Dedikasi luar biasa Ernesto Colnago di dunia industri sepeda diganjar penghargaan oleh lembaga pendidikan tinggi, Politeknik Milan. Mereka memberikan gelar Doktor Kehormatan di bidang Teknik Mesin. Menariknya Colnago menerimanya di usia senja, tepatnya umur 93 tahun. Walaupun begitu, ia tetap bersemangat menghadiri penganugrahan gelar terhormat itu. 

"Atas nama pemerintah Republik Italia, saya menganugerahkan gelar master kehormatan di bidang teknik mesin kepada Ernesto Colnago. Lulusan dapat menggunakan gelar master dalam bentuk, metode, dan tanggung jawab yang ditetapkan oleh undang-undang. Dalam melaksanakan pekerjaannya, lulusan telah menunjukkan martabat yang melekat pada profesi teknik." kata Rektor Donatella Sciuto yang didampingi oleh Direktur Departemen Marco Belloli dan Dekan Sekolah Teknik Industri dan Informasi Lorenzo Dozio. 

Pada momen bersejarah itu, keluarga dan rekan-rekan dekat Colnago menyempatkan hadir. Di antara mereka terdapat mantan Menteri Pembangunan Vittorio Colao, Fabio Capello dan Beppe Saronni. 

Baca Juga: Josh Tarling Curi Panggung ITT, Roglic Curi GC Giro

Setelahnya, Colnago diberikan kesempatan untuk melakukan Lectio Magistralis atau memaparkan pengetahuan dan wawasannya. Ia berpidato selama 30 menit dan bercerita banyak hal. 

"Hal terpenting dalam hidupku, sangat disayangkan bahwa hanya satu orang yang hilang, Vincenzina-ku, yang telah menemaniku selama 70 tahun dan telah menemaniku dalam pikiranku selama tujuh tahun terakhir," kata Colnago mengenang istrinya di awal pidatonya. 

Semua orang terdiam mendengar ceramah sang maestro. Tampak pula raut wajah kagum melihat pria 'kepala sembilan' menggunakan topi dan toga akademis. 

Ernesto Colnago berbincang dengan Rektor Politeknik Milan Donatella Sciuto dan jajarannya. 

"Saya masih tidak percaya. Saya telah menerima banyak penghargaan, tetapi ini adalah penghargaan yang paling membuat saya bangga, puncak dari kehidupan yang didedikasikan untuk penelitian dan pengembangan sepeda," imbuh Colnago. 

Banyak episode kehidupan yang ia ceritakan, tapi yang paling menonjol ialah inovasinya di dunia sepeda. Ya, Ernesto Colnago adalah pendiri brand sepeda Colnago yang terkenal itu. Brand yang saat ini wara-wiri di layar kaca dan digunakan oleh Tadej Pogacar dan rekan-rekannya di UAE Team Emirates-XRG. 

Meski ia sudah bukan pemilik tunggal brand Colnago sejak saham mayoritas di akusisi Chimera Investment LCC pada 2020 lalu. Namun, Ernesto Colnago tetap berperan di dalam perusahaan sebagai salah satu jajaran direksi. 

Colnago memulai kariernya sebagai pekerja di perusahaan sepeda Gloria pada usia 13 tahun dan kemudian menjadi mekanik untuk tim sepeda Fiorenzo Magni. Pada 1950-an, perusahaan sepeda miliknya sendiri, Colnago didirikan di Cambiago, Italia. Colnago memulai bisnisnya dengan memproduksi frame sepeda dan kemudian berkembang menjadi salah satu produsen sepeda terkemuka di dunia.

Baca Juga: Gali Cara Finis Strong Bromo KOM Versi RBB Palembang

Colnago dikenal karena inovasi dalam desain dan manufaktur sepeda, termasuk penggunaan serat karbon dan desain frame yang unik. Ia juga menciptakan teknik cold-bending untuk membuat fork sepeda yang lebih elastis dan tahan lama.

Dalam sejarahnya sepeda Colnago berperan besar mendukung pembalap-pembalap hebat meraih pencapaian tertinggi. Termasuk legenda hidup Eddy Merckx, Giuseppe Saronni, dan Tadej Pogacar. Nama terakhir jadi buah bibir musim lalu karena raihan triple crown yang mengkombinasikan dua gelar GrandTour dan trofi Kejuaraan Dunia UCI. (Mainsepeda)

Populer

Raih Gelar S3 di Sydney, Wisuda ‘Sarjana Ultra’ 1.500 Km di EJJ 2026
EJJ 2026: Pasangan Ayah-Anak Miswanto dan Yusuf Kibar Tambah Koleksi Juara Pair
EJJ 2026: ’Ultra Women’ Ivo-Fian Rebut Podium ke-3 Pair sekaligus Lantern Rouge
EJJ 2026: Kabar Duka Memaksa Marcus-Aloysia DNF, Batalkan Piknik Bersepeda Lipat Keliling Jatim
Hari Sepeda Dunia, CEO Brompton Berikan Edisi Merah Putih untuk Dubes RI
Komunitas di Kalsel Gowes Banjarmasin-Samarinda
EJJ 2026: Finish Strong 1.500 Km! John Boemihardjo Segel Podium Men 40 and Up untuk Kali Ketiga
EJJ 2026: Tidur Hanya Dua Jam, Hendri Resmi Diwisuda sebagai ‘Sarjana Ultra’ 600 Km
Setelah 22 Tahun, Groupama-FDJ Berpisah dengan Sepeda Lapierre
Jamal Juara Men Elite, Nurul Podium Women Elite