East Java Journey (EJJ) 2026 yang berlangsung 2-8 Februari, menghadirkan rute ultra-cycling menantang sekaligus disuguhi pesona luar biasa bersepeda di Jawa Timur. Terutama bagi para peserta 1.500 km.

Setelah disuguhi tanjakan Jolotundo di Mojokerto dan tanjakan Paltuding Ijen di Banyuwangi. Memasuki hari kedua (Selasa, 3 Februari 2026) para peserta termonitor sudah melewati area ikonik lainnya, yakni jalur gravel Glenmore di Banyuwangi. 

Baca Juga: EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar

Segmen gravel Glenmore merupakan salah satu checkpoint penting dalam event ultra-cycling East Java Journey (EJJ) 2026 yang diselenggarakan oleh Mainsepeda. Terletak di Kabupaten Banyuwangi, segmen non-aspal ini diklaim mirip dengan rute event gravel populer dunia, Unbound Gravel. 

"Anginnya kenceng banget. Sudah perih tambah perih ini," tutur cyclist asal Sleman, Victor Sugiharto Halim yang melahap menu segmen gravel di Glenmore pada pukul 11.00 WIB.

Dari pantauan Mainsepeda hingga tengah hari menjelang sore, sudah lebih dari sepertiga peserta EJJ 2026 – 1.500 Km yang termonitor telah melahap segmen gravel di Glenmore ini. "Mirip banget sama Emporia Kansas, Unbound Gravel," kata Yusuf Kibar yang pernah menjajal event bergengsi tersebut tahun lalu. 

Yusuf Kibar menyentuh segmen gravel Glenmore tepat pukul 12.00 siang. Ketika sinar matahari berada tepat di atas kepala. 

"Ini baru gravel. Jalan tanah sama kerikil lepas. Bukan makadam," tutur Dony Febriana yang melintas di Glenmore terpaut satu jam di belakang Yusuf Kibar, atau sekitar pukul 13.00 WIB. 

Gravel di Glenmore mempunyai karakteristik jalan tanah padat penuh berkerikil. Jalurnya pun lebar diantara kebun-kebun tebu. Glenmore memang dikenal dengan industri pabrik gulanya. Kerikil-kerikil tajam bisa membuat ban sepeda bocor jika tidak berhati-hati.

Baca Juga: EJJ 2026: Joko Sumalis Tembus Paltuding Ijen dengan Modal Lemper

Selain itu, ketika cuaca terik, para cyclist dapat terpapar langsung sinar matahari. Praktis rasa panas menyengat cukup menguras energi. Angin pun berhembus sangat kencang. Sedangkan, jika dilintasi malam hari, suasananya sangat gelap dan sepi. 

Bagi cyclist yang penasaran menjajal dan menaklukkan segmen gravel di Glenmore ini, Mainsepeda berencana akan menggelar event gravel di sana. Dinamai Nggravel Glenmore yang akan diselenggarakan pada 10 Oktober mendatang. (Mainsepeda)

 

Populer

VP PT KAI DAOP 7 Ali Afandi Terjun di Ngebel KOM 2026, Antusias Kolaborasi dengan Mainsepeda Lagi
Tadej Pogacar Ungkap Target Besar, Paris-Roubaix Jadi Prioritas Utama
Tour de Pologne 2026-Etape 7: Stefan Küng Menang ITT, Marco Brenner Juara Overall
Kenalkan Lampung, Trol CC Bikin Event Tutup Tahun
UCI Awasi Dugaan Bra Aerodinamis di Tour de France Femmes 2026
East Java Journey 2023: Boleh Pakai Ban 28 mm dan Rim Brake, Asal....
Eddy Merckx Mulai Pulih, Kembali Kayuh Sepeda Setelah Jalani Enam Operasi
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan