Rangkaian balapan multi-etape Tour de Pologne 2024 akan dimulai pada 12-18 Agustus 2024. Balapan yang jadwalnya tahun ini beririsan dengan penyelenggaran GrandTour UCI Vuelta a Espana ini awalnya diprediksi akan sepi peminat pembalap kelas atas. 

Akan tetapi, pamor balapan yang berpusat di Polandia ini meninggi sejak Jonas Vingegaard mengumumkan partisipasinya. Peraih brace gelar Tour de France ini mengaku masih memiliki urusan yang belum selesai di Tour de Pologne. Bintang asal Denmark ini dua kali mengikuti Tour de Pologne. Pada tahun 2019 dan 2020. Namun, Ia tak pernah menjuarainya. 

Balapan di tahun 2019 terasa spesial sekaligus paling mengganggu bagi Vingegaard. Pembalap 27 tahun ini pertama kali meraih kemenangan perdananya di WorldTour, tepatnya pada balapan etape 6. Ia sempat memimpin klasemen general classification. Tapi posisinya lantas terganjal oleh Pavel Sivakov yang akhirnya menjadi juara umum. Tahun berikutnya, ia mencoba peruntungan dan gagal kembali.  

Penampakan jalur yang dilewati pembalap saat melewati etape 3 dari Wałbrzych ke Duszniki-Zdrój tahun lalu. 

"Saya merasa masih memiliki sesuatu yang perlu saya buktikan di sana. Saya bersemangat untuk memenanginya tahun ini, tapi tentu kompetisi ini tidak bisa dianggap remeh," kata Vingegaard.  

Tour de Pologne tahun ini memiliki total lintasan lebih pendek dibandingkan tahun lalu. Kurang lebih jaraknya dipersingkat 95 Km.  Namun, pihak penyelenggara membuat balapan tahun ini lebih menantang. Hal ini karena total elevasi balapan meningkat cukup drastis. Pada 2023, total elevasi 11.125 meter. Sedangkan tahun ini, bertambah sekitar 2.300 meter atau hampir 20 persen. 

Baca Juga: Transportasi Banyak Opsi, Makin Mudah Menuju Banyuwangi

Tujuh etape yang akan dipertandingkan tak ada yang melalui pendakian ekstem. Semisal tanjakan dengan HORS Categorie. Rute lebih banyak diisi balapan bertipikal hilly dan jalan datar. 

Salah satu rute tersulit ada di etape ketiga. Lintasan dari Walbrzych menuju Duszniki-Zdroj bakal berjarak 156 Km dengan jalur perbukitan. Selain itu, ada empat pendakian berkategori 2. Yang paling terjal adalah tanjakan Gora Swietej Anny dengan gradiens mencapai 12,5 persen. 

Balapan queen stage akan terjadi di etape 6. Para cyclist akan menghadapi tanjakan Sciana Bukowina sebanyak dua kali. Pendakian hanya berjarak kurang dari 3 Km, tapi gradiens mencapai 20 persen. 

Baca Juga: 162 Cyclist Ramaikan Bentang Jawa 2024

"Di Polandia, akan ada banyak etape menantang hingga akhir. Jadi kami harus fokus sepanjang pekan ini. Saya berharap dapat bersaing hingga posisi tertinggi yang mungkin dicapai," imbuh Vingegaard. 

Penantang terkuat Vingegaard di Tour Pologne 2024 adalah Matej Mohoric. Pembalap Slovenia ini berstatus juara bertahan. Mohoric mengalahkan pembalap UAE Team Emirates Joao Almeida dengan catatan waktu tipis musim lalu. Hanya berbeda 1 detik saja. 

Penantang lainnya ialah bintang Lidl-Trek Mads Pedersen. Meskipun bukan spesialis balapan multi-etape, juara dunia road race 2019 ini diprediksi akan memberikan perlawanan sengit untuk Vingegaard. Terlebih rute balapan tak terlalu mengeksplorasi tanjakan-tanjakan yang kejam yang selalu menjadi kelemahannya. (Mainsepeda)

Populer

Kesan EJJ 2026 Versi Peserta: Pelayanan Memuaskan, Rute Minta Jangan Dites Om JB
EJJ 2026: Kabar Duka Memaksa Marcus-Aloysia DNF, Batalkan Piknik Bersepeda Lipat Keliling Jatim
Lulus 600 Km Pakai Seli, Ditantang Istri Lanjut EJJ 1.500 Km
Ketika Para Peserta EJJ 2026 Akhirnya Menemukan Marka Mobil Terbang
Raih Gelar S3 di Sydney, Wisuda ‘Sarjana Ultra’ 1.500 Km di EJJ 2026
EJJ 2026: ’Ultra Women’ Ivo-Fian Rebut Podium ke-3 Pair sekaligus Lantern Rouge
EJJ 2026: Tidur Hanya Dua Jam, Hendri Resmi Diwisuda sebagai ‘Sarjana Ultra’ 600 Km
EJJ 2026: Pasangan Ayah-Anak Miswanto dan Yusuf Kibar Tambah Koleksi Juara Pair
Dapatkan Foto Memorable EJJ 2026, Unduh di Mainsepeda App!
Para Remidial yang Akhirnya Sukses Raih Gelar Sarjana Ultra EJJ 2026