Produsen apparel SUB Jersey meluncurkan jersey spesial untuk menyambut East Java Journey (EJJ) 2024. SUB telah menyiapkan tiga jersey yang disesuai dengan kategori yang diperlombakan, yakni dua jersey khusus untuk kelas 1.500 Km dan satu jersey untuk kelas 600 Km. 

Berbeda dengan tahun lalu yang mengusung kekayaan etnik dan budaya di Jawa Timur. SUB kali ini merilis desain yang terinspirasi dari kondisi alam jalur-jalur yang akan dilalui peserta EJJ 2024. 

Warna perpaduan light dan dark green pada jersey kategori 1.500 Km mencerminkan nuansa alam yang menantang, yakni indahnya pepohonan dan curamnya tanjakan di jalur EJJ kali ini. Selain itu, warna gelap juga menggambarkan beratnya tantangan sepanjang rute yang akan dilalui peserta. 

"Perpaduan warna gelap dan terang menunjukkan rintangan dan tantangan sepanjang rute yang berat seperti tanjakan, tikungan yang tajam, dan turunan yang curam," jelas Wear Design Manager SUB, Iwan Kurniawan. 

Inspirasi SUB memang fakta adanya. Seperti yang diketahui, EJJ 2024 memberikan lebih banyak tantangan dari edisi perdananya. EJJ 2024 akan menempuh jarak 1.500 Km dengan rute tanjakan mencapai 14.000 meter. 

Jalur yang paling dinanti para peserta ialah tanjakan di kawasan Gunung Ijen. Rute ini akan menjadi salah satu segmen terberat di East Java Journey (EJJ) 2024. Tanjakannya panjang sejauh 40 km, dengan kemiringan maksimal di atas 30 persen. Namun, di antara ”siksaan” itu pemandangan di sana sangat indah.

Jersey EJJ 2024 kategori 600 Km

Sementara itu, jersey kelas 600 Km akan menggunakan gradasi warna biru turquoise. Warna ini dipilih untuk memvisualisasikan warna air bendungan, teluk, dan sungai yang dilalui cyclist sepanjang perjalanan. Rute 600 km memang melewati banyak kawasan perairan.

Tak hanya soal desain, SUB juga memastikan kualitas dan kenyamanan jersey buatannya tersebut. Jersey EJJ 2024 dibuat dengan bahan Pro berkualitas tinggi yang lembut. Selain itu, jersey ini memiliki kelebihan quick dry sehingga mampu menyerap keringat dengan baik. 

"Perjalanan panjang peserta East Java Journey (EJJ) 2024 akan tetap nyaman karena jersey terasa sejuk dan dingin saat dikenakan," imbuh Iwan. 

Kategori 1.500 Km akan memulai balapan pada Senin pagi 26 Februari dengan batasan waktu 160 jam. Kategori ini bersifat kompetitif dengan berbagai kelompok umur. Mulai dari Men 40 and up, Men 39 and under, Women 40 and up, Women 39 and under, Men Pair, dan Mixed Pair (a man and a woman. Semua yang mampu menuntaskan rute di bawah cut off time mendapatkan finisher trophy. (mainsepeda)

 

Populer

EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga
EJJ 2026: Lepas Aerobar sejak di Blitar, Zidan Makin Melesat Menuju Finis di Surabaya
EJJ 2026: Three-Peat! Zidan Raih Gelar ’Sarjana S3 Ultra'
EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
EJJ 2026 - 600 Km: Cyclist Mix Prancis-Sunda Bawa Jimat Keberuntungan Multifungsi
EJJ 2026: Finish Strong 1.500 Km! John Boemihardjo Segel Podium Men 40 and Up untuk Kali Ketiga
EJJ 2026 - 600 Km: Target Finis 48 Jam, Muhammad Faris Andalkan Manajemen Body Clock
EJJ 2026: Persaingan Sengit Podium Pair
EJJ 2026: Dilema Bambang Hartana, antara ‘Tugas Negara’ dan Target Mengejar CoT di CP 2
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!