Ada 30 Tanjakan di Tour de France 2019

 

Rute Tour de France 2019 resmi diluncurkan di Paris, Kamis malam, 25 Oktober. Edisi tahun depan itu tergolong istimewa, karena merayakan dua momen penting sekaligus. Pertama, 100 tahun digunakannya yellow jersey sebagai penanda juara. Kedua, 50 tahun kemenangan pertama sang legenda Eddy Merckx di lomba paling bergengsi tersebut

Lomba tiga pekan itu akan dimulai di Brussels, Belgia, pada 6 Juli 2019. Di negeri asal Merckx, yang sepanjang karirnya memenangi 525 lomba dan lima kali juara Tour de France.

Eddy Merckx.

Rute pun tergolong lebih “mendongak ke atas” bila dibandingkan tahun-tahun kebanyakan. Tidak tanggung-tanggung, total akan ada 30 tanjakan di dalam 21 etape, di dalam total jarak 3.460 km.

Total time trial-nya relatif sedikit. Hanya ada team time trial (TTT) sejauh 28 km, plus individual time trial (ITT) di jalanan rolling naik turun sejauh 27 km.

Jadi, untuk meraih juara overall, seorang pembalap harus benar-benar jagoan di tanjakan. Apalagi, lima etape akan ditentukan di puncak tanjakan, semuanya di atas 2.000 meter.

Tiga di antaranya tergolong sangat kejam. Misalnya finis di puncak Tourmalet, di ketinggian 2.115 meter. Juga finis baru di puncak La Planche des Belles Filles, berupa jalanan gravel (kerikil) dengan kemiringan di atas 20 persen!

Puncak La Planche des Belles Filles.

Yang paling menyakitkan mungkin adalah tanjakan penutup, yang akan jadi tempat mengunci juara di penghujung Etape 20. Yaitu di kawasan ski resort Val Thorens. Tanjakan ini sangat jarang dipakai di Le Tour. Kali terakhir pada 25 tahun lalu.

Walau kemiringan rata-ratanya hanya 5,5 persen, tanjakan ini kejam karena panjangnya lebih dari 33 km! Bayangkan, sejauh itu para pembalap harus adu kecepatan dan ketahanan. Dan bakal sangat seru bila persaingan yellow jersey masih ketat saat berada di tanjakan itu!

Dia yang memimpin general classification (GC) di Val Thorens hampir dipastikan bakal jadi juara overall saat lomba berakhir di jalanan Champs-Elysees, Paris, 28 Juli 2019.

Sejumlah bintang ikut menghadiri acara yang diselenggarakan oleh ASO (Amaury Sport Organisation) tersebut. Termasuk Geraint Thomas dan Chris Froome, pemenang lomba ini dari Team Sky.

Froome sendiri akan mencoba meraih kemenangan kelima dalam karirnya tahun depan. Walau tak banyak time trial, dia tetap akan jadi unggulan.

“Ini rute yang berat. Semua rute Tour de France sebenarnya berat, tapi yang ini menonjol karena ada banyak finis di ketinggian lebih dari 2.000 meter,” ujar pembalap Inggris itu.

Tidak lama lagi, dua grand tour lain, Giro d’Italia dan Vuelta a Espana juga akan meluncurkan rutenya. Setelah itu, baru kita akan mengetahui bintang mana akan memilih lomba yang mana. (mainsepeda)

 Foto : Getty Images


COMMENTS