Real Cycling Culture (RCC) memang termasuk komunitas baru yang berbasis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka terbentuk pada Januari 2022 lalu. Meski begitu, para anggota sangat bersemangat untuk berlatih bersama. Guna meningkatkan kemampuan serta performa bersepeda.

Wakil Ketua RCC Jimmy Yulianto mengatakan, mereka memiliki jadwal rutin tiap pekan. Untuk gowes pada tengah pekan, mereka kebanyakan memilih rute dalam kota. Masing-masing hari memiliki menu latihan tersendiri. Seperti Selasa fokus ke latihan kecepatan, Rabu untuk latihan cadence, dan Kamis untuk recovery ride.

"Kalau gowes hari-hari biasa ya kurang lebih 40 kilometer di dalam kota saja. Baru kalau touring kami mencari rute yang lebih 100 kilometer. Selain itu, kami juga mencari rute nanjak untuk sebulan sekali," ucap Jimmy.

Pada hari Sabtu, mereka gowes bebas. Tergantung kesepakatan anggota. Pada Minggu baru menempuh rute agak jauh. "Tapi tidak ada aturan yang mengikat. Ada yang tujuannya memang meningkatkan skill. Ada yang mau gowes biasa. Setiap mau gowes, kami sepakati mau latihan apa," jelasnya.

Selain gowes mingguan itu, RCC juga rutin melaksanakan touring ke luar Makassar selama hampir setahun ini. RCC doyan gowes ke kawasan Bantimurung di Maros, Kabupaten Pangkajene (Pangkep), Mamuju, hingga Malino yang terletak di Kabupaten Gowa.

Jimmy menjelaskan, dari sekian banyak destinasi gowes RCC itu, rute gowes ke Malino menjadi salah satu favorit. Diagendakan selama sebulan sekali. Selain itu, RCC juga pernah mengadakan touring ke Mallawa yang terletak di Maros. Jaraknya sekitar 130 kilometer dari Makassar.

"Pada 24 September nanti kami berencana mengadakan touring ke Bone. Total jaraknya sekitar 175 kilometer. Jadi ini akan menjadi destinasi terjauh buat kami. Kemudian pada 8 Oktober mendatang kami akan gowes ke Toraja," terang Jimmy.

RCC sendiri pada awalnya terbentuk karena anggotanya merupakan teman dekat. Selain itu, mereka sudah kenal satu sama lain sejak lama. Menurut Jimmy, asal nama RCC tak lebih dari utak-atik kata. Akhirnya mereka sepakat menggunakan nama Real Cycling Culture.

Saat ini anggota RCC berjumlah sekitar 150 orang. Rata-rata mereka berusia 40 tahunan. RCC sendiri menerapkan membership. Jadi, masing-masing anggota harus membayar iuran bulanan. Jimmy menegaskan bahwa iuran itu digunakan untuk mendukung kegiatan RCC.

Mulai dari mendukung kegiatan touringh, kegiatan sosial seperti donor darah, hingga sumbangan kemanusiaan. "Paling tidak member tidak perlu biaya penuh saat ada acara sosial atau saat RCC mengadakan kegiatan," kata cyclist berusia 45 tahun itu.

Meski terlihat memiliki aturan dan kegiatan yang tersusun rapi, RCC tidak membatasi anggota untuk melakukan kegiatan lain di luar komunitas. "Untuk sekarang kami berjalan seperti ini dulu. Sambil dilihat mau ke arah mana dan tetap belajar untuk jadi lebih baik," jelasnya Jimmy. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 108

Foto: Dokumentasi Real Cycling Culture (RCC)

Populer

Siap-Siap! Ini Tata Cara Pendaftaran West Java Journey 2026 via Mainsepeda App
Rute "Two-Face" West Java Journey 200 Km
Daftar Perlengkapan yang Wajib Dibawa Peserta West Java Journey 2026, Rem dan Lampu Lumayan Krusial
Kantor Radar Cirebon Jadi Lokasi Start dan Finish WJJ 2026  
EJJ 2026 Harga Normal, Tapi Diskon Khusus Masih Tersedia
2 Peserta Tercepat Kategori Non-Competitive, Ada Alasan Untuk Ngebut
Giro d’Italia 2026-Etape 16: Vingegaard Menang di Tanjakan Cari, Dekati Rekor Pogacar
Jersey Nggravel Glenmore 2026 Dirilis, Padukan Panorama Perkebunan dan Performa Tinggi
Bentang Jawa 2025: 181 Peserta, 47 DNF, Rekor 119 Finisher!
John Boemihardjo: Sepeda Minimalis untuk London-Edinburgh-London 1.500 Km!