Nama klub asal Magelang, Jawa Tengah ini unik. TNT. Bisa berarti bom tapi ternyata ini adalah singkatan, Team Ngonthel Together. Berbau bahasa Inggris tapi sejatinya masih berbahasa jawa sesuai dengan daerah asalnya. Ngonthel artinya bersepeda. Bahasa inggris Together artinya bersama. Jadi intinya bersepeda bersama.

Berawal dari Agus Nugroho, Igor Rahmadi, David Setiawan, Ronny Setiawan, dan Agung Ary berkumpul gowes bersama menggunakan mountain bike (MTB) di tahun 2011 tercetuslah ide membuat klub bernama TNT ini.

Lalu mereka mulai teracuni dengan road bike. Tapi mereka berat apabila harus mengganti sepeda. “Kita berdiskusi akhirnya ditemukan cara yaitu sistem arisan. Jadi kami mencari 10 cyclist yang berminat ganti road bike. Lalu tiap bulan setor dana yang disepakati selama 10 bulan. Jadi tiap bulan ada yang menang arisan dan uangnya harus dibelikan road bike. Terserah merek dan tipenya,” jelas Agus.

Tak sampai 10 bulan, 10 cyclist ini sudah menggunakan road bike. “Tak lama hanya kira-kira enam bulan aja transisi dari MTB ke road bike,” imbuh Agus.

Saat ini TNT beranggotakan 30 cyclist dan mempunyai jadwal rutin gowes hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. “Biasanya tikum kita ada di depan bakso Cak Man, perumahan Valencia, Mertoyudan,” bilang Agus.

Untuk rute, bisa menanjak atau datar tergantung hasil pooling hari itu. “Nanjak biasanya ke arah Srumbung, Kajoran, Kopeng, atau Temanggung. Jika datar bisa ke arah Muntilan atau Jogja,” tutur Kristian Widodo, salah satu anggota TNT.

Rute harian ini biasanya cukup melahap 60 km dengan berbagai macam gradien karena banyak pegunungan di Magelang. Klub TNT ini konsisten seluruh anggotanya menggunakan road bike dan anggotanya mempunyai berbagai tingkat kemampuan bersepeda.

Saat ini yang terkuat gowesnya adalah Kristian Widodo, Lek Dar, dan Cheppy. “Anggota kami yang terlucu adalah Jimmy Purwanto,” tukas Agus.

Beragam anggota, ada Ada Erico Purnomo yang memiliki berat badan 130 kg juga Jeffry Sandy yang memiliki bobot 105 kg. Semangat mereka untuk bersepeda sangat luar biasa Selain itu ada juga Nikolaas yang juga konsisten. Tapi konsisten berat badannya.

“Awalnya dia sangat bersemangat untuk kurus. Tetapi karena hobinya makan jadi kalori yang terbakar tidak sebanyak kalori yang masuk. Jadi berat badannya konsisten di angka 80-90 kg. Dia bangga dengan kekonsistennya itu!” cerita Bambang Rijanto, salah satu anggota TNT.

Tak jarang, Nikolaas jadi bahan bully teman-temannya di TNT. Tapi Nikolaas tidak sakit hati. TNT mempunyai Whatsapp Group untuk komunikasi. Tapi ujung-ujungnya pasti membully juga. Tapi semua anggota TNT paham dan tidak sakit hati karena motto TNT adalah “Tiada Motivasi Terhebat Selain Lambe Sobat Gowesmu!”

Kekompakan klub TNT terlihat saat salah satu anggotanya, Kristian Widodo menikah dengan Herlina Jayanti tanggal 19 Oktober 2014 di gedung Pacific Jogjakarta.

Sekitar 20 anggota TNT menggunakan jersey TNT lalu gowes dari Magelang ke Jogjakarta hanya sekitar 40 km untuk mengantar pengantin pria bertemu dengan pengantin wanita.

“Uniknya, Kristian menggunakan jas lengkap dengan helm dan sepatu sepeda,” cerita Bambang. Itu merupakan acara yang paling seru yang dilakukan oleh klub TNT.

Kekompakan klub TNT juga terlihat saat mengikuti even gowes non kompetitif. “Sesuai nama klub yaitu ngonthel together jadi bersepeda bersama. Saat mengikuti even kami usahakan satu klub bisa start bersamaan dan finis juga bersama,” bilang Bambang.

Klub TNT akan terus eksis di berbagai even gowes dan menjalin hubungan dengan cyclist se-Indonesia. “Itu misi utama klub kami ini,” tutup Bambang Rijanto. (yudy hananta)  

Foto : Harry Wijayanto TNT Magelang

 


COMMENTS