Tour de Ambon Manise, Bersepeda 236 km Beristirahat Tidur di Tenda
by - November 20, 2018

Tour de Ambon Manise adalah even turing sepeda paling seru dan spektakuler. Sejak mendarat di bandara Pattimura, Ambon, seluruh peserta yang datang dari luar Maluku dijemput oleh polisi. Bagasi serta bike bag pun diurus oleh mereka.

Benar-benar totalitas yang dilakukan oleh Irjen Pol Drs. Royke Lumowa, M.M, Kapolda Maluku beserta jajarannya dalam memanjakan cyclist yang ikut even Tour de Ambon Manise.

“Saya baru menjabat Kapolda sejak Agustus 2018. Saya ngobrol-ngobrol di grup whatsapp menawarkan gowes di Ambon. Wuih, responnya sangat baik dan antusias. Maka kita seriusi bikin even ini,” tutur Royke yang ikut menjemput rombongan di bandara Pattimura.

Dicarilah tanggal yang tidak mengganggu jadwal Royke. Jadilah turing gowes selama tiga hari, 17 – 19 November. “Kebetulan tanggal 20 November tanggal merah sehingga teman-teman bisa cuti di hari senin,” kata Royke yang awalnya menargetkan 300 peserta tapi membludak menjadi 435 cyclist datang dari seluruh Indonesia.

Irjen Pol Drs. Royke Lumowa saat memimpin rombongan start Tour de Ambon Manise, 17-19 November.

Pria ramah ini mengatakan ingin sekali mempromosikan Pulau Ambon serta Pulau Seram yang sudah terkenal akan keindahannya. Apalagi dieksplor dengan sepeda pasti lebih berkesan dibandingkan dengan motor atau mobil.

Hari pertama, turing sejauh 110 km start dari hotel Natsepa di Pulau Ambon. Lalu memasuki kota Ambon dan melewati patung Martha Christina Tiahahu, sebagai salah satu ikon ibukota Maluku.

Meski di dalam kota, ternyata banyak juga tanjakan-tanjakan yang cukup mengagetkan. Meski tidak curam dan tidak panjang. Seperti tanjakan Karang Panjang yang bisa melihat kota Ambon dari ketinggian.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke arah luar kota dan mengelilingi hampir setengah Pulau Ambon. Rute sepanjang pantai membuat perjalanan ini sangat menawan. Didukung cuaca yang cerah, tidak terlalu panas karena banyak pepohonan di sepanjang rute.

Kasdam Kodam XVI/Pattimura, Brigadir Jenderal TNI Asep Setia Gunawan, S.Ip (helm hijau) ikut bersepeda selama tiga hari.

Ikon wisata Batu Layar yang berada di kawasan desa Larike di kilometer 71 jadi tempat pitstop sekaligus berfoto. “Setelah ini akan ada tanjakan curam dan panjang dengan maksimal gradien 28 persen. Sebanyak dua kali!” bilang Robert Chandra, salah satu road captain asal Ambon.

Benar saja, tidak sampai 10 km keluar dari Batu Layar, tanjakan di kawasan desa Liliboi menyambut. Mayoritas cyclist menuntun sepedanya melewati tanjakan yang maksimal gradiennya adalah 28 persen!

H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP., Gubernur Jawa Tengah bersama istri berfoto dengan latar belakang Batu Layar.

Eksplorasi pulau Ambon untuk hari pertama berakhir di kilometer 87 yaitu desa Ureng. Disinilah 435 cyclist transfer naik kapal menuju Pulau Seram. Totalitas panitia sangat maksimal. Tiga buah kapal fast boat dicarter khusus.

Paling keren, bagian atap dari kapal dibikinkan rak untuk parkir sepeda! Dan itu dibikin hanya untuk even ini! “Tidak ada cara lain untuk memindahkan ratusan cyclist ke Pulau Seram selain kita harus bikin bike parking di atas atap kapal,” tukas Royke.

Perjalanan dengan kapal ditempuh dalam 2,5 jam. Setiba di pelabuhan Ina Marina kota Masohi, Pulau Seram hari telah sore menjelang malam. Royke, pria lulusan Akpol 1987 ini memimpin rombongan cyclist gowes menuju lapangan Polsek Waipia sejauh 30 km. Disinilah seluruh cyclist akan beristirahat.

Ya, istirahat di lapangan! Ada 15 tenda barak polisi dibangun di lapangan parkir seberang Polsek Waipia, Maluku Tengah ini. Setiap tenda barak berisi 48 folding bed.

Di sinilah serunya, perjalanan cyclist penuh petualangan dan kesan mendalam! Bagaimana dengan mandi? Lagi-lagi memanfaatkan tenda barak. Di dalam tenda dibangun bilik-bilik kamar mandi dengan bahan kayu dan terpal.

Di bagian bawah diberi lapisan kayu palet. Dan di setiap bilik terdapat satu galon besar berisi air bersih lengkap dengan gayung mandinya. Di tenda yang lain dibangun juga bilik-bilik khusus untuk toilet!

Oya, tenda tidur, mandi, dan toilet ini dibedakan untuk pria dan wanita! Sangat matang, detil dan total persiapan dari jajaran kepolisian Maluku untuk memanjakan cyclist ini!

“Bukan kita tidak bisa menyediakan hotel tetapi di daerah Maluku Tengah ini tidak ada hotel yang bisa menampung ratusan cyclist. Jadi kita bangun ‘hotel’ ala polisi. Back to nature dikit!” tutur Royke yang juga tidur dan mandi di barak bersama peserta.

Gowes hari kedua tidak panjang hanya 55 km. Tapi elevasinya mencapai 1.800 meter di atas permukaan laut! Kali ini “menyeberang” dari selatan Pulau Seram menuju bagian utara. Dari lapangan Polsek Waipia menuju pantai Ora.

Etape ini bukanlah tanjakan yang terus menerus. Tetapi bertipe rolling. “Meski begitu tanjakannya gila banget. Sekali menanjak gradiennya bisa 20 persen. Tapi tidak terlalu panjang,” tutur Daffa Hikari, cyclist dari Jakarta.

Di bagian akhir, sekitar dua kilometer ada “menu” penutup tanjakan yang mematikan untuk mayoritas cyclist sebelum mencapai desa Saleman. “Gilaaa… tanjakannya tidak ada habisnya. Gradien juga sangat tinggi. Turunnya juga curam banget!” bilang Dary Sagi, cyclist asal Jakarta.

Memang ini adalah tanjakan terakhir, karena dari atas gunung ini terlihat indahnya pantai Ora yang dikelilingi tebing tinggi. Setelah puas berfoto, seluruh cyclist turun menuju dermaga Waipirit di desa Saleman untuk naik speed boat. Tujuannya ke pantai Ora, pantai Nusa Nalan, dan pantai Air Belanda.

“Inilah kami ingin memperkenalkan pariwisata Maluku. Sengaja tidak tinggal di desa Saleman tapi seluruh peserta kita sebarkan ke pantai di sekitar Pulau Seram. Menikmati keindahan pantai yang sangat jernih airnya dan sangat natural,” pungkas Royke yang gembira karena banyak peserta dari manca negara seperti Norwegia, Swiss, dan Brazil.

Lagi-lagi, tidak banyak cottage atau villa yang bisa menampung seluruh peserta. Tenda polisi dibangun persis di pinggir pantai. Malam hari ditutup dengan pesta ikan bakar dan karaoke.

Pantai Ora di Pulau Seram yang indah dan terkenal dengan kejernihan airnya.

Hari ketiga adalah hari terakhir gowes. “Rasanya tidak ingin pulang. Rutenya mantap, makananya sip banget, pemandangannya aduhai indahnya,” tutur Baron, cyclist asal Jakarta yang menggunakan sepeda lipat Tyrell.

Hari itu, gowes balik ke pulau Ambon. Dari penginapan naik speed boat ke dermaga Waipirit lalu naik mobil ke desa Rumah Kay. “Dari Rumah Kay ke dermaga Liang jaraknya 33 km sebelum menyebrang balik ke Pulau Ambon. Silahkan buat yang ingin kebut-kebutan KOM. Ada hadiahnya!” tutur Royke yang berterima kasih kepada para sponsor BRI, BNI46, Pertamina, Jasa Raharja, dan Aqua.

Alhasil, 69 cyclist mendaftarkan diri untuk ikut adu cepat menuju dermaga Liang. Setelah melalui rute full flat itu, Thie Hong Peng, cyclist anggota UNCC Surabaya berhasil finis pertama dan masuk kapal ferry untuk menyeberang kembali ke Pulau Ambon.

 

“Rutenya mayoritas flat tapi anginnya sangat kencang. Banyak juga cyclist yang kuat dan berusaha jadi pemenang. Tapi kami juga mempunyai strategi sebagai tim dari Surabaya,” tutur Hong Peng.

Setiba di hotel Natsepa di pulau Ambon, acara yang melibatkan 490 personil polisi dan 80 unit kendaraan mobil ini diakhiri dengan makan malam bersama, penyerahan hadiah untuk pemenang KOM, dan ucapan terima kasih dari Royke kepada seluruh peserta.

Royke Lumowa menyerahkan hadiah juara 1 KOM kepada Thie Hong Peng. 

“Kami berterima kasih kepada pak Royke yang sudah membuat acara keren ini dan saya yakin bahwa harapan pak Royke untuk mempromosikan pariwisata Maluku akan berhasil. Seluruh peserta akan posting di sosmed betapa indahnya Maluku, mulusnya jalan di sini, dan keramahan seluruh warga. hampir di sepanjang rute, kami disambut seperti pembalap kelas dunia. Jangan kaget nanti kalo banyak orang datang ke Maluku,” tutup Sonny, cyclist asal Manokwari. (mainsepeda)

Hasil lomba KOM Tour de Ambon Manise :

Kelas Man

1. Thie Hong Peng - UNCC Surabaya

2. Cahyo Yao T Liem - Nabire Papua

3. Ahmad Yani - Jakarta

4. John Boemihardjo - AASoS Surabaya

5. Jimmy Tjoa - AASoS Surabaya

6. Ferry Palar - MCM Manado

7. Peter - Jakarta

8. Jansen - KGB Jakarta

9. Simon Pasaribu - JakCC Jakarta

10. Royke Lumowa - Ambon Maluku

Kelas Women

1. Melia Sutedja - Jakarta

2. Nina - Happy Monday Solo

3. Suzie Milano - Jakarta

4. Putri - NTMC Korlantas Polri Jakarta

5. Rizka - NTMC Korlantas Polri Jakarta

6. Khulut - NTMC Korlantas Polri Jakarta

7. Eveline - Sorong

8. Lulu 

9. Maryam 

 Foto : Roy Ely, dokumentasi panitia dan tim mainsepeda


COMMENTS