Primoz Roglic (Jumbo-Visma) pantang kecewa lagi di Tour de France tahun ini. Dua tahun beruntun ia pulang dengan tangan hampa dari Prancis. Gelar juara yang diidam-idamkan jatuh ke tangan Tadej Pogacar (UAE Team Emirates). Jangan sampai momen buruk ini terjadi untuk kali ketiga secara beruntun.

Roglic hampir menjuarai Tour de France 2020. Akan tetapi, ia kehilangan gelar setelah tampil buruk di lomba Individual Time Trial (ITT) di Etape 20. Cerita Roglic di Tour de France 2021 juga mengenaskan. Ia mengalami crash di awal lomba. Lalu memutuskan tidak start sebelum Etape 9.

"Ini adalah balapan yang belum saya menangkan. Saya ingin sekali memenangkannya. Akan tetapi, saya tidak melihatnya sebagai kenangan buruk. Hal ini hanya beberapa pengalaman yang telah terjadi," cerita Roglic kepada Eurosport's Cycling Show.

Roglic tiga kali juara di La Vuelta a Espana. Selain itu, ia juga merebut medali emas di Olimpiade Tokyo. Meski begitu, ia selalu menganggap Tour de France sebagai panggung terbesar. Juara di Prancis menjadi tujuan tertinggi bagi rider asal Slovenia tersebut.

Tidak ada Egan Bernal di Tour de France tahun ini. Tanpa pembalap Ineos Grenadiers maka sorot utama adalah persaingan antara Roglic dengan Pogcar. Andai tidak ada hal-hal buruk yang menimpa kedua pembalap, maka pecinta olahraga balap sepeda akan disuguhi aksi seru dari dua pembalap asal Slovenia ini.

Roglic bersikap bijak perihal persaingannya dengan Pogacar. Menurutnya, rivalitas akan memicu masing-masing pembalap untuk menjadi lebih baik. Selain itu, perdaingan di antara mereka juga menjadi hiburan tersendiri bagi pecinta olahraga balap sepeda.

"Saya hanya mencoba mencari cara untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri saya. Mempersiapkan diri dengan cara terbaik dan bagaimana untuk berfungsi dalam balapan dengan cara terbaik. Saya tahu caranya dan kami akan melakukannya sekarang dalam satu bulan," terangnya. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 92

Foto: ASO


COMMENTS