Mark Cavendish akan kembali mengikuti Giro d’Italia 2023 di Abruzzo akhir pekan ini. Pembalap asal Inggris itu menargetkan kemenangan etape yang ke-17 kalinya di Giro d’Italia.

Tahun lalu Cavendish berhasil merebut juara di etape ketiga Giro d’Italia 2022. Sebelum itu, cukup lama Cavendish absen meraih gelar di Giro d’Italia. Sebelum Giro 2022, ia terakhir kali merebut kemenangan etape pada 2013. Pembalap 37 tahun itu mengawali debutnya di Giro d’Italia, 15 tahun lalu.

Cavendish telah meraih kemenangan Giro di berbagai daerah di Italia. Ia berhasil meraih juara di 11 dari 20 wilayah. Dari Catanzaro, Napoli, Milan hingga Citadella. Cavendish juga berhasil meraih kemenangan Giro di luar Italia, seperti kemenangannya di Grande Partenza di Denmark dan Hungaria.

Saat ini Cavendish tercatat sebagai pembalap ke-18 yang meraih kemenangan etape terbanyak di Giro d’Italia.

           
Mark Cavendish ketika merayakan kemenangan etape Giro d'Italia pertamanya di Catanzaro, 15 tahun lalu.

“Giro d’Italia adalah balapan yang saya nikmati dan memiliki tempat khusus di hati saya,” ujar Cavendish dilansir dari Cyclingnews. Ia mengaku sangat menantikan Grand Tours pertamanya musim ini bersama Astana Qazaqstan.

"Tentu saja kami tidak memiliki tim yang fokus pada sprint seperti tim lainnya. Tapi kami memiliki tim yang sangat kuat untuk memburu kemenangan etape selama 21 hari. Ada perpaduan yang baik antara bakat dan pengalaman di tim ini untuk meraih hasil maksimal dan bersenang-senang dalam balapan," kata Cavendish.

Di Giro d’Italia 2023, Cavendish harus bertarung dengan generasi baru seperti Kaden Groves, Remco Evenopoel, Mads Pedersen, dan Primoz Roglic.

Cavendish sebenarnya baru saja kembali dari pemulihan. Ia sempat mengalami sakit di hari kedua Tour de Romandie, bulan lalu. Saat itu Cavendish harus melewatkan beberapa hari latihan. "Tapi saya terus berusaha mengembalikan kondisi fisik sebaik mungkin sebelum balapan di Giro d’Italia,” ujarnya.

Kabar baiknya, Cavendish bukan hanya pulih. Ia dan rekan-rekan setimnya di Astana juga berhasil menghindari paparan Covid-19. Sebagaimana diketahui beberapa tim balap terpaksa merombak skuadnya karena terinfeksi Covid-19.

“Saya harus tetap menjaga kesehatan jelang balapan. Saya sempat mengalami beberapa gangguan penyakit di Tour de Romandie lalu. Untungnya penyakit saya tidak terlalu parah,” kata pembalap asal Britania Raya itu. Tahun ini Cavendisih juga berpartisipasi di Grand Tours lainnya, yakni Tour de France 1 Juli mendatang.(mainsepeda)

Populer

TM EJJ 2026: Yang Debutan dan Remidi Sama Semangatnya
Pogacar Kalahkan Van Aert di GP Montreal
Yusuf Kibar-Miswanto Tertantang Taklukkan Rute EJJ 2026
Lima Cyclist Indonesia 'Mbolang' Melewati Tiga Negara
Bentang Jawa Lunas
Efektif untuk Mengenalkan Produk dan Menaikkan Brand Image
Rute Pedih EJJ 2026 1.500 Km, Terobati Estetika JLS hingga Teksas
Evolusi Endurance Bike: Bisa Dipasangi Ban 35 Mm (atau Lebih)
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Tips Posisi Tangan Ideal Saat Bersepeda