Selain mempersiapkan kondisi fisik dan perencanaan perjalanan yang matang, Vindranori Djiwananggoro, ultra cyclist asal Tuban, juga membawa pesan penyemangat dari keluarga sebagai bekal menghadapi East Java Journey (EJJ) 2026. Turun pada 1.500 km, dia menempelkan sticker pada sepedanya yang berisi pantun singkat, bertuliskan 'Ubur-ubur ikan lele, luv u always papinya tole.'
Cyclist 43 tahun itu mengaku pesan penyemangat itu merupakan request khusus dari sang istri. Harapannya agar Vindranori selalu diberikan keselamatan sepanjang perjalanan.
Baca Juga: EJJ 2026: Siapkan Cue Points, Cara Cyclist Singapura Rencanakan Istirahat, Makan, hingga Beribadah
"Tahu-tahu istri saya memberikan ini untuk ditempel di sepeda. Tanda hati-hati di jalan. Jadi motivasi juga, supaya semangat gowesnya," kata cyclist 42 tahun itu.
Vindranori seringkali mengikuti event ultra di Indonesia. Tapi baru di EJJ 2026, ia akan mencicipi jarak 1.500 Km. Jarak ribuan kilometer ini pastinya akan penuh tantangan bagi Vindranori, khususnya masalah mental. Para cyclist nantinya akan menghadapi tantangan utama di sepanjang JLS Tambakrejo-Sine hingga Pacitan. Rute rolling dengan tanjakan-tanjakan tajam mirip 'gigi hiu' membuat mentalitas para cyclist di uji. Jalur yang dijadikan queen stage ini berada di KM 788-1010.
"Ultra cycling itu soal mental jadi tantangan terbesar adalah memecahkan 1.000 km pertama. Kalau sudah bisa, jalannya akan lebih mudah," jelasnya.
Vindranori pun menyiapkan banyak hal untuk pecah telur gowes di atas 1.000 Km. Yang paling ia perhatikan ialah membawa suplemen yang cukup untuk menopang kondisi fisiknya.
Di sisi lain, Victor Sugiharto Halim punya cara unik untuk mengusir rasa ketakutannya saat bersepeda di keheningan malam, apalagi saat melintasi kawasan hutan. Cyclist asal Sleman itu mengaku kelemahan terbesarnya adalah saat bersepeda di malam hari dengan kondisi gelap gulita. Terlebih ia mengaku punya ketakutatan tersendiri terhadap hantu atau setan.
Nah, untuk mengatasi ketakutannya itu, Victor akan menyetel lagu rohani dengan volume suara keras demi memecah keheningan. Hal ini ia pelajari hasil pengalaman mengikuti EJJ 2024 lalu.
"Pas naik Paltuding di 2024 itu, kan sepi dan gelap. Ada suara srek-srek dan suaranya itu mengikuti. Baru sadar itu ternyata suara kaki saya sendiri. Saat itu saya setel lagu rohani kencang-kencang di loudspeaker," jelasnya.
Baca Juga: EJJ 2026: Bersaing di Kategori Pair, Datang Lebih Awal untuk Bonding
Selain lagu rohani, Victor juga menyiapkan lampu depan yang terang agar melawan kegelapan. Hal ini dilakukan agar mentalnya tidak drop saat kondisi malam.
Sebanyak 200 cyclist akan berpartisipasi di tantangan EJJ 2026. Mereka akan melintasi 27 kabupaten dan kota di Jawa Timur. East Java Journey 2026 berlangsung 2-8 Februari. Kategori 1.500 km dimulai Senin pagi, 2 Februari. Kategori 600 km menyusul start Jumat pagi, 6 Februari. Semua diberi waktu finish hingga Minggu malam, pukul 21.00 WIB, tanggal 8 Februari. (mainsepeda)