Perlombaan cross-country olympic (XCO) mengawali pertandingan cabang olahraga balap sepeda di SEA Games 2019. Thailand dan Vietnam berhasil meraih medali emas pada balapan yang dilangsungkan di Tatlong Bungo, Batangas, Filipina Minggu (1/12).

Medali emas pada XCO putra direbut oleh Keerati Sukprasart asal Thailand. Rider 34 tahun itu menyelesaikan balapan 25,2 kilometer dengan catatan waktu 1 jam 36 menit 15 detik. Inilah emas pertama Sukprasart sepanjang keikutsertaannya di SEA Games. 

“Saya tetap bersemangat meski ini adalah SEA Games kelima untuk saya,” kata Sukprasart seperti yang dilansir NationThailand.

Tempat kedua diduduki pembalap Filipina, Nino Surban dengan gap delapan detik. Pembalap Filipina lainnya, Edmhel John Flores finis pada peringkat ketiga, dan berhak atas medali perunggu.

“Setelah melalukan survei rute, saya tahu bahwa ini akan menjadi permainan fisik. Jadi, saya mengandalkan pengalaman saya untuk bersaing dengan tuan rumah,” imbuh Sukprasart.

Dua pembalap Indonesia, yakni Zaenal Fanani dan Rafika Farisi gagal naik podium di XCO putra. Farisi hanya finis kelima. Sedangkan Fanani yang digadang-gadang bisa meraih medali emas, justru terpuruk di posisi keenam. 

Fanani sebenarnya memulai balapan yang terbagi dalam enam putaran ini dengan bagus. Bahkan, ia sempat memimpin lomba pada lap pertama dengan catatan waktu 15 menit dan 3 detik. Akan tetapi, kecepatan Fanani tidak ditopang oleh Farisi.

Sedangkan pembalap Thailand dan Filipina tampil kompak serta berhasil menjaga ritme. “Fanani terlalu cepat di awal. Seharusnya pebalap kedua menopang. Tapi memang gap-nya cukup jauh,” bilang manajer tim Indonesia, Budi Saputra kepada Antara. 

Sementara itu, Dinh Thi Nhu Quynh asal Vietnam berhasil merebut emas di nomor XCO putri. Nhu Quynh melahap rute sejauh 21,75 kilometer dengan catatan waktu 1 jam 36 menit 43 detik.

Rider Vietnam lainnya, Ca Thi Thom berhasil meraih medali perak. Sedangkan medali perunggu menjadi milik pembalap tuan rumah Filipina, Avegail Rombaon.(mainsepeda) 

FOTO: NationThailand, Antara


COMMENTS