Tuck Bike merilis sepeda baru. Sebuah folding bike. Uniknya, bukan hanya frame-nya saja yang dapat dilipat, rodanya pun bisa! Founder Tuck Bike, Alex Animashaun mengaku telah mengembangkan roda yang bisa dilipat ini sejak empat tahun lalu.

Animashaun memang berkarier di bidang manufaktur dan teknik otomotif. Ia adalah salah satu insinyur yang mengerjakan Range Rover hybrid. Lalu ia mulai mengembangkan sepeda lipat sendiri. Sepeda full-size dengan kinerja maksimal seperti folding bike. Serta dapat dilipat hingga bentuk paling ringkas.

Sejak 2017 lalu, Animashaun telah menjajal prototipe sepeda dengan roda yang bisa dilipat. Setelah berbagai eksperimen, Animashaun akhirnya menemulan formula yang tepat. Rodanya tidak benar-benar dilipat. Tetapi dibikin berputar menjadi tiga bagian.

Animashaun menjelaskan, ujung pelek adalah bagian terkuat dari roda. Ketika dikunci menjadi satu, mereka jadi lebih kuat. Tuck Bike juga memasang kunci tambahan di hub. Setidaknya tiga dari empat klem harus dibuka sebelum setiap segmen roda dapat dilipat.

Tuck Bike dapat dilipat seringkas folding bike dengan ukuran ban yang lebih kecil

Tuck Bike menggunakan ban airless 700c x 27mm dari Gecko. Teknologi karet sel tertutup Gecko membuat ban ini dapat mencengkeram lebih baik daripada ban tanpa udara lainnya. Serta menawarkan kinerja maksimal di segala cuaca. Mulai 0 derajat celsius hingga hingga 50 derajat celsius.

Salah satu keunggulan Tuck Bike adalah kemampuan untuk melipat hingga ukuran yang sama dengan sepeda lipat dengan ban yang lebih kecil. Lebih penting lagi, ada banyak cara untuk melipatnya. Untuk mendapatkan lipatan paling ringkas, dibutuhkan waktu dua menit dan dapat dilakukan tanpa bantuan alat.

Sepeda ini dijual dalam dua ukuran, medium dan besar. Ukuran mendium untuk cyclist dengan tinggi badan 155 cm-172 cm. Sedangkan ukuran besar dipakai untuk pengendara dengan tinggi badan 172 cm-188 cm. Harganya sekitar USD 1.695. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 63

Foto: Tuck Bike

Populer

Tour de Romandie 2026-Etape 2: Pogacar Tak Terbendung, Rebut Kemenangan Beruntun
Karya Terbaru Nurmi Pandit, Mewah dengan Gold Leaf
Bakal Debut di Bromo KOM 2026, Puluhan Cyclist Asal Kupang Mulai Persiapkan Fisik dan Strategi
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Tour de Romandie 2026-Etape 1: Pogacar Rebut Jersey Kuning Lewat Aksi Sprint Langka
Cinelli Luncurkan Sepeda Aero Bernama Pressure
Fantastic CC, Minggat Bareng-Bareng sejak 2018
Hari Fitrianto, Kembali ke Pentas Balap Sepeda Tanah Air setelah Vonis Buta
Tour de Romandie 2026: Dorian Godon Mengalahkan Tadej Pogacar di Etape Pembuka
Trek Luncurkan Tiga Checkpoint Gravel Baru (Semua Beda)