BROMO KOM CHALLENGE 2018
BROMO: Kalau Manja Jangan Ikut
Harus selalu ada even yang berani mendobrak batas, menantang “kegampangan,” dan mengajak partisipannya untuk terus maju dan menjadi lebih baik. Di dunia cycling, itu yang saya harapkan dari acara tahunan menanjak ke Wonokitri, Bromo.
Penyakit Velodrome Terhibur Gembok Neroko
Ketika jersey polkadot terakhir dipasangkan kepada Queen of the Mountain (QOM) Master B, hati saya plooonggg rasanya. Berakhir sudah rangkaian even Antangin Bromo KOM Challenge 2018, di Wonokitri, Bromo, 21 April lalu.
Bawa Gel Ekstra, Malah Bisa Jualan
Selalu ada cerita menarik di balik sebuah pesta. Apalagi pestanya saat hampir 500 cyclist dari berbagai penjuru Indonesia (dan dunia) menanjak ramai-ramai ke Wonokitri, Bromo. Berikut beberapa “cerita wkwkwk” dari Antangin Bromo KOM Challenge 2018, 21 April lalu.
Sukses Kalahkan Hadiah Sang Suami
Antangin Bromo KOM Challenge 2018 berlangsung pas perayaan Hari Kartini, 21 April lalu. Wajib rasanya kita membahas perjuangan para cyclist perempuan hari itu.
Uang Hadiah untuk Nebus Kalung
Berbagai kategori lomba di Antangin Bromo KOM Challenge 2018 menghasilkan berbagai cerita. Salah satu yang paling seru, persaingan kelas Men Senior, untuk peserta berusia 51 tahun ke atas.
Bromo Terbaik untuk Mengalahkan Diri Sendiri
Antangin Bromo KOM Challenge 2018, yang berlangsung Sabtu, 21 April lalu, terbagi dalam dua kategori. Yang pertama race, memperebutkan gelar raja atau ratu tanjakan dalam tujuh kategori berbeda.
Tiga Besar Hanya Terpaut Detik
Usai sudah pesta “naik haji” para cyclist Indonesia. Pada Sabtu, 21 April, hampir 500 peserta mengikuti Antangin Bromo KOM Challenge 2018, yang diselenggarakan Azrul Ananda School of Suffering (AA SoS), Mie Bola Mas, dan OtakOtak Event Organizer.