Saat itu, 28 Oktober 2008, belum banyak orang mengenal sepeda lipat. Tapi Ricky Antonio, Hari MH dan Hadi Dj berkumpul dan komitmen membuat komunitas sepeda lipat dengan nama Bikeberry Surabaya.

“Gawai Blackberry juga booming saat itu, jadi kita plesetkan jadi Bikeberry. Bike artinya sepeda dan gawai Blackberry sangat membantu kami dalam berkomunikasi grup,” kekeh Ricky. Awalnya, Ricky dan kawan-kawan bisa “meracuni” 20-an orang menggunakan sepeda lipat.

Bersepeda dan nongkrong di car free day Surabaya menjadi agenda wajib untuk memperkenalkan Bikeberry Surabaya ke khalayak umum.

Bikeberry Surabaya punya cara dalam mensosialisasikan diri. “Kita rutin hadir di car free day tiap minggu pagi. Lalu di Surabaya juga sedang digalakkan bike line. Kitalah yang paling sering menggunakan bike line keliling Surabaya. Dengan begitu, banyak orang melihat dan penasaran dengan sepeda lucu serta keberadaan kami,” cerita Hari.

Turing keliling kota jadi agenda wajib tiap Sabtu dan Minggu.

Seiring waktu, hingga hari ini, anggota Bikeberry Surabaya sudah mencapai 300 cyclist. Dari berbagai kalangan, merek sepeda lipat dan usia bahkan dari komunitas lainpun join di dalam Bikeberry Surabaya.

Bikeberry Surabaya saat mengikuti Jamselinas Semarang 2017.

“Kita ini anti eksklusif. Kita terbuka saja, punya roadbike silahkan, punya MTB monggo dan punya sepeda lipat boleh gabung dalam Bikeberry Surabaya. Memang, saat ini mayoritas anggota menggunakan sepeda lipat,” imbuh Bonggo Gunawan, ketua Bikeberry Surabaya.

Toh, Bikeberry Surabaya juga bernaung di bawah Surabaya Folding Bike. Sedangkan Surabaya Folding Bike berafiliasi dengan Indonesia Folding Bike di Jakarta.

Bikeberry Surabaya berfoto di depan rumah dinas walikota Solo.

Tidak hanya seputar Indonesia, anggota komunitas yang memiliki hari gowes wajib Sabtu dan Minggu, juga sering ikut serta dalam even sepeda lipat di luar negeri.

Banyak jambore diadakan di Singapura, Malaysia, Jepang dan Shanghai. “Ada cerita lucu saat kita ke Singapura. Niatnya ambil jalan pintas dari Marina Bay ke Sentosa, tapi malah dikejar ranger karena jalan itu bukan jalur sepeda,” kekeh Alexander. T. Gandrung, salah satu anggota Bikeberry Surabaya.

Bikeberry Surabaya saat mengikuti even sepeda lipat di Singapura.

Ada lagi satu rahasia yang bisa membuat komunitas Bikeberry Surabaya gowes lebih jauh. Durian! Berangkat gowes dari Surabaya, target utamanya makan Nasi Pulen Bangil.

Setelah usai, beberapa kawan mengajak ke Banyu Biru Pasuruan. Alex menolak dan inginnya balik ke Surabaya. Tapi teman lain bilang, tidak jauh jaraknya dan akan banyak penjual durian. Seketika, Alex katakan “ayo!” dengan penuh semangat! Terbayang enaknya durian.

Durian, jadi magnet komunitas Bikeberry gowes lebih jauh.

Eh, setelah dua jam gowes, belum ada tanda-tanda sampai ke Banyu Biru. Terlebih lagi, sepanjang jalan tidak ada penjual durian. “Sudah lama nih gowesnya kok belum sampai-sampai!” teriak Kachong, anggota Bikeberry Surabaya emosi. Disambut teriakan teman lain bahwa tinggal beberapa kilometer lagi.

Giliran Alex protes, mana nih duriannya! Tak lama kemudian ketemu penjual durian. Apes, hanya ada lima buah saja dan pasang harga selangit. Akhirnya ditinggalkan.

“Karena sudah emosi, saya lipat Brompton saya dan naik mobil lalu cari penjual durian terdekat. Ketemulah dan langsung saya borong dan makan durian sampai puas sambil menunggu teman-teman datang,” cerita Alex terbahak-bahak.

Setelah puas, kita lanjutkan gowes ke Banyu Biru dan sepanjang sisa perjalanan sudah tidak ada lagi penjual durian.

Gowes penuh dusta ke Banyubiru Pasuruan

Itulah sekelumit cerita komunitas Bikeberry Surabaya. “Ada banyak cerita seru lainnya, karena komunitas kita tidak serius. Bawaannya bercanda terus dan seru-seruan aja,” tutur Alex.

Kisah yang tak kalah seru dengan “tertipu durian”. Tahun 2011 lalu, Bikeberry Surabaya mengadakan turing ke pulau Madura.

Tujuan utama adalah ke mercusuar Socah Bangkalan, agar tidak bosan, rute berangkat berbeda dengan rute pulang. Waktu menginjak sore, waktunya balik ke Surabaya dan mereka naik ferry.

Bikeberry Surabaya turing ke Bukit Jeddih Madura.

Sayangnya, hanya tersedia ferry yang kecil. Saat di tengah selat Madura, ada kapal besar memotong jalur ferry yang ditumpangi Alex dan kawan-kawan. Alhasil, olenglah ferry itu dan semua penumpangnya ketakutan setengah mati. “Ibu-ibu pada berteriak dan panik,” tutur Kurnia Saputra, anggota Bikeberry Surabaya.

Di atas kapal ferry menyeberangi selat Madura.

Beruntung, tak lama keadaan normal kembali dan nahkoda bilang bahwa itu hal yang biasa. “Wah, setengah nyawa kami sudah hilang dan pengalaman ini tak terlupakan hingga hari ini. Gowes ke Madura hampir menjadikan kami atlit renang,” cerita Kurnia tergelak.

Tahun ini, Bikeberry Surabaya jadi tuan rumah Brompton Day Out 5 tanggal 4 – 5 Agustus di Surabaya Townsquare (Sutos)

Acara yang ditargetkan akan diikuti oleh 400 Brompton owners ini merupakan ajang silahturahmi sesama pengguna sepeda lipat asal Inggris.

Komunitas Bikeberry Surabaya jadi tuan rumah untuk Brompton Day Out 5. Acara akan diadakan di Surabaya Town Square tanggal 4 - 5 Agustus 2018. 

“Ada banyak lombanya. Yang seru hari Minggu akan ada lomba Gowes Costum jadi gowes Brompton keliling Surabaya dengan pakai kostum terbaik,” bilang Fahmi, ketua panitia BDO 5.

Faisol Arif dan Goura memenangkan lomba juara 1 Best Costum di even Brompton Day Out 4 di Semarang.

Humas Bikeberry Surabaya ini juga menambahkan bahwa akan ada berbagai lomba. Seperti adu cepat buka tutup Brompton, Brompton paling ringan dan modif Brompton paling keren. Ingin join bisa hubungi ke Fahmi 0857-3045-6654. (mainsepeda)

 

 

 


COMMENTS