Mikel Landa akhirnya kembali merasakan kemenangan di Grand Tour setelah sembilan tahun menunggu. Pembalap Soudal-QuickStep itu menutup etape 20 Vuelta a España 2026 dengan kemenangan dramatis di Collado del Alguacil, sekaligus menandai comeback emosional setelah melewati sejumlah masalah cedera.

Landa menjadi yang terbaik dalam etape pegunungan sepanjang 186,8 kilometer di Andalusia, Sabtu (12/9). Ia masuk dalam rombongan breakaway besar sebelum melepaskan diri bersama Tobias Halland Johannessen (Uno-X Mobility) dan Ramses Debruyne (Alpecin-Premier Tech).

Ketiganya kemudian menjadi kandidat utama perebutan kemenangan etape. Namun, ketika tanjakan terakhir menuju Collado del Alguacil mulai menanjak dengan kemiringan dua digit, Landa melancarkan serangan yang tidak mampu diikuti kedua rivalnya.

Pembalap berusia 36 tahun itu pun melaju sendirian menuju garis finis untuk mengamankan kemenangan etape Grand Tour pertamanya dalam sembilan tahun.

Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena Landa harus melewati periode sulit dalam beberapa musim terakhir. Mantan pemenang etape Giro d'Italia dan Vuelta a España itu sempat mengalami patah tulang panggul akibat kecelakaan di Itzulia Basque Country pada musim ini.

“Saya sangat senang. Sesuatu yang sudah lama saya cari dan akhirnya saya menangkan lagi,” ujar Landa usai finis.

Kemenangan itu juga memiliki makna emosional bagi pembalap Spanyol tersebut. "Ini benar-benar emosional. Ini merupakan musim yang sangat sulit, Vuelta yang sangat sulit bagi saya dan hari ini adalah kesempatan terakhir," lanjutnya.

Etape ke-20 menjadi kesempatan terakhir para pembalap untuk mengubah posisi sebelum Vuelta a España ditutup dengan etape menuju Granada pada Minggu (13/9). Lima tanjakan menghadirkan medan berat, dengan Collado del Alguacil menjadi ujian terakhir sekaligus yang paling brutal.

Sejak awal lomba, persaingan berlangsung kacau. Hampir sepertiga pembalap yang memulai etape dari La Calahorra sempat terlibat dalam berbagai kelompok serangan.

Sebuah breakaway berisi sebelas pembalap bahkan sempat membangun keunggulan lebih dari sebelas menit sebelum memasuki rangkaian empat tanjakan terakhir.

Persaingan klasifikasi umum (GC) juga ikut memanas. Richard Carapaz (EF Education-EasyPost) menjadi salah satu pembalap pertama dari kelompok GC yang menyerang. Ia bergerak ketika pendakian pertama Puerto de el Purche menyisakan sekitar 96 kilometer.

Carapaz kemudian bergabung dengan Sepp Kuss (Visma-Lease a Bike). Serangan tersebut membuat Enric Mas (Movistar) terpisah dari sejumlah rekan setimnya dan memaksa Decathlon-CMA CGM mengambil alih pekerjaan di peloton.

Namun, kelompok GC kembali menyatu dengan para pembalap utama. Ketika pendakian kedua Puerto de el Purche dimulai, persaingan menyisakan Mas, Primoz Roglic, Felix Gall, dan Kuss.

Situasi tersebut justru membuka peluang bagi Kuss untuk melakukan serangan jarak jauh. Pembalap Visma-Lease a Bike yang mengawali etape di posisi ke-11 perlahan menjauh dan mengubah peta klasemen.

Pada pendakian Puerto de el Duque, Kuss bahkan sempat membangun keunggulan hampir tiga menit atas pemegang jersey merah. Dengan dukungan Wout van Aert, keunggulan Kuss terus melebar hingga lebih dari lima menit.

Kondisi itu membuat Kuss naik drastis dari posisi ke-11 menuju peringkat kelima klasemen umum. Oscar Onley justru kehilangan posisi setelah kesulitan mengikuti tempo di tanjakan pertama.

Di tengah perubahan posisi di belakangnya, Enric Mas tetap mampu mempertahankan kendali atas klasemen umum.

Menjelang tanjakan terakhir Collado del Alguacil, persaingan kembali mengerucut. Landa sudah lebih dulu meninggalkan para rivalnya di kelompok breakaway, sementara pertarungan GC antara Mas, Roglic, dan Gall memasuki fase penentuan.

Gall menjadi pembalap pertama yang melancarkan serangan dalam tiga kilometer terakhir. Mas sempat mengikuti pergerakannya sebelum akhirnya kehilangan jarak dari pembalap Decathlon-CMA CGM tersebut.

Meski finis beberapa detik di belakang Gall, Mas tetap mempertahankan jersey merah. Dengan hanya satu etape tersisa menuju Granada, posisi pembalap Movistar tersebut praktis tinggal menunggu pengesahan pada akhir lomba.

Podium klasemen umum (GC) juga tidak berubah. Mas tetap berada di posisi pertama, diikuti Primoz Roglic dan Felix Gall. Namun, Gall berhasil memangkas sebagian jaraknya dari Roglic sehingga persaingan posisi kedua ikut memanas. (mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 20: Landa Menang, Enric Mas di Ambang Juara Overall
Fiuuuhhh… Rute Borong – Ruteng Tidak Sesulit yang Dibayangkan
Tanjakan Menuju Telaga Ngebel Ramah Tapi Unik, Peserta KAI Ngebel KOM Jangan Khawatir!
Juara Bentang Jawa Yusuf Kibar Menimba Ilmu di Dustman 2025
3-in-1: Bidon, Filter Air, dan Semprotan Shower
Gravel Gaya Baum: "Keluar Aspal" hingga "Tidak Butuh Aspal"
Wout van Aert Dipastikan Absen di Tour de France 2026
Pogacar Juara ITT, Rebut Yellow, White, dan Polkadot Jersey!
Frame Update: Trek Madone SLR 2021 Dibuat Lebih Ringan
Ikut Trans Am Bike Race, Dzaki Wardana Siap Membelah Amerika!