Kategori usia Men 40 and Up di East Java Journey (EJJ) 2026 1.500 Km menjanjikan persaingan yang panas. Beberapa nama ultra-cyclist tenar akan meramaikan perebutan gelar juara tahun ini. Mulai dari John Boemihardjo, Joko Sumalis, Dony Febriana, Victor Sugiharto Halim, hingga Dwi Trijono.
John Boemihardjo jadi profil yang paling punya kans jadi juara. Dua tahun lalu, co-founder dan CEO Wdnsdy Bike itu jadi runner up EJJ 2024 di kategori yang sama. Ia menuntaskan rute 1.500 Km dalam kurun waktu 101 jam 10 menit 9 detik kala itu.
Yang terbaru, ia sempat menjajal rute 600 Km untuk EJJ 2026 pada Jumat, 23 Januari lalu. Dan, rekor waktunya 37 jam saja.
Baca Juga: John Boemihardjo Tuntaskan Rute EJJ 600 km dalam 37 Jam
Meskipun demikian, JB--sapaan John-- mengaku tidak terlalu memikirkannya. Ia hanya ingin fokus pada lajunya sendiri. "Tidak terpikir kalau saya, yang penting survive. Karena kalau kebawa bisa ajur tengah jalan," ujarnya.
John mengaku lebih memilih memikirkan strategi manajemen waktunya, khususnya untuk lokasi istirahat nantinya. "Aku ini aliran yang harus tidur. Jadi yang dipikirkan adalah tempat menginapnya ini," imbuhnya.
Penantang utamanya adalah Joko Sumalis, pair dari Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, di event-event ultra-cycling sepanjang 2025. Azrul dan Joko menjadi juara di kategori pair untuk EJJ 2025 dan tiga besar di Bentang Jawa 2025. Kali ini, Joko akan mencoba peruntungannya di kategori Solo.
Joko mengamini persaingannya dengan John. Tapi ultra-cycling soal melawan diri sendiri, dan ia punya ambisi pribadi yang ingin dicapainya. Cyclist 48 tahun itu berlatih konsisten sejak Desember 2025. Per Januari ini saja, ia total sudah mencapai jarak 3.200 Km.
"Ini soal mampu tidak mencapai target kita dengan porsi latihan kita. Targetnya finish under 100 jam," kata Joko.
Selain itu, juara bertahan EJJ 2025 di nomor 40 and Up, Dony Febriana, juga akan kembali ikut ambil bagian. Ultra-cyclist asal Bogor itu mengaku ketagihan mengikuti EJJ sekali lagi. Tahun lalu, Dony adalah ultra-cyclist debutan di EJJ. Hebatnya, ia langsung sukses meraih podium pertama.
Akan tetapi, ia mengalami kendala dalam persiapannya tahun ini. Pekerjaan membuat Dony sulit konsisten berlatih. Ia bekerja dengan dinamika satu bulan bekerja, dan satu bulan libur. Artinya ia hanya bisa berlatih bersepeda saat masa rehat. Sedangkan, ketika periode bekerja, ia hanya bisa berolahraga di dalam ruangan dengan memanfaatkan fasilitas gym.
"Ini saya lagi latihan lagi, baru pulang dari Papua. Kalau kata Pertamina mulai dari Nol ya," candanya.
Perihal persaingannya di kategori Men 40 and Up, Dony pun tak gentar. "Kalau saya gas aja," imbuhnya.
Kandidat podium lainnya adalah ultra-cyclist asal Sleman, Victor Sugiharto Halim. Pria 42 tahun ini sangat intens berlatih. Hal itu ia tunjukkan dalam akun media sosial pribadinya.
Victor mengaku persiapannya cukup matang. Ia mulai fokus berlatih sejak Desember 2025 lalu. Targetnya ialah berlatih 12-15 jam per pekannya. Namun, program latihan Victor sempat terganggu karena sakit.
"Tengah Januari sempat sakit satu minggu jadi latihan terganggu," sebut Victor.
Baca Juga: Dulu Cuma Jadi Dotwatcher, Kini Hafizh Anugrah Siap Taklukkan EJJ 1.500 Km
Meskipun demikian, Victor menyebut dirinya bukan kandidat peraih podium, apalagi jika harus bersaing dengan John. Ia memilih menatap target pribadinya sendiri, finish di bawah 115 jam.
"Kalau om JB itu sudah monster," tuturnya.
Penantang terakhir yang masuh hitungan adalah Dwi Trijono. Ultra-cyclist asal Malang itu adalah runner up di EJJ 2025 pada kategori Men 40 and Up. Seperti halnya Victor, Dwi juga seringkali membagikan foto atau video latihannya ke publik.
Dwi sendiri semakin berkembang sejak debutnya pada EJJ 2024 lalu. Tahun lalu, Dwi finish 1,500 Km dalam kurun 121 jam 54 menit 32 detik. Pencapaian luar biasa mengingat usianya yang hampir mendekati kepala enam.
"Targetnya jangan lebih dari lima hari," ungkap cyclist yang berprofesi sebagai ustaz ini.
East Java Journey (EJJ) akan menjadi event pertama di kalender Mainsepeda 2026. Seperti tahun sebelumnya, event ini bersifat unsupported dengan dua kategori jarak. Yaitu 1.500 Km (Race) dan 600 Km (Non-Kompetitif).
Mainsepeda sendiri saat ini telah membuka registrasi untuk single-event kalender Mainsepeda 2026. Dari EJJ 2026, Bromo KOM, Ngebel KOM, Nggravel Blitar, Nggravel Glenmore, dan West Java Journey (WJJ). Selain itu, terdapat pula paket bundling dengan potongan harga hingga 40 persen. Pendaftaran dilakukan melalui Mainsepeda App! (Mainsepeda)