QuickStep-Alpha Viny akan memiliki dua senjata mematikan di Tour de France 2022, yakni Mark Cavendish dan Fabio Jakobsen. Mereka akan bersaing untuk merebut kemenangan etape, bahkan jersey hijau. Namun di sisi lain mereka siap berkolaborasi untuk kepentingan tim asal Belgia itu.

Jakobsen mendapatkan tiket ke Prancis setelah tampil hebat musim lalu. Rider asal Belanda ini sebenarnya baru setahun pulih dari cedera parah imbas kecelakaan di Tour de Pologne, Agustus 2020. Ia balapan lagi pada April 2021, atau delapan bulan setelah insiden mengerikan di Polandia itu.

Namun, sprinter 25 tahun ini mampu mendapatkan kekuatannya kembali. Ia meraih tiga kemenangan etape di La Vuelta a Espana 2021 dan memuncaki points classification. "La Vuelta memang sebuah kompetisi. Tapi pada saat yang sama juga merupakan kamp pelatihan besar saya untuk menyambut musim ini," ungkapnya.

Penampilan hebat di La Vuelta membuka jalan Jakobsen tampil di Tour de France 2022. "Ini merupakan Tour de France pertama saya. Saya sangat termotivasi. Saya akan mencoba memenangkan satu etape terlebih dahulu. Kemudian kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti," bilangnya kepada Sporza.

Kehadiran Jakobsen dikhawatirkan membuat QuickStep-Alpha Vinyl memiliki matahari kembar. Sebab Jakobsen satu tipe dengan Cavendish. Mereka sama-sama sprinter. Cavendish pun berharap melanjutkan kesuksesan dengan menyalip rekor Eddy Merckx sebagai peraih kemenangan etape terbanyak di Tour de France.

Jakobsen buka suara. Ia mengaku sangat akrab dengan Cavendish, bahkan mengaguminya. "Kami adalah rekan satu tim sekaligus pesaing. Cav merupakan sprinter terbaik sepanjang masa. Sangat spesial karena saya akan bersamanya di Tour de France. Saya pikir Cav juga menyukainya," terangnya.

Selain mengincar kemenangan etape di Tour de France, Jakobsen ingin menang di balapan klasik. Ia ingin tampil di Kuurne-Brussels-Kuurne, Bruges-De Panne, Gent-Wevelgem, dan Scheldeprijs. "Saya juga balapan di Paris-Nice," ungkap Jakobsen. (mainsepeda)

Foto: Eurosport


COMMENTS