Dua musim Nairo Quintana dan Arkéa-Samsic belum membuahkan hasil yang membuaskan. Pembalap 31 ini tidak mampu bersaing di Tour de France. Hanya sekadar pelengkap semata. Quintana kini lebih percaya diri. Ia yakin bisa lebih banyak berbicara di Tour de France musim depan.

Quintana meredup dua musim terakhir di Tour de France. Ia cuma mengenakan polkadot jersey selama etape 9 dan 13 di Tour de France 2021. Ia finis ke-28 di klasemen overall. Hasil ini lebih buruk dibandingkan Tour de France 2020 di mana ia finis ke-17 di General Classification (GC).

Berbicara kepada EFE, Quintana tampak percaya diri menatap lomba musim depan. Ia menegaskan bahwa Tour de France merupakan ajang terpenting. Segala persiapannya ditujukan untuk bersaing di lomba ini.

"Saya harus berbicara dengan direktur dan pebalap. Kemudian kami akan mempelajari rutenya. Lalu membuat beberapa keputusan tentang bagaimana kami akan mengikuti Tour de France nanti," ucap mantan pembalap tim Movistar tersebut.

Quintana merasa rute 2022 memiliki beberapa etape yang sesuai dengannya. Akan tetapi, ia harus mewaspadai angin kencang di Denmark dan di utara Prancis. Selain itu, jalanan berbatu khas Paris-Roubaix di Etape 5, juga menjadi salah satu etape yang diperhitungkan.

"Saya seorang pengendara GC. Setiap tahun saya datang ke Tour de France dengan ambisi ini. Kecuali di 2021 ketika kondisi fisik menjadi masalah terbesar saya. Rute 2022 sangat bagus untuk kami. Sangat penting untuk tiba dalam kondisi prima untuk dapat menghadapinya," tegasnya.

Tentu saja Quintana tak bisa dengan mudah memenangkan Tour de France 2022. Ia harus menghadapi para pembalap hebat macam Tadej Pogacar (UAE Team Emirates), Primoz Roglic (Jumbo-Visma), serta Egan Bernal (Ineos Grenadiers). (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 60

Foto: ASO

Populer

EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga
EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
EJJ 2026: Finish Strong 1.500 Km! John Boemihardjo Segel Podium Men 40 and Up untuk Kali Ketiga
EJJ 2026: Lepas Aerobar sejak di Blitar, Zidan Makin Melesat Menuju Finis di Surabaya
EJJ 2026: Three-Peat! Zidan Raih Gelar ’Sarjana S3 Ultra'
EJJ 2026 600 Km: Perjalanan Kaderisasi Calon Peserta 1.500 Km Dimulai
EJJ 2026 - 600 Km: Target Finis 48 Jam, Muhammad Faris Andalkan Manajemen Body Clock
EJJ 2026 - 600 Km: Cyclist Mix Prancis-Sunda Bawa Jimat Keberuntungan Multifungsi
EJJ 2026: Persaingan Sengit Podium Pair
EJJ 2026: Dilema Bambang Hartana, antara ‘Tugas Negara’ dan Target Mengejar CoT di CP 2