Kolom Sehat: Gowes untuk Sehat, Gowes sampai Sakit

| Penulis : 

Selamat pagi. Karena biasanya artikel ini di-upload jam 4 pagi WIB setiap hari Jumat. Kenapa pagi? Karena mungkin bisa jadi bahan bacaan ketika sedang "ritual" (ehm, toilet) pagi sebelum sepedaan atau aktivitas yang lain.

Semoga Anda rajin olahraga pagi. Kenapa? Ya supaya sehat. Kesehatan adalah modal utama untuk beraktivitas dan untuk bahagia.

Saya sendiri memilih olahraga sepeda. Mungkin karena sejak kecil sudah biasa dolan di luar rumah dengan bersepeda keliling kampung, dari satu gang ke gang yang lain. Dan sekarang, olahraga bersepeda begitu modern. Apalagi sejak terciptanya teknologi smartphone dan bike computer. Para cyclist jadi bisa memacu kemampuan sampai batas maksimalnya.

Repotnya, bersepeda adalah olahraga yang harus dilakukan secara rutin. Karena jika bolong-bolong latihannya, performa akan menurun.

Salah satu terobosan di dunia modern ini adalah munculnya aplikasi bernama Strava. Mencatat segala ukuran aktivitas bersepeda. Mulai jarak yang ditempuh, tinggi tanjakan yang didaki, berapa persen kemiringan, sampai dengan siapa Anda bersepeda. Semua bakal tercatat.

Salah satu data yang paling diperhatikan adalah catatan PR. Bukan pekerjaan rumah, melainkan personal record pada segmen tertentu. Misalnya, kalau tanjakan Bromo KOM, segmen dari KUD Puspo ke Wonokitri sejauh sekitar 15 km. Nah, PR saya 2 jam, 5 menit dan 12 detik. Maka, ketika saya mencoba mengulangi, saya akan berusaha mengejar waktu tersebut. Atau mengalahkannya.

Beberapa cyclist yang "kelebihan" tenaga suka menantang dirinya sendiri. Selalu terus mencoba memecahkan rekor sendiri. Tentu ini bukan hal mudah. Beberapa rela mengulangi segmen tersebut beberapa kali, sampai hafal setiap kelok dan kemiringan rutenya. Beberapa berlatih sambil minum jamu-jamuan agar performa membaik. Ada yang diet habis-habisan agar semakin ringan, berharap bisa jadi layangan dan naik gunung dengan mudah.

Karena memang ada kebanggaan tersendiri bisa mengalahkan PR sendiri. Apalagi kalau di Strava sampai masuk Top Ten di segmen tersebut.

Sah-sah saja dan memang menyenangkan bisa mencatatkan nama di jajaran Top Ten. Yang penting selama kesehatan kita terjaga, mencoba menguji batas kemampuan sah-sah saja.

Tapi, yang namanya mencoba batas kemampuan kadang-kadang sering bablas alias keterusan. Bahkan hingga akhirnya sakit. Bisa cedera otot, kekurangan cairan, bahkan sampai ambruk karena kelelahan akut.

Kalau sudah begini, maka program latihan jadi terganggu. Aktivitas sehari-hari juga terganggu.

Kalau ada teman saya yang mengalami ini, maka saya hanya bisa mengucapkan GWS atau Get well soon. Paling saya hanya bisa mengingatkan, kenapa kita berolahraga. Jika ingin sehat, perlukah mencoba sampai sakit? Atau memang perlu sekali-sekali mencoba sampai sakit, supaya tahu siapa yang akan merawat? He he...

No pain, no gain. Sesakit apa yang perlu diderita agar mencapai hasil yang diinginkan? Ini berpulang kepada diri kita masing-masing.

Yang paling penting: Ingat untuk selalu bayar BPJS secara rutin. Agar kalau sakit biayanya ada yang meng-cover!

Selamat terus bersepeda, supaya sehat. Kalau sampai sakit, ya get well soon. Makasih... (johnny ray)

 

 

 

 

Populer

EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga
EJJ 2026: Dilema Bambang Hartana, antara ‘Tugas Negara’ dan Target Mengejar CoT di CP 2
EJJ 2026: Kena Dobel Kendala, Muhammad Suhud Harus Beli Ban sekaligus Smartphone Baru
EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
EJJ 2026: No Team Order, Dua Cyclist Wdnsdy JB dan Joko Bersaing Ketat Berebut Takhta Men 40 and Up
EJJ 2026: Hanya Satu Peserta Gagal CoT di Cima Coppi
EJJ 2026: Berusia Kepala Enam tapi Tetap Optimistis Tuntaskan Tantangan 1.500 Km
Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026
EJJ 2026: Lewat 33 Menit dari CoT, Machfud Ingin Remidi Tahun Depan
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!