Dari kiri: Reza Gautama, Ardian Bayu Wicaksono, Puruhito Eko, dan Fadilla Ifad.

Empat peserta Journey to TGX ini cukup unik. Reza Gautama, Ardian Bayu wicaksono, Puruhito Eko, dan Fadilla Ifad, punya janji ”setia”, bersama dari start di Surabaya hingga finis di Trenggalek. Mereka memiliki profesi yang sama, dokter spesialis urologi.

Di antara keempatnya, Ifand, sapaan Falilla Ifad paling awal serius sepedaan. Sejak 2015 pria asal Malang itu sudah aktif. Rekan-rekannya baru menyusul saat pandemi lalu. Lepas pandemi, ternyata mereka benar-benar jatuh cinta pada sepeda. Semakin serius latihan, hingga akhirnya berani menjajal ultra cycling. 

Reza, Bayu, dan Puruhito tahun lalu debut ikut event gowes jarak jauh 200 km di Jogjakarta. Ifand sudah ikut banyak event ultra cycling. Bahkan, Agustus lalu ia ikut ajang legendaris di Eropa, Paris-Brest-Paris.

”Saya crash dan tidak finis pada kilometer 1.170. Saya ditabrak peserta lain yang mungkin ngantuk, sepeda rusak, tangan kiri saya patah,” kata Ifand sambil menunjukkan jahitan bekas operasi di lengan kirinya. ”Cukup lama istirahat, tapi optimistis dong finis sebelum cut off time besok di Trenggalek,” yakinnya.

Sebagai catatan, Paris-Brest-Paris adalah event bersepeda 1.200 km. Sudah sangat tua, mulai diselenggarakan 1891. Untuk bisa ikut event itu, harus punya track record tertentu dalam bersepeda mandiri jarak jauh.

Baca Juga: Penasaran Rute Journey to TGX, Sekaligus Ingin Uji Jaket Baru SUB Jersey

Paling kuat di antara rekan-rekannya, Ifand menyatakan akan setia bersama dari start sampai finis. Start pukul 05.00 WIB dan cut off time pukul 22.00 WIB, ia menilai waktu cukup.

Sebagai gambaran, waktu event di Jogjakarta sejauh 200 km, mereka berempat finis 12 jam. Saat itu juga finis bersama. Dengan persiapan yang lebih matang, juga jam terbang yang lebih panjang, mereka yakin bisa lebih cepat.

”Saya sudah ikut beberapa kali event Mainsepeda, termasuk Bromo KOM, selalu seru, servis oke, banyak makanan, jadi kami sepakat ikut Journey to TGX,” ucap Ifand.

Baca Juga: Bobot Turun 40 Kg, Andrew Mead Siap Finish Strong Journey to TGX

Sebagai dokter spesialis urologi, mereka mengajak masyarakat untuk aktif bersepeda. Yang mau menjajal ultra cycling, jangan khawatir pada mitos bahwa bersepeda jarak jauh akan menimbulkan masalah kesuburan pada pria.

”Kalau habis bersepeda jauh lalu kemeng (ngilu) pada ”bagian itu”, artinya ada yang tidak pas fitting sepeda, bip short, atau sadel. Sudah banyak penelitian dan publikasi yang menjelaskan, bersepeda jarah dekat atau jauh itu bikin tambah jantan,” kaya Bayu.(mainsepeda)

Populer

Rute "Two-Face" West Java Journey 200 Km
Daftar Perlengkapan yang Wajib Dibawa Peserta West Java Journey 2026, Rem dan Lampu Lumayan Krusial
Siap-Siap! Ini Tata Cara Pendaftaran West Java Journey 2026 via Mainsepeda App
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Kantor Radar Cirebon Jadi Lokasi Start dan Finish WJJ 2026  
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Kolom Sehat: NC yang Bukan Necromancer
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Tour de France 2026-Etape 4: Pedersen Menang Dramatis, Pogacar Kehilangan Jersey Kuning