Persiapan jelang Kediri Dholo KOM 2024 yang akan digelar pada 14 Juli mendatang terus dimatangkan. Pemkab Kediri menggelar rapat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) untuk membahas detail acara pada Senin, 10 Juni. Terutama konsolidasi fasilitas-fasilitas pendukung yang akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan jalannya cara. 

"Ini acara rutin tiap tahun. Yang jelas Mas Bupati memberikan fasilitas untuk membantu secara keseluruhan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Adi Suwignyo. 

Kediri Dholo KOM tahun ini akan memasuki ajang keempat. Event one-day race tahunan yang digelar Mainsepeda tersebut sudah diadakan sejak 2021 lalu.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan terlibat langsung dalam event. Mereka antara lain Bagian Umum Pemkab Kediri, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Rapat bersama bertujuan untuk mematangkan persiapan Kediri Dholo KOM 2024.

Beberapa poin menjadi pembahasan dalam pertemuan lintas sektoral ini. Dari kesiapan rute, lokasi start, hingga sterilisasi lintasan agar para peserta aman mengikuti ajang bersepeda yang masuk dalam rangkaian East Java Trilogy tersebut.

"Kita semua berharap event ini mampu meningkatkan potensi wisata di Kediri. Apalagi saat ini akses menuju Kediri sangat mudah. Sudah ada bandara. Para wisatawan bisa ke sini dari berbagai daerah. Karena itu, kami akan membantu semaksimal mungkin untuk menyukseskannya," kata Adi. 

Usai rapat, tim dari Mainsepeda dan sejumlah OPD mengunjungi sejumlah lokasi yang akan dilalui para peserta. Lokasi-lokasi tersebut merupakan ikon Kabupaten Kediri. Beberapa diantaranya adalah Monumen Simpang Lima Gumul atau Tugu SLG dan Bandara Dhoho yang menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Kediri. Seperti tahun lalu, lokasi-lokasi ikonik di Kediri tersebut akan dilewati oleh para cyclist.   

Tim dari Mainsepeda bersama perwakilan Bagian Umum Pemkab Kediri sedang melakukan survei di Tugu SLG.

Kediri Dholo KOM bakal digelar pada 14 Juli 2024 dan menjadi event kedua East Java Trilogy setelah Antangin Bromo KOM X pada 18 Mei lalu. Berbeda dengan Bromo KOM, tanjakan di Kediri Dholo KOM diklaim lebih berat. Khususnya di tanjakan terakhir. Bahkan sampai ada yang melabeli 'Ingat Kediri, Ingat Kelok 9 dan Gigi 1'. 

Kelok 9 tercipta karena Pemkab Kediri memodifikasi tanjakan yang awalnya lurus menjadi berkelok-kelok untuk mengurangi kemiringan. Tujuannya, warga lebih mudah melewatinya. Namun, bagi cyclist, kelok 9 menjadi tantangan yang memacu adrenalin. 

Selain itu, para cyclist juga akan berhadapan dengan tanjakan gigi 1 yang memiliki gradient lebih dari 20 persen. Biasanya menjadi lokasi favorit nuntun bareng. Karena kalau dipaksa mendaki bisa terjatuh atau kram. (Mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 13: Mauro Schmid Pecah Telur, Pogacar Masih Memimpin GC
Pogacar Berpeluang Tampil di Vuelta a España, Pangeran Albert Ungkap Niatnya
Pogacar Fokus Juara Tour de France 2026, Bukan Pecahkan Rekor
Tour de France 2026-Etape 12: Tim Merlier Hat-trick Menang Sprint
Tour de France 2026-Etape 11: Søren Wærenskjold Menang Sprint dan Pecahkan Rekor Kecepatan
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Tour de France 2026-Etape 10: Pogacar Menang Lagi, Jarak dengan Vingegaard Makin Melebar
Tanjakan Menuju Telaga Ngebel Ramah Tapi Unik, Peserta KAI Ngebel KOM Jangan Khawatir!
Legenda Naga Baru Klinting, Kisah Epik di Ujung Finis KAI Ngebel KOM 2026
Shimano CUES, Ekosistem Baru Pengganti Grupset di Bawah 105