Usai mengajak pecinta ultra cyclist mengelilingi Jawa Timur melalui East Java Journey (EJJ) 2026, Mainsepeda sudah bersiap di event keduanya tahun ini: Nggravel Blitar 2026. Event gravel besutan Mainsepeda ini rencananya akan dilaksanakan pada 19 April 2026 mendatang. 

Nggravel Blitar akan secara khusus mengundang pecinta off-road untuk menikmati rute non-aspal di kawasan Blitar Raya. Jenis sepeda yang diizinkan untuk mengikuti event ini adalah gravel bike dan Mountain Bike (MTB). 

Beberapa peserta EJJ 2026 pun telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Nggravel Blitar. Cyclist asal Surabaya, Harun Nugroho jadi salah satunya. Harun memilih untuk mengikuti kategori non-kompetitif 80 Km. Ini akan jadi kedua kalinya ia mengikuti Nggravel Blitar. Tahun lalu pada penyelenggaraan pertama Nggravel Blitar, ia juga ambil bagian. 

Baca Juga: Peserta EJJ 2026 Kompak Sebut Tanjakan di Jatim Bikin Ampun, tapi Bikin Nagih!

"Saya tahun lalu baru beli sepeda gravel terus cobanya di Nggravel Blitar. Tahun ini, saya ikut yang 80 Km aja biar bisa menikmati all view-nya," ucap Harun. 

Harus saat mengikuti Nggravel Blitar 2026.

Cyclist 55 tahun itu memanfaatkan kegiatan 'Seloso Soro' untuk berlatih. Para pecinta gravel akan bertemu setiap Selasa untuk menjajal rute off-road di sekitar Malang Raya. Rutenya beragam mulai arah Pakis Tumpang, Kebun Teh Wonosari, atau jalur ke Batu. 

"Latihan road untuk fisiknya, kalau latihan handling-nya setiap selasa itu. Saya juga baru tahu masih ada jalan off-road di Kota Malang," jelasnya sambil bercanda. 

Ekosistem gravel memang sedang naik daun. Namun dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lain, hype gravel di Indonesia cukup tertinggal. Ambil contoh Thailand sudah punya event gravel yang telah masuk kalender UCI Gravel World Series, Dustman. Sedangkan di Filipina terdapat event gravel berskala internasional seperti ATTCK Unrstrktd Gravel yang rutenya bisa mencapai 240 km. 

Oleh karena itu, Mainsepeda mendapatkan banyak apresiasi karena mulai memperkenalkan kategori race tahun ini di event-event gravel-nya. Mainsepeda telah menyiapkan kategori race dengan panjang rute 100 Km, baik di event Nggravel Blitar maupun Nggravel Glenmore.

"Sejak ikut Nggravel Blitar tahun lalu, harapannya ada race-nya. Alhamdulillah sudah direalisasikan sama Mainsepeda," kata Yugo Muji Santiko, cyclist asal Malang.

Yugo akan mengikuti kategori race 100 Km di kategori Men 35-44.

Kategori 100 Km (race) akan terbagi menjadi dua jenis, yakni Gravel dan MTB. Setiap kategori sepeda akan dipisahkan lima kelompok umur: Men 34 and Under, Men 35-44, Men 45 and Up, Women 29 and Under, dan Women 30 and Up. Sedangkan, kategori 80 Km untuk non-kompetitif.  

Yugo sendiri akan turun di kategori 100 Km MTB Men 35-44. "Ini awal yang bagus di Blitar ada gravel buat variasi sepedaan di Indonesia agar lebih berwarna," imbuhnya. 

Anshori Tsani dikenal sebagai seorang ultra cyclist dan finisher EJJ 2024 1.500 Km.

Sementara itu, Anshori Tsani yang menjadi peserta EJJ 2024 1.500 Km juga akhirnya kepincut menjajal Nggravel Blitar. Ia masuk kategori race di nomor 100 Km Gravel Men 34 and Under.

Ultra-cyclist 31 tahun ini mengaku terbawa arus dengan animo sepeda gravel yang semakin meningkat. "Baru dua bulan ini punya gravel. Ketika mulai ramai gravelan, saya coba ngrakit juga," tuturnya. 

Tak sendiri, Anshori juga meracuni ayahnya Muhammad Ishom untuk mengikuti Nggravel Blitar 2026. Seperti halnya Anshori, sang ayah juga akan turun di nomor kompetitif, yakni 100 Km MTB Men 45 and Up. "Saya juga ajak bapak saya ikut yang 100 Km. Kemarin lulus event gravel di Tuban 70-an Km."

Baca Juga: Pengalaman Serba Pertama Yusran Yahya di EJJ 2026, dari Rasakan Rute Terjauh Sampai Gempa

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar, Priyo Suhartono mengajak para pecinta off-road untuk berpartisipasi di event Nggravel Blitar 2026. Blitar Raya menjanjikan pengalaman bersepeda gravel dengan rute menantang sekaligus indah. 

Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono saat mengikuti event EJJ 2026 600 Km.

Pada Nggravel Blitar 2025, para peserta diajak mengeskplorasi keindahan lereng Gunung Kelud, melintasi perkebunan nanas serta jalur sungai lahar. View-nya sungguh scenic. 

"Blitar raya adalah surganya untuk gravel. Rutenya sangat variatif. Jadi sangat menantang untuk datang ke Blitar," kata Priyo. 

Bagi yang berminat untuk mengikuti Nggravel Blitar 2026, pendaftaran bisa dilakukan melalui Mainsepeda App. (Mainsepeda)

Populer

Pengalaman Serba Pertama Yusran Yahya di EJJ 2026, dari Rasakan Rute Terjauh Sampai Gempa
Kesan EJJ 2026 Versi Peserta: Pelayanan Memuaskan, Rute Minta Jangan Dites Om JB
Raih Gelar S3 di Sydney, Wisuda ‘Sarjana Ultra’ 1.500 Km di EJJ 2026
Ketika Para Peserta EJJ 2026 Akhirnya Menemukan Marka Mobil Terbang
Peserta EJJ 2026 Kompak Sebut Tanjakan di Jatim Bikin Ampun, tapi Bikin Nagih!
Lulus 600 Km Pakai Seli, Ditantang Istri Lanjut EJJ 1.500 Km
Alumni Nggravel Blitar Datang Lagi: Ada Pilih Race, Ada yang Ingin Sekadar Nikmati View
EJJ 2026: ’Ultra Women’ Ivo-Fian Rebut Podium ke-3 Pair sekaligus Lantern Rouge
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
EJJ 2026 600 Km: Perjalanan Kaderisasi Calon Peserta 1.500 Km Dimulai