NGGRAVEL Glenmore 2026 kian dekat. Dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, gelaran itu diusung oleh Mainsepeda untuk memanjakan pecinta olahraga sepeda gravel nasional.

Satu hal yang paling dinantikan oleh peserta event Mainsepeda adalah peluncuran jersey resmi. Kali ini, tim kreatif Mainsepeda menggabungkan nilai estetika sejarah lokal dengan inovasi tekstil berperforma tinggi.

Lanskap Glenmore yang masyhur dengan komoditas perkebunan ikonik, yakni tebu, kopi, dan cokelat, diabadikan secara visual dalam desain busana balap kali ini. Tidak hanya penampilannya yang menarik, jersey Nggravel Glenmore 2026 dirancang khusus untuk memenuhi standar kompetisi maupun kenyamanan eksplorasi jarak jauh.

Baca Juga: Sensasi Speed Gravel yang Memikat Cyclist Menjajal Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: Nostalgia dan Solidaritas Sejawat: Komunitas BioKA Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026

Inovasi Teknis untuk Kategori Race: Cepat dan Presisi

Penyelenggara menyiapkan dua jenis jersey berbeda, berdasarkan kategorinya. Nggravel Glenmore 2026 secara umum dibagi dua kategori: Race (100Km) dan Non Race (80 Km). Bagi para peserta yang berlaga di kategori Race (100 km), Mainsepeda menggandeng pabrikan SUB Jersey untuk memproduksi busana bernuansa kompetitif.

Jersey itu mengeksploitasi keunggulan kain microfiber quick-dry. Sebuah material dengan kerapatan serat ultra-halus yang mampu menyerap keringat dengan seketika dan mengering dalam waktu singkat. Fitur itu sangat krusial, mengingat karakter iklim tropis dan tingginya intensitas fisikal saat adu kecepatan di jalur tanah serta bebatuan.

Kenyamanan kian optimal berkat dukungan teknologi fleksibilitas 2-way stretch. Material kain mampu melar secara presisi mengikuti lekuk ergonomis tubuh pegowes saat berada dalam posisi aerodinamis. Konstruksi ini meminimalkan hambatan angin (drag coefficient) tanpa mengorbankan ruang gerak.

"Untuk yang ikut kategori Race akan mendapatkan Race Jersey dari SUB Jersey, sehingga yang ingin ngebut bisa lebih fit dan lebih racing. Sementara untuk yang Non-Competitive, kita bikin lebih loose dan casual dari Azawear dengan bahan dri-fit yang nyaman untuk suasana off-road," kata Azrul Ananda, founder Mainsepeda

Three rear pocket system di pinggang belakanga merupakan standar untuk jersey balapan road dan gravel di dunia.

Kepraktisan balap juga ditunjang oleh fungsionalitas three rear pocket system di punggung bawah. Diadopsi langsung dari standar ajang road cycling dan gravel race dunia, tiga kantong itu dirancang kukug untuk menyimpan cadangan nutrisi, tubeless repair kit, hingga pompa mini tanpa mengganggu kestabilan posisi mengayuh.

Baca Juga: Nostalgia Jalur Gravel EJJ, Wisli Sagara dan Ilmiawan Auwalin Siap Comeback ke Glenmore

Baca Juga: 3 Hal tentang Nggravel Glenmore 2026, Inilah Panduan Regulasi dan Persiapan Buat Cyclist

Pendekatan berbeda dihadirkan untuk peserta kategori Non-Competitive (80 km). Diproduksi oleh Azawear, jersey pada kategori ini mengusung potongan yang lebih longgar (loose fit) ala T-shirt kasual namun tetap mempertahankan fungsionalitas olahraga.

Menggunakan bahan dri-fit berkualitas tinggi, busana itu menyajikan sirkulasi udara maksimal untuk iklim pengunungan dan perkebunan. Inovasi menarik terlihat dari hadirnya kantong samping (side pocket) yang ditempatkan secara ergonomis. Desain itu memberi kemudahan bagi pegowes petualang untuk mengabadikan momen atau mengambil perbekalan tanpa harus berhenti mengayuh.

Populer

Remco Evenepoel Cetak Sejarah, Juara Dunia ITT Empat Kali Beruntun
Marlen Reusser Pertahankan Gelar Juara Dunia ITT di Montréal
Kejuaraan Dunia Montreal 2026 Dimulai, Pembalap Elite Hadapi Rute 39 Km
ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan Demi Sustainability
Alexey Lutsenko Juara ITT Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Graveleur YK Membawa Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Mathieu van der Poel Tak Yakin Bisa Juara Dunia di Montreal
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Tren Baru: Balapan Sepeda MTB Pakai Drop Bar