Setelah menempuh perjalanan epik melintasi Jawa Timur, John Boemihardjo akhirnya mencapai garis finis East Java Journey (EJJ) 2026. Co-founder & CEO Wdnsdy Bike tersebut menyentuh garis akhir di Surabaya Town Square (Sutos) pada Jumat dini hari (6/2/2026), pukul 03.53 WIB.
Berdasarkan catatan waktu panitia, pria yang akrab disapa JB ini menyelesaikan rute 1.500 kilometer dengan catatan waktu 94 jam, 53 menit, dan 52 detik. Hasil ini mengukuhkan posisinya sebagai cyclist tercepat di kategori Men 40 and Up.
Ini jadi kesuksesan kali ketiga bagi JB menyegel trofi kategori Men 40 and Up pada event ultra Mainsepeda East Java Journey (EJJ). Menyusul keberhasilan serupa pada edisi 2024 (1.500 Km), serta edisi inaugural atau perdana EJJ (2023) yang saat itu rutenya hanya menempuh 1.200 Km. JB hanya absen sekali pada edisi 2025 kemarin.
Baca Juga: EJJ 2026: Three-Peat! Zidan Raih Gelar ’Sarjana S3 Ultra'
Ditemui usai sukses menuntaskan perjalanan keliling Jatim pada EJJ 2026 ini, JB mengaku rute clockwise tahun ini benar-benar menguras fisik dan mentalnya hingga titik nadir. Kombinasi tanjakan Ijen di awal dan jalur “Teksas” Wonocolo di akhir, memberikan siksaan tanpa henti. “Rasanya campur aduk. Hancur semua aku,” ujar JB sesampainya di Sutos.
JB menyoroti ekstremnya tanjakan yang harus dihadapi para peserta tahun ini. “Banyak (tanjakan) di atas 21 persen. Gila. Top!” serunya. Sambil berkelakar kepada penyelenggara, ia tetap memberi apresiasi. “Thank you rutenya ya. Yang bikin rute harus ikut ini!”
Sepanjang 1.500 Km, selain aksi Zidan Attala Nouval Hidayat, sorotan utama tertuju pada persaingan ketat antara JB dan sahabatnya, Joko Sumalis. Keduanya saling tempel sejak hari pertama di Ijen hingga melewati CP 2 Blitar dengan selisih waktu yang sangat tipis.
“Kemarin saya bertarung ketat dengan Joko,” aku JB. Duel yang dijuluki sebagai “Perang Saudara” pengguna Wdnsdy Bike ini akhirnya berhasil dimenangkan oleh JB setelah ia melakukan manuver di paruh terakhir rute menuju Surabaya.
Keberhasilan JB juga menjadi pembuktian bagi sepeda gravel Wdnsdy Journey KS yang ia tunggangi. Meski dihajar tanjakan ekstrem dan jalur kasar di berbagai pelosok Jawa Timur, sepeda tersebut berhasil mengantarkan JB kembali ke Sutos sebelum matahari terbit.
Dengan finisnya JB, kini perhatian beralih kepada Joko Sumalis dan rombongan cyclist lain di belakangnya yang diperkirakan akan terus berdatangan sepanjang Jumat hingga Minggu (8/2/2026) nanti.
Baca Juga: EJJ 2026 - 600 Km: Cyclist Mix Prancis-Sunda Bawa Jimat Keberuntungan Multifungsi
Joko berpotensi menempati podium kedua untuk kategori Men 40 and Up. Jaraknya hanya menyisakan puluhan kilometer dari garis finis. Menyisakan persaingan sengit podium ketiga, yang jadi rebutan oleh Dodik Sumare, Rasditya Permana Mahendratama, Victor Suguharto Halim, Dwi Trijono, serta Dony Febriana. Kelima cyclist tersebut sudah mencapai jarak di atas 1.000 kilometer, atau tinggal menyisakan sepertiga perjalanan lagi untuk menyentuh garis finis di Surabaya.
Perjalanan seluruh peserta dapat dipantau melalui Racemap. Fitur itu bisa diakses melalui website Mainsepeda.com. Baik versi desktop maupun mobile. Selain itu, live tracker juga bisa diakses melalui Mainsepeda App. Tinggal masuk ke Mainsepeda App, di halaman utama ada banner live tracker, tinggal klik sudah masuk ke Racemap. (Mainsepeda)