Tentu saja, masih banyak tim UCI Pro Continental lain yang layak dibahas. Masih ada tim-tim Spanyol, yang nantinya akan berkiprah di Vuelta a Espana. Tapi, rata-rata tim ini memang tidak cepat solid siap seperti pasukan WorldTour. Masih banyak yang sampai saat ini masih mencari/memfinalisasi sponsor. (mainsepeda/habis)

 


COMMENTS