Seru-seruan Sekaligus Melepas Kangen di Bromo

| Penulis : 

Gunung Bromo memang memesona. Baik untuk berpelesir maupun bersepeda. Tak mengherankan selalu menjadi magnet bagi cyclist di seluruh Indonesia. Salah satunya komunitas Temanggung Peloton (Tempe) CC. Mereka datang ke Jawa Timur (Jatim) hanya untuk merasakan sensasi nanjak di Bromo.

Touring ke daerah Jatim ini sebenarnya tidak sering mereka lakukan. Apalagi basis mereka di Jawa Tengah (Jateng). Biasanya mereka gowes di daerah Magelang, Jogjakarta, Semarang, dan di kota-kota lain di sekitarnya. Namun pilihan kali ini berbeda. Mereka mantap menjajal tanjakan di Bromo.

Kebetulan Temanggung Peloton memang sering menggelar long trip. Tidak setiap bulan, tapi dua-tiga bulan sekali. Sekjen Temanggung Peloton M. Arif Wicaksono, mengungkapkan gowes ke Bromo tersebut sekaligus untuk melepas kangen dengan event Bromo KOM Challenge.

"Sebenarnya kami memang kangen dengan event Bromo KOM Challenge. Sebab tahun 2021 kan tidak diadakan. Kami berharap bisa digelar lagi tahun ini," harap Arif.

FOTO: Menonjolkan Identitas Temanggung di Jersey Baru


Selain itu, member komunitas Temanggung Peloton memang dikenal sebagai cyclist yang doyan nanjak. Ada banyak tanjakan di Jateng maupun Jogja yang sudah ditaklukkan. Pada akhir tahun lalu mereka bertolak ke Jatim untuk merasakan sensasi nanjak di Bromo.

Arif bercerita, ada 13 cyclist yang ikut serta ke Bromo. Mereka bertolak ke Bromo dari Pasuruan pukul 05.00. Sepanjang perjalanan diguyur hujan. Baru ketika masuk Wonokitri, cuaca mulai terang. Ada cerita menarik saat mereka turun dari Wonokitri.

"Selang satu jam ada kabar erupsi Gunung Semeru. Padahal kami sempat naik ke Penanjakan. Mau melihat pemandangan gunung. Sayang sedang berkabut. Akhirnya kami turun saja," cerita Arif.

Menyusuri rute Bromo KOM Challenge memang begitu berkesan bagi anggota Temanggung Peloton. Meski, kata Arif, tetap ada hal yang berbeda ketika event dan ketika gowes sendiri.

"Euforianya memang lebih seru saat event Bromo KOM. Sebab kita gowes bersama dengan ribuan cyclist dari berbagai daerah. Selain itu juga ada yang mengawal saat gowes. Tapi meski jalan sendiri, tetap seru sih. Hujan sepanjang jalan jadi makin syahdu," ungkapnya.

Selanjutnya Temanggung Peloton mengagendakan gowes ke berbagai daerah lagi. Mereka masih mematangkan rencana tersebut. Beberapa di antaranya akan dilakukan di sekitar Jatim. "Rencananya mau gowes ke Pangandaran, Kelud, Cemoro Sewu, dan Pantai Klayar," ungkapnya. (mainsepeda)

Foto: Dokumentasi Temanggung Peloton

Populer

Pogacar Cetak "Quattrick" di Liege-Bastogne-Liege, Mendekati Rekor Eddy Merckx
Triumvirat di Liege-Bastogne-Liege 2026: Pogacar dalam Kepungan Remco dan Seixas
La Flèche Wallonne 2026: Remaja 19 Tahun yang Meruntuhkan Rekor Sembilan Dekade
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Lintang Flores, Ultra-endurance Cycling Pengeliminasi Separuh Peserta
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Amstel Gold Race 2026: Pembalasan Dendam Sempurna Remco Evenepoel
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Wdnsdy AJ62: Performance Nyaman untuk Cyclist Indonesia