Muncul sudah generasi baru dari Focus Izalco Max. Dengan perbedaan yang signifikan dibandingkan sebelumnya, Izalco Max lama terkenal sebagai allrounder bike berbobot ringan, 750 gram untuk size 56. Versi terbarunya, Izalco Max 2019 menjelma menjadi aero allrounder bike!

Izalco Max lama menekankan pada pemangkasan bobot dengan menggunakan kabel luar serta bentuk pipa frame yang bulat biasa. Beda dengan Izalco Max 2019, lebih menekankan pemangkasan watt dengan memasukkan unsur aerodinamika dan integrated parts (menyatu).  

Tapi Andrew James, kepala produksi sepeda Focus ingin keunggulan dari Izalco Max lama harus dipertahankan. Seperti pemilihan karbon, tingkat kekakuan, dan kenyamanan.

Sepeda asal Jerman ini menggunakan profil Kamm tail tubing dan banyak bagian yang menyatu (integrated). Tentu tanpa meninggalkan prinsip frame ringan. Focus mengklaim, perubahan bentuk frame ini meningkatkan aerodinamika sebanyak 6 persen dibandingkan model lama.

Karbon yang digunakan adalah ultra high modulus (60T) dan high modulus (40T). Dua tipe karbon ini digunakan di area head tube dan bottom bracket yang membutuhkan kekakuan maksimal.

Meskipun ada sentuhan aero bike, Izalco Max baru tidak menggunakan seat tube aero yang mepet dengan ban belakang. Juga tidak ada aerofoil yang nempel di fork maupun seatpost. Yang khas milik sepeda aero itu.

Bila dilihat lebih detil, bagian headtube dan fork termasuk radikal. James mengatakan bahwa headtube dibuat sependek mungkin. Lalu bagian crown fork dibuat se-menyatu mungkin dengan headtube. Sehingga menyisakan banyak ruang ban di fork. “Setelah kami tes, perubahan ini meningkatkan aerodinamika,” tukas James yang mengatakan bahwa fork ini bisa mengakomodasi ban ukuran 28 mm.

Stem dan handle bar juga dibuat menyatu. Tapi Focus cerdas, kabel-kabel tidak dimasukkan ke dalam stem seperti mayoritas sepeda aero lain. “Pemilik Izalco Max suka bepergian. Jadi kami harus membuat sistem stem dan handle bar yang memudahkan mereka paking sepeda,” ujar James.

Caranya? Kabel memang masuk ke dalam handle bar, tetapi keluar lagi di dekat stem dan secara rapi kabel melewati bawah stem. Sehingga sepintas dari depan seperti kabel internal dan menyatu semuanya.

Frame aero biasanya akan mengorbankan kenyamanan. Tapi tidak untuk Izalco Max 2019 ini. Meskipun seat tube dimajukan agar posisi duduk cyclist mirip sepeda time trial untuk meningkatkan efisiensi kayuhan, seatpost yang mempunyai bentuk D menggunakan offset 15 mm. Dipadukan dengan seatstay yang turun (dropped seatstay). Kombinasi ini untuk mengakomodasi kenyamanan.

Izalco Max 2019 hanya keluar dalam versi disc brake dan mengadopsi R.A.T thru-axle yang sangat cepat dalam pengoperasiannya.

Saat ini, Izalco Max tersedia dalam dua seri frame. Seri 9 dan seri 8. Seri 9 merupakan seri tertinggi yang hanya bisa menggunakan grupset elektrik Shimano Di2, Campagnolo EPS, atau Sram eTap.    

Bobot untuk frame seri 9 adalah 890 gram untuk size 56 cm. Dan fork berbobot 358 gram serta seatpost 215 gram. Berbeda dengan seri 8, yang bisa menggunakan grupset mekanikal atau elektrik. Meskipun mempunyai bentuk dan geometri yang sama persis tetapi komposisi karbonnya berbeda.

Frame Izalco Max seri 8 berbobot 1,040 gram untuk size 56 dan fork berbobot 380 gram. Seri 8 menggunakan seatpost yang sama dengan seri 9.

Tidak mau menghilangkan keunggulan sebagai sepeda yang responsif dan handling mantap untuk balap, Izalco Max 2019 masih menggunakan geometri yang sama dengan versi sebelumnya.

Perbedaan geometri yang signifikan adalah posisi bottom bracket drop yang naik dari 70 mm menjadi 78 mm. Tujuannya adalah untuk meningkatkan stabilitas apalagi saat digunakan untuk balapan. Secara keseluruhan, perubahan bentuk Izalco Max 2019 ini membuat lebih efisien 12 watt dibandingkan model sebelumnya.

Focus Izalco Max 2019 ini dijual dalam versi frame set dan full bike. Untuk full bike sudah termasuk handle bar Easton EC90 aero carbon, stem Izalco Max custom carbon, sadel ProLogo Dimension, wheelset DT Swiss ARC 1450 DiCut 48mm. Tentu dengan harga yang variatif tergantung pilihan grupset, bisa Shimano Dura-Ace Di2, Ultegra, 105, atau Sram eTap.   (mainsepeda)

Foto : Focus Bikes


COMMENTS