Dua pembalap Slovenia show of force di penghujung Etape 13 Vuelta a Espana 2019, di “tembok” Los Machucos, Jumat (6 September). Tadej Pogacar (UAE Team Emirates) meraih kemenangan etape, sementara Primoz Roglic (Jumbo-Visma) finis di belakangnya untuk memperkokoh posisi di puncak general classification (GC).

Etape 13 ini benar-benar etape menyeramkan. Jaraknya 166,4 km, namun terdiri atas tujuh tanjakan. Penutupnya adalah Los Machucos, sebuah “dinding” sepanjang 7,4 km dengan kemiringan rata-rata lebih dari 12 persen.

Tanjakan ini seperti anak tangga. Serangkaian jalan miring di atas 20 persen disambung dengan bagian datar atau turunan. Beberapa bagian mencapai lebih dari 25 persen, dengan bagian tercuram 28 persen.

Memasuki tanjakan ini, kelompok breakaway seolah punya kans untuk menang. Unggul beberapa menit di depan peloton berisikan unggulan overall.

Namun, peloton ini punya ambisi besar. Tim Astana paling agresif, menarik peloton secepat mungkin untuk memposisikan kaptennya, Miguel Angel Lopez, di depan saat memasuki Los Machucos. Sayang, strategi ini tidak berhasil. Bahkan, Lopez justru tercecer di puncak tanjakan.

Nairo Quintana dan Alejandro Valverde (Movistar) juga mencoba agresif. Lagi-lagi tak mampu perkasa sampai puncak. Justru yang luar biasa adalah duo Slovenia, Pogacar dan Roglic. Mereka kompak bekerja sama meninggalkan unggulan lain, lalu menangkapi satu per satu pembalap di depan.

Dengan 1,5 km tersisa, mereka menyalip Pierre Latour (AG2R La Mondiale), pembalap breakaway terakhir yang tersisa. Setelah itu, tinggal tancap gas menuju finis.

Roglic membiarkan Pogacar meraih kemenangan keduanya di La Vuelta 2019. Roglic memang tidak butuh menang, yang penting memperbesar selisih waktu di klasemen GC. Valverde dan Quintana memang tertinggal hampir setengah menit di garis finis.

Dengan performa sepert ini, semakin kuat kans Roglic menjadi juara overall La Vuelta 2019. Semua mengira dia akan kesulitan membendung serangan di etape-etape gunung. Sebaliknya, justru dia yang menyulitkan para pesaing untuk mengejar!

Sedangkan Pogacar juga mencatat sejarah baru. Di usia 20 tahun, dia menjadi pembalap termuda yang memenangi dua etape gunung di La Vuelta. Di klasemen GC, Pogacar kini ada di urutan tiga, menyalip Quintana dan Lopez.

Sabtu ini (7 September), para unggulan bisa kembali bernapas, diberi kesempatan untuk “istirahat.” Rute Etape 14 memang cukup panjang, 188 km menuju Oviedo, tapi tergolong paling datar dari seluruh La Vuelta 2019. Para sprinter mendapat kesempatan langka untuk mengoleksi kemenangan. (mainsepeda)

Hasil Etape 13 Vuelta a Espana 2019 (Top Ten)

1. Tadej Pogacar (Slovenia) UAE Team Emirates, 4:28:26

2. Primoz Roglic (Slovenia) Jumbo-Visma

3. Pierre Latour (Prancis) Ag2r La Mondiale, + 27

4. Alejandro Valverde (Spanyol) Movistar

5. Nairo Quintana (Kolombia) Colombia

6. Rafał Majka (Polandia) Bora-Hansgrohe

7. Miguel Ángel Lopez (Kolombia) Astana, + 1:01

8. Gianluca Brambilla (Italia) Trek-Segafredo, + 1:08

9. Marc Soler (Spanyol) Movistar

10. Wilco Kelderman (Belanda) Team Sunweb

General Classification usai 13 dari 21 Etape

1. Primoz Roglic (Slovenia) Jumbo-Visma, 49:20:28

2. Alejandro Valverde (Spanyol) Movistar, + 2:25

3. Tadej Pogacar (Slovenia) UAE Team Emirates, + 3:01

4. Miguel Angel Lopez (Kolombia) Astana, + 3:18

5. Nairo Quintana (Kolombia) Movistar, + 3:33

6. Rafal Majka (Polandia) Bora-Hansgrohe, + 6:15

7. Nicolas Edet (Prancis) Cofidis Solutions Credits, + 7:18

8. Carl Fredrik Hagen (Norwegia) Lotto-Soudal, + 7:33

9. Wilco Kelderman (Jerman) Team Sunweb, + 7:39

10. Dylan Teuns (Belgia) Bahrain-Merida, + 9:58


COMMENTS