031 Brompton. Itulah nama komunitas Brompton yang ada di Surabaya. Jumlah member-nya cukup besar. Sekitar 255 cyclist. Anggotanya tidak hanya berdomisili di Kota Pahlawan saja, tetapi tersebar di seluruh Indonesia. 

Berbeda dari yang lain, komunitas ini tidak memiliki hari jadi. Ketua 031 Brompton, drg Amalia Astrid bercerita, awalnyi dia membuat sebuah grup WhatsApp (WA) pada Februari 2017 silam. Grup ini lah yang menjadi cikal bakal 031 Brompton.

“Kami tidak memiliki tanggal berdiri. Awalnya kami membuat grup, dan identitas 031 itu pada Februari 2017. Pada sat itu saya mengundang sembilan orang di grup. Tetapi saya lupa siapa saja kesembilan orang itu,” cerita drg Lia, sapaan akrabnyi.

Berawal dari grup WA, mereka mulai berkumpul dan gowes bareng sepanjang 2017. Perkembangan komunitas ini sangat cepat. Dalam kurun waktu hampir tiga tahun, jumlah member-nya mencapai 255 orang.

Tidak hanya berkediaman di Surabaya, anggota 031 Brompton tersebar di berbagai kota di Indonesia. Ada yang menetap di Nganjuk, Sidoarjo, Gresik, Banyuwangi, Lamongan, Tuban, Bandung, hingga Jakarta.

“Kami memakai nama 031 Brompton karena itu melambangkan Surabaya, dan sekitarnya. Eh sekarang anggotanya sudah sampai mana-mana,” bilang ibu dua anak ini kepada Mainsepeda.com akhir pekan lalu.

Walaupun tersebar di seluruh Indonesia, ikatan sebagai Arek Suroboyo, dan member 031 Brompton tetap kuat. “Jadi, kalau kami sedang ke luar kota, kami bisa bertemu sesama orang Surabaya. Sehingga ada teman gowesnya,” imbuh drg Lia.

Selain beranggotakan Arek Suroboyo, 031 Brompton juga membuka pintu bagi cyclist dari daerah lain, yang kebetulan berdinas di Surabaya. Tidak hanya gowes bareng, mereka juga bisa bergabung dengan keluarga besar 031 Brompton.

Terkait gowes, para member 031 Brompton biasa mengaspal setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Namun, ada pula agenda gowes di luar jadwal rutin. Sebab, komunitas ini juga diisi oleh grup-grup kecil yang gowes sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Misalnya yang suka gowes lama, dan panjang, mereka pergi ke Pandaan. Kalau sukanya gowes dalam kota, ya gowes ngopi-ngopi. Tapi kalau sudah event kami akan bareng, dan berkumpul,” jelasnyi.

Dia menegaskan bahwa aspek kekeluargaan menjadi poin penting dari komunitas ini. Bukan hanya masalah sepeda, dan gowes, mereka seolah menemukan sebuah keluarga baru lewat 031 Brompton.

“Kalau untuk bebersamaan selalu, memang tidak. Tapi kami lebih ke silaturahmi. Silaturahmi itu panjang. Bisa untuk cerita, bisa menjadi teman kerja, bisa untuk sharing tentang sepeda, juga sharing tentang touring,” tutur cyclist yang mengenal, dan menggunakan Brompton sejak 2012 itu.

Foto: Dokumentasi 031 Brompton

Populer

EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga
EJJ 2026: Lepas Aerobar sejak di Blitar, Zidan Makin Melesat Menuju Finis di Surabaya
EJJ 2026: Three-Peat! Zidan Raih Gelar ’Sarjana S3 Ultra'
EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
EJJ 2026 - 600 Km: Cyclist Mix Prancis-Sunda Bawa Jimat Keberuntungan Multifungsi
EJJ 2026: Finish Strong 1.500 Km! John Boemihardjo Segel Podium Men 40 and Up untuk Kali Ketiga
EJJ 2026 - 600 Km: Target Finis 48 Jam, Muhammad Faris Andalkan Manajemen Body Clock
EJJ 2026: Persaingan Sengit Podium Pair
EJJ 2026: Dilema Bambang Hartana, antara ‘Tugas Negara’ dan Target Mengejar CoT di CP 2
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!