Dandi Dwi Prasetya tidak menduga latihan dan disiplin keras yang dia jalani mengantarkan dia menjuarai Antangin Bromo KOM X kategori Men Under 29 Tahun pada 18 Mei lalu. Kini setelah duduk di puncak klasemen, cyclist asal Jakarta itu harus menjaga takhtanya dengan mengikuti seri lanjutan East Java Trilogy, yakni Kediri Dholo KOM dan Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM. 

"Sayang kalau event-nya terlewatkan. Saya sudah start dengan hasil maksimal. Sekarang target yang lebih berat adalah mempertahankannya," kata Dandi. 

Dandi menyabet gelar juara Antangin Bromo KOM X di kategori Men Under 29. 

Upaya Dandi mempertahankan kekuasaannya di klasemen mendapatkan angin segar. Sebab, Mainsepeda memberikan penawaran khusus paket bundling Kediri Dholo KOM dan Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM seharga Rp 2 juta saja, dari harga normal Rp 2.500.000.

"Promonya lebih terjangkau dibandingkan kalau hanya daftar Dholo atau Ijen KOM saja," kata Dandi. 

Dandi meraih kemenangan setelah finis di puncak Wonokitri dengan catatan waktu 1 jam 23 menit 7 detik. Unggul 4 menit lebih dari Ahmad Zaljian yang menjadi runner-up di kelasnya. 

Kini Dandi mematok target juara umum di klasemen akhir East Java Trilogy 2024. Namun, dia sadar persaingan di seri selanjutnya bakal lebih berat karena posisinya menjadi incaran banyak pembalap. Mereka bakal tampil di Kediri Dholo KOM pada 14 Juli 2024 dengan persiapan yang jauh lebih baik. 

"Awalnya saya cuma pengan coba Bromo KOM saja. Tapi karena perolehan poinnya sudah lumayan jadi sayang kalau event trilogi ini saya lewatkan," ungkap Dandi.   

Baca Juga: Grab It Fast! Bundling Dholo KOM dan Ijen KOM hanya Rp 2 juta

Di sisi lain, tak sedikit cyclist yang gagal berpartisipasi di Antangin Bromo KOM X lalu melampiaskan "balas dendamnya" dengan mengikuti langsung dua event East Java Trilogy sekaligus. Salah satunya pesepeda asal Jakarta, Berry Perdana Putra. 

Berry masih penasaran dengan Kediri Dholo KOM dan Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM. Tahun lalu, Berry sudah ancang-ancang mengikuti dua event signature Mainsepeda tersebut. Namun, kesibukannya membuat pria 36 tahun batal ikut. 

Berry memperbaiki catatan waktunya dibandingkan Bromo KOM tahun lalu dan finis di posisi ketujuh di kelas Men 35-39.

"Tahun lalu daftar Trilogi Jawa Timur, tapi cuma bisa ikut Bromo. Saya suka nanjak dan katanya lebih menantang dari Bromo. Jadi masih penasaran," ungkapnya. 

Seperti halnya Dandi, Berry juga memanfaatkan promo bundling yang disediakan Mainsepeda. Ia berharap tahun ini bisa mencicipi Dholo KOM dan Ijen KOM.

"Mudah-mudahan tahun ini lebih aman waktunya," tutupnya. 

Antangin Bromo KOM X 2024 yang menjadi gelaran pembuka East Java Trilogy telah sukses digelar pada 18 Mei lalu. Ajang yang disebut sebagai "Naik Hajinya" cyclist di Indonesia diikuti 1.500 cyclist. Selanjutnya Mainsepeda akan menggelar Kediri Dholo KOM pada 14 Juli 2024. Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM yang menjadi sajian penutup bakal dilaksanakan 21 September. Promo bundling ini akan tersedia hingga Sabtu, 8 Juni 2024.  (Mainsepeda)

Populer

Kesan EJJ 2026 Versi Peserta: Pelayanan Memuaskan, Rute Minta Jangan Dites Om JB
Raih Gelar S3 di Sydney, Wisuda ‘Sarjana Ultra’ 1.500 Km di EJJ 2026
EJJ 2026: Kabar Duka Memaksa Marcus-Aloysia DNF, Batalkan Piknik Bersepeda Lipat Keliling Jatim
EJJ 2026: ’Ultra Women’ Ivo-Fian Rebut Podium ke-3 Pair sekaligus Lantern Rouge
Pengalaman Serba Pertama Yusran Yahya di EJJ 2026, dari Rasakan Rute Terjauh Sampai Gempa
Ketika Para Peserta EJJ 2026 Akhirnya Menemukan Marka Mobil Terbang
Lulus 600 Km Pakai Seli, Ditantang Istri Lanjut EJJ 1.500 Km
Race Around Java 2024 Hari Keenam: Segmen Ketiga Penuh Tanjakan Curam, Eggi Eirin Memimpin Balapan
Para Remidial yang Akhirnya Sukses Raih Gelar Sarjana Ultra EJJ 2026
Scott Addict RC, Penakluk Gunung yang Sangat “Bersih”