Kolom Sehat: New Normal Cycling

| Penulis : 

Pada Rabu, 3 Juni lalu, kita memperingati hari sepeda dunia. Karena peran sepeda dinilai cukup besar pengaruhnya di dunia, maka PBB pada 2018 menetapkan 3 Juni sebagai hari sepeda dunia.

Dua abad sudah sepeda lekat dengan kehidupan kita. Alat transportasi yang dinilai sederhana, ramah lingkungan, dan menyehatkan. Apalagi dengan keadaan sekarang, di saat kita sedang dipersiapkan menuju kehidupan "new normal."

Apa itu "new normal"? Emangnya kita dulu nggak normal? New normal adalah masa normal setelah kita berusaha melepas kondisi "lockdown," di mana masyarakat ingin beraktivitas secara normal tapi masih perlu memperhatikan dan melakukan penyesuaian agar penyebaran virus Covid-19 tetap terkendali.

Beberapa daerah telah melonggarkan PSBB-nya. Tapi bukan berarti masalah virus selesai. Beberapa rumah sakit masih berkutat dengan masalah itu, tenaga kesehatannya harus bekerja habis-habisan. Jumlah peningkatan penyebaran virus masih terjadi, tapi masyarakat sudah ingin dan butuh beraktivitas seperti sedia kala.

Begitu pula dengan cyclist. Yang kebanyakan sudah tiga bulanan berada di rumah menjaga diri. Sekarang, banyak yang sudah mulai berani bersepeda keluar. Memang, sangat menyenangkan bisa bersepeda di udara terbuka, menikmati segarnya udara yang minim timbal.

Nah, bagi teman-teman yang ingin lebih aktif gowes di luar, berikut beberapa hal yang dianjurkan untuk cyclist ketika new normal ini berjalan:

 

1. Persiapan

Menjaga kebersihan sepeda, terutama yang kontak dengan tangan. Jaga pula kebersihan helm dan membawa masker atau buff.

Tidak lupa mencuci tangan sebelum bersepeda.Memperhatikan zona penyebaran Covid-19, menghindari daerah-daerah yang angka terjangkitnya tinggi .

 

2. Saat Gowes

Kegiatan dianjurkan untuk bersepeda sendiri. Bila dilakukan dalam kelompok, hendaknya kelompok bersepedanya berisi antara 2-5 orang.

Ketika di jalan ingin menggenakan masker kain atau buff, maka buff memiliki keunggulan dapat membuang udara lurus ke bawah tidak seperti masker yang udaranya terjebak dalam masker itu.

Menjaga jarak antar pesepeda juga harus diterapkan. Bisa diterapkan secara sengaja atau karena terpaksa (tertinggal).

 

3. Beristirahat

Ketika beristirahat perlu diperhatikan tetap menjaga jarak antara satu sama lain. Tetap memakai masker kecuali saat makan atau minum.

Mencuci tangan di tempat istirahat bila memungkinkan. Berisitirahat hendaknya dilakukan tidak terlalu lama. Hindari berbagi bekal dengan orang lain. Kalau saya biasanya sudah menerapkan ini karena jatah saya biasanya habis untuk saya sendiri.

 

4. Sesampainya di Rumah

Ketika sudah pulang sebaiknya tidak kontak dengan anggota rumah yang lain. Membuka perlengkapan bersepeda dan langsung ditaruh di tempat pencucian. Membersihkan sepeda, helm, dan sepatu dengan disenfektan. Setelah itu bisa lansung mandi, agar bersih dari kemungkinan kuman dari luar.

Teman-teman semua, seperti apa pastinya kondisi new normal ini, mungkin tidak ada yang bisa memastikan. Mungkin tidak seindah yang kita inginkan, tidak sebebas itu berkumpul dengan cyclist lain. Tetapi ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Manusia adalah makhluk yang adaptif yang mampu menyesuaikan dirinya dengan keadaan. Mari kita sambut new normal cycling era dengan optimistis. (johnny ray)

Populer

EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga
EJJ 2026: Lepas Aerobar sejak di Blitar, Zidan Makin Melesat Menuju Finis di Surabaya
EJJ 2026: Three-Peat! Zidan Raih Gelar ’Sarjana S3 Ultra'
EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
EJJ 2026 - 600 Km: Cyclist Mix Prancis-Sunda Bawa Jimat Keberuntungan Multifungsi
EJJ 2026: Finish Strong 1.500 Km! John Boemihardjo Segel Podium Men 40 and Up untuk Kali Ketiga
EJJ 2026: Persaingan Sengit Podium Pair
EJJ 2026 - 600 Km: Target Finis 48 Jam, Muhammad Faris Andalkan Manajemen Body Clock
EJJ 2026: Dilema Bambang Hartana, antara ‘Tugas Negara’ dan Target Mengejar CoT di CP 2
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!