Hormati Pegoretti dengan Jersey Hitam dan Gowes 62 Km

Dario Pegoretti, 62, telah pergi meninggalkan kita semua hari Kamis, 23 Agustus. Tapi builder eksentrik asal Italia ini meninggalkan kenang-kenangan yang tak ternilai harganya, frame klasik berbahan steel dengan warna dan corak yang unik.

Di Indonesia, Pegoretti mempunyai banyak penggemar. Salah satunya, komunitas AWWsome Cycling Club (AWW) Jakarta. Mereka punya cara unik untuk memberikan penghormatan terakhir pada sang maestro yang dilaksanakan pada hari Minggu, 26 Agustus.

“Hari ini kami mengadakan acara A Ride To Remember – Ciao Dario. Yaitu gowes sejauh 62 km sesuai usia almarhum. Berangkat dari Cyclo SCBD jam enam pagi menuju Senopati, Gatsu sampai ke Pantai Mutiara lalu foto-foto dan balik ke arah Halim dan Tendean dan finis jam sembilan di toko Sepeda Kita SCBD,” tutur Ricky Renaldo, salah satu pentolan AWW.

Suasana 25 cyclist berangkat dari Cyclo SCBD merayakan A Ride To Remember - Ciao Dario.

Selain komunitasnya sendiri, Ricky juga mengundang dari komunitas lain. “Semua pemilik Pegoretti boleh gabung. Atau bukan pemilik Pegoretti tapi peduli dan ingin berkabung bersama juga kita welcome,” imbuhnya.

Tercatat sekitar 25 pemilik sepeda gowes bersama. Terbagi 13 cyclist menggunakan Pegoretti dan sisanya sepeda merek lainnya. “Penghormatan terakhir, kita pakai jersey hitam dan berdoa bersama di titik start lalu di titik finis tanda tangan plakat” imbuh pria ramah ini.

Doa bersama sesaat sebelum start gowes untuk mengenang Dario Pegoretti.

Ardian Wiryawan, pemilik Pegoretti seri Marcelo Ciavete sangat antusias dengan gowes hari ini. “Saya iseng pernah kirim email ke beliau saya tanya bisakah saya beli Marcelo tanpa warna. Saya tidak berharap dibalas. Eh, ternyata email saya dibalas langsung oleh beliau dan saya sangat kaget. Beliau mengatakan tidak mau memberikan bare metal karena akan mengurangi daya tahan besi dan memperpendek usia frame. Dengan balasan email ini, jadi ada ikatan emosional antara sepeda saya dengan Pegoretti. Saya sangat kehilangan beliau,” cerita anggota AWWsome Cycling Club.

Foto bersama di Pantai Mutiara sebelum kembali ke SCBD dan finis di toko Sepeda Kita.

Tak hanya Ardian, Armand Furhad juga sangat antusias. Menurutnya ini adalah cara terbaik untuk memberikan penghormatan terakhir dari cyclist untuk frame builder kelas dunia.

“Buat saya, Pegoretti tidak ada tandingannya. Dia itu frame builder sekaligus seniman lukis jadi setiap framenya seperti lukisan. Saya beruntung memiliki dua karyanya. Jadi ini adalah penghormatan saya untuk sang seniman. Ciao Dario!” tukasnya.

Ricky berterima kasih kepada toko Sepeda Kita SCBD yang telah mendukung acara dadakan penuh makna ini.

Ricky sangat gembira dengan antusiasme teman-teman sesama cyclist dengan mengikuti acara dadakan ini. “Terima kasih kepada teman saya, Hendry dari Sepeda Kita yang telah mendukung acara ini dengan memberikan kaos bertanda tangan Pegoretti sebagai doorprize. Dimenangkan oleh Lius Wibowo,” tutup Ricky. (mainsepeda).

 

Berfoto bersama setelah menandatangani plakat kenang-kenangan ride di hari Minggu, 26 Agustus ini.

 

Gowes bersama di Minggu pagi untuk memperingati meninggalnya sang maestro sepeda, Dario Pegoretti.

Lius Wibowo mendapatkan doorprize dari toko Sepeda Kita berupa kaos yang didatandatangani oleh Dario Pegoretti. 

 


COMMENTS