Dari total 25 tim UCI Pro Continental yang eksis, mayoritas berbasis di Eropa. Barisan yang paling kondang mungkin adalah yang dari Italia. Bisa jadi, ini karena industri sepeda di sana yang kondang. Sebab, tim-tim Italia ini disokong oleh merek-merek yang sudah sangat familiar di kalangan penggemar sepeda.

Tim-tim Italia ini juga paling aktif ikut-ikut lomba di berbagai negara. Tidak membatasi diri hanya di Eropa. Banyak justru terkenal karena merajai lomba-lomba besar di Asia, seperti Tour de Langkawi.

Tiga tim itu adalah Nippo-Vini Fantini-Faizane, Bardiani-CSF, dan Androni-Giocattoli-Sidermec.

Ya, nama-namanya tidak mudah diingat. Rata-rata seolah juga ikut filosofi “sponsor murah-sponsor banyak” sehingga bajunya terkenal paling ramai di kalangan balap sepeda.

Ironisnya, tahun ini, sepeda-sepeda mereka justru menjadi “minimalis.” Bahkan warnanya justru putih sederhana.

Lihat saja Nippo-Vini Fantini-Faizane menghadapi musim 2019. Jersey mereka masih “ramai.” Dibuat oleh Santini, Warnanya berbagi rata antara biru gelap, biru royal, putih, oranye, dan hijau!

Untungnya, sepeda mereka tidak ikut berebut perhatian. Moreno Moser dkk akan menunggangi sepeda De Rosa warna putih yang hampir polos. Dan sepeda-sepeda itu sangatlah atraktif!

De Rosa adalah salah satu merek legendaris Italia, berpusat di Milan. Ada tiga sepeda yang bisa dipilih para pembalap, yaitu Protos, SK Pininfarina, dan King. Tahun 2019 ini adalah tahun keenam tim ini disokong oleh De Rosa.

Yang seru, mereka juga menggunakan grupset termutakhir dari Italia. Yaitu Campagnolo Super Record 12-speed.

De Rosa SK Pininfarina.

Protos adalah sepeda allrounder, bisa rim brake atau disc brake. SK Pininfarina cenderung aero dan hanya disc brake, sedangkan King adalah sepeda climber, hanya tersedia dengan sistem rim brake.

Senjata Nippo-Vini Fantini-Faizane ini akan dilengkapi dengan sadel Selle Italia, wheelset Campagnolo Bora Ultra, ban IRC, kokpit FSA, dan pedal Look.

De Rosa Protos.

Sementara itu, bagi penggemar balap sepeda di Asia, nama “Bardiani-CSF” mungkin yang paling familiar. Maklum, tim ini memang rajin datang ke Asia. Bahkan, ini adalah tim paling sukses di Tour de Langkawi, lomba paling besar di kawasan Asia Tenggara.

Pembalap andalan mereka adalah sprinter Andrea Guardini, pemenang etape terbanyak dalam sejarah Tour de Langkawi.

Silakan lihat desain seragamnya. Khas Italia bukan? Logo sponsor di mana-mana. Warna putih-sembur hijau dipadu oranye dan hitam. Seragam itu dibuat oleh Ale, merek Italia yang juga dikenal suka menampilkan corak-corak mencolok.

Lagi-lagi, untung sepedanya tidak jreng.

Setelah sebelumnya menggunakan merek Cipollini, mulai 2019 Bardiani-CSF akan memakai sepeda Italia lain: Guerciotti. Tipe yang akan jadi andalan: Eureka Air, sepeda ringan serbaguna.

Warnanya sangat nyaman di mata. Putih dominan dengan aksen hijau yang elegan!

Terakhir, Androni-Giocattoli-Sidermec. Tim ini telah melahirkan banyak bintang dunia. Termasuk Egan Bernal, yang sekarang siap jadi superstar bersama Team Sky.

Awal Januari ini, Androni telah merilis seragam barunya. Tidak mengejutkan, coraknya tidak kalah ramai dari dua tim Italia lain. Bahkan, lebih ramai! Dalam sejarahnya, ini memang tim dengan seragam paling ramai! Bisa dibilang tidak ada corak, hanya penuh dengan tulisan logo para sponsor dalam berbagai font dan warna!

Androni juga sudah menunjukkan sepeda untuk 2019. Mereka lanjut memakai merek Italia, Bottecchia. Warnanya memang tidak putih, tapi tidak kalah minimalis. Warnanya merah, dengan sedikit aksen putih.

Kiprah tim-tim Italia ini bakal paling banyak terasa di awal tahun. Karena lomba-lomba terbesar Italia banyak yang diselenggarakan di awal tahun. Termasuk di antaranya Giro d’Italia, grand tour pembuka 2019, yang berlangsung di bulan Mei. (mainsepeda/bersambung)

 

 


COMMENTS