Jonas Vingegaard mengawali musim 2026 dengan sangat apik. Usai menjuarai Paris-Nice, Pembalap utama Visma-Lease a Bike itu membuka peluang lebar-lebar untuk merebut gelar juara umum Volta a Catalunya 2026. Dengan serangan tunggal yang presisi di Santuari de Queralt, Vingegaard sukses mengamankan kemenangan etape 6 pada Sabtu, 28 Maret 2026, sekaligus memperlebar jurang di klasemen umum (GC).

Sejak awal balapan berlangsung dalam intensitas tingga. Namun, memasuki segmen krusial di kaki pegunungan Pyrenees, situasi sempat tidak berpihak pada Vingegaard. Ia terisolasi dari rekan setimnya di dalam kelompok elit yang hanya menyisakan enam pembalap. Namun, alih-alih bermain defensif, sang juara Paris-Nice 2026 ini justru memilih "menyerang sebagai pertahanan terbaik".

Vingegaard melesat sendirian saat balapan menyisakan 2,5 kilometer menuju garis akhir. Akselerasi tersebut membuat para pesaingnya tak berkutik. Ia finish solo meninggalkan Lenny Martinez (Bahrain Victorious) dengan selisih 10 detik, diikuti Florian Lipowitz (Red Bull-Bora-Hansgrohe) di posisi ketiga.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Antisipasi Hujan Parah, Siapkan Rute Plan B

Dalam sesi wawancara, Vingegaard mengakui bahwa timnya sempat berada dalam tekanan besar sebelum ia melancarkan serangan pemungkas. "Kami ingin mengejar kemenangan etape lagi hari ini. Tim melakukan pekerjaan luar biasa dalam mengontrol pelarian (breakaway). Di turunan curam terakhir, Red Bull memberikan tekanan, tetapi beruntung saya masih berada di grup depan. Saya masih memiliki tenaga untuk menyerang, dan itulah yang saya lakukan," ujar Vingegaard.
​
Ada pemandangan menarik dalam etape kali ini. Remco Evenepoel, yang menjadi favorit pemenang juara umum, justru menanggalkan ambisi pribadinya. Setelah kehilangan banyak waktu akibat kecelakaan di awal pekan ini, bintang baru Red Bull-Bora-Hansgrohe tersebut memilih peran sebagai domestique bagi rekan setimnya, Lipowitz.

Evenepoel bekerja keras menarik peloton di depan sebelum akhirnya memudarkan kecepatannya sekitar lima kilometer sebelum garis finis. Upaya ini menjadi sinyal pergeseran strategi tim Red Bull demi mengamankan podium.

Kemenangan ini membuat Vingegaard memimpin klasemen umum (GC) dengan margin yang semakin lebar: 1 menit 20 detik atas Martinez. ​Meski sudah mengantongi keunggulan besar, pembalap asal Denmark ini tetap mawas diri menghadapi etape penutup hari ini. 

Baca Juga: E3 Saxo Classic 2026: Van der Poel Berdarah-darah Cetak 'Hattrick' Bersejarah

Rute pamungkas di Barcelona akan dimulai dengan jalur flat sejauh 36 Km sebelum memulai pendakian berulang di Alt de Montjuic sebanyak tujuh lap. "Jika bisa menang etape lagi, itu bagus, tetapi fokus utama kami adalah menjaga jersei pemimpin tetap aman," tegasnya.

​Jika mampu menjaga keunggulan di etape terakhir, Vingegaard akan meraih back-to-back gelar WorldTour UCI di awal musim 2026. Hal ini juga menjadi sinyal bagi lawan-lawannya di masa mendatang, terutama rival abadinya Tadej Pogacar. Target utama pembalap Denmark itu adalah dapat merebut gelar Dobel Giro-Tour musim ini. (mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Volta a Catalunya 2026-Etape 6: Skenario Sempurna Jonas Vingegaard, Selangkah Lagi Juara Umum
Volta a Catalunya 2026-Etape 5: Vingegaard 'Terbang' di Coll de Pal
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
Weekend, Saatnya Masuk Hutan!
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
De Bleu CC Gairah Kota Biru
Vee Gusti dan Juwanto Jawara Tour de Manado 2018
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Fantastic CC Gowes Tanpa Bidon, Tak Lupa Beramal!
Tips Memperkuat Otot dengan Gym