DI KALANGAN pegiat sepeda jarak jauh Tanah Air, nama Ferry Silviana Feronica bukan sosok baru. Perempuan yang akrab disapa Bu Fey itu telah melahap ribuan kilometer lintasan ekstrem. Termasuk event ultra-cycling bergengsi Paris-Breast-Paris di Prancis pada 2023 silam.
Saat itu, cyclist asal Kediri tersebut melahap rute 1.218 km dengan elevasi menanjak lebih dari 12.000 meter dalam waktu 81 jam 15 menit 5 detik. Jauh dari batas waktu 90 jam. Namun, Bu Fey belum puas. Perempuan asal Kediri itu ingin perjalanan lebih jauh lagi.
Hal itulah yang menjadi dasar utama ia mengikuti Bentang Jawa 2026. Sebuah ajang ultra-cycling bersifat unsupported paling disiplin di Indonesia. Melintasi Pulau Jawa dari barat ke timur dengan rute sejauh 1.500 km dengan elevasi 16.000 meter.
Para peserta tidak hanya bertarung dengan elevasi dan cuaca yang tidak menentu, tetapi juga dipaksa mandiri tanpa bantuan pihak lain.
Baca Juga: Tadej Pogacar Ungkap Target Besar, Paris-Roubaix Jadi Prioritas Utama
"Justru karena Bentang Jawa event yang 'ribet' dengan segala aturannya itulah, saya penasaran," ujar Fey saat dihubungi Mainsepeda. "Gowes terjauh saya baru 1.200 kilometer. Saya ingin tahu dan tertantang menaklukkan diri sendiri, apakah saya mampu," tutur finisher Bromo KOM 2026 tersebut.
Menghadapi medan yang brutal, persiapan fisik menjadi pondasi utama. Fey menjaga ketahanan tubuhnya melalui pola latihan yang disiplin namun terukur. Dalam sepekan, dia berlatih konsisten hampir setiap hari. Hanya meliburkan diri pada hari Senin dan Jumat, serta mewajibkan satu sesi latihan jarak jauh di atas 100 kilometer.
Ferry Silviana Feronica (tengah) bersama para cyclist peserta Bentang Jawa setelah race pack collection di Banten, 15 Agustus 2026.
Meski demikian, dinamika di lapangan kerap kali memaksa seorang cyclist untuk beradaptasi dengan cepat. Bahkan sebelum dimulai, Bu Fey baru menyadari paket suplemennya tertinggal. Menanggapi hal itu, ia tidak panik. Mungkin karena sudah kenyang pengalaman.
"Sejujurnya produk nutrisiku yang isinya penambah energi ketinggalan. Tapi ya sudah, jangan dibikin mumet. Cola saja, isinya juga gula," tutur dia santai. "Ditambah elektrolit untuk hidrasi," tambah Bu Fey.
Bu Fey juga tidak pusing soal manajemen waktu tidur yang biasanya sangat krusial di ajang ultra-cycling. Dia mengusung gaya fleksibel, tidak repot dengan alokasi jam secara kaku dan tidur harus di penginapan.
"Saya aliran ngalir aja. Kalau capek ya power nap seketemunya. Tidak check in hotel, alias mbambung," kata Fey. "Saya tidak harus tidur proper, bisa dimana saja," ujar istri mantan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar tersebut.
Untuk set-up sepeda, perempuan berusia 43 tahun itu menggunakan sepeda pabrikan dalam negeri, Wdnsdy. Dia menggunakan seri AJ5 yang berbahan karbon premium yang telah mendapatkan sertifikasi dari UCI.
Pada ajang Bentang Jawa 2026 kali ini, Bu Fey terdaftar di kategori Pair (pasangan) bersama Muh Akbar Kafi. Faktor chemistry dan pemahaman karakter antar-peserta menjadi krusial dalam kategori ini.
Berpengalaman terjun di ultra-cycling di Paris, Fey penasaran menjajal Bentang Jawa yang jaraknya 1.500 km.
Bu Fey merasa beruntung karena telah membangun keselarasan dengan pasangannya sejak berpartisipasi bersama di ajang Three Island Journey yang diselenggarakan Mainsepeda pada 2023 lalu. Itu adalah ajang ultra-cycling yang rutenya dari Banyuwangi, melintasi Pulau Bali, lalu menyeberang ke Pulau Lombok. Jaraknya 600 km.
Di luar aspek teknis di atas pedal, perjalanan panjang seorang pegiat sepeda perempuan kerap dipandang sebelah mata. Sebagai seorang ibu dan istri, Bu Fey menyadari betul bahwa keterlibatannya di olahraga ekstrem ini tak lepas dari fondasi dukungan keluarga yang kuat.
Baca Juga: Vuelta a Espana 2026 Ganti Tanjakan Hazallanas Akibat Longsor, Ini Rute Barunya
"Saya berterima kasih dan tentu bersyukur punya keluarga yang selalu mendukung hobi saya," tutur Bu Fey. "Terutama suami, dia memberikan ruang fully kepada saya untuk menjalankan hobi yang saya sukai. Ini sebuah privilege, karena tidak semua perempuan bisa mendapatkannya," lanjutnya.
Bu Fey dan partnernya sendiri menargetkan mampu finis di bawah 100 jam atau kurang dari lima hari. Namun, dia mengatakan tidak akan ngoyo, karena kondisinya sedang tidak 100 persen.
Bentang Jawa start dari Carita, Banten, pada Minggu, 16 Agustus 2026, pada pukul 05.30 WIB. Sedangkan finisnya berada di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan Cut off Time (CoT) 156 jam. Rutenya akan menyusuri pantai selatan Jawa dengan total jarak 1.507 km. (Mainsepeda)