Lega dan bangga. Itulah yang dirasakan Ilmiawan Auwalin. Saat dia akhirnya resmi diwisuda sebagai ‘Sarjana Ultra’ oleh founder Mainsepeda, Azrul Ananda. Itu setelah cyclist yang akrab disapa Alin ini berhasil menuntaskan perjalanan event ultra East Java Journey 2026 – 1.500 Km. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga ini tiba di titik finish Surabaya Town Square (Sutos) pada Minggu (8/2/2026) pukul 15:55 WIB. Dengan catatan waktu total perjalanannya selama 154 jam, 55 menit, 20 detik.

Cyclist yang meraih gelar Doktor (S3) di School of Economics, The University of Sydney di Australia ini girang bukan main. Karena misinya untuk ‘remidi’ pada EJJ 2026 akhirnya kesampaian. Dia berhasil finish lima jam lebih awal dari Cut of Time (COT) EJJ 2026, yang ditetapkan panitia pada pukul 21.00 WIB.

Baca Juga: EJJ 2026: Tidur Hanya Dua Jam, Hendri Resmi Diwisuda sebagai ‘Sarjana Ultra’ 600 Km

“Tahun lalu (2025) saya gagal secara menyakitkan. Saat itu saya menyentuh finish lewat empat menit saja dari batas CoT,” kenang Alin.

Menghadapi EJJ 2026, Alin benar-benar serius mempersiapkan diri, serta menyusun manajemen waktu secara matang. “Intinya, fokus kepada diri sendiri. Yang kemarin itu saya nggak fokus, jadi gagal finis,” tuturnya.

Auwalin juga merayakan keberhasilannya menaklukkan EJJ 2026 dengan keluarga. 

Alin mengungkapkan pentingnya manajemen waktu selama mengayuh sepedanya. Dia menandai setiap tempat yang akan dilaluinya. “Saya ukur jarak dan elevasinya berapa. Kalau dirasa kurang cukup, ya saya berhenti. Tetapi, jika dirasa mampu, saya akan langsung tancap gas,” ujar lulusan S2 di University of Adelaide di Negeri Kanguru tersebut.

Walau sudah menyusun rencana dengan matang. Kondisi cuaca sempat membuyarkan rencananya. “Saya sempat waswas, karena banyak buang waktu berhenti di Bondowoso gara-gara terkendala hujan deras,” ujarnya. Setelah reda, dia pun berupaya keras termasuk melahap tanjakan Paltuding Ijen, hingga akhirnya berhasil mencapai CP 1 di bawah CoT. Tanpa banyak membuang waktu, dia lanjutkan perjalanan.

Alin menganggap hal tersebut sebagai sebuah tantangan tersendiri. “Apalagi, tantangan tahun ini rutenya jauh lebih berat dari sebelumnya karena dibalik. Jadi, setelah melewati ujian terberat di CP 1 i saya merasa lebih percaya diri, ” ujar pria yang menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Airlangga ini.

Memasuki Gravel Glenmore, Alin tidak menemui halangan berarti. Meskipun tiba di sana pada malam hari, tetapi dirinya mampu mengayuh sepedanya dengan mulus. Hal ini sejalan dengan pembelajarannya tahun lalu ketika berada di tempat tersebut.

Baca Juga: EJJ 2026: Pasangan Ayah-Anak Miswanto dan Yusuf Kibar Tambah Koleksi Juara Pair

“Saya sangat tertarik dan penasaran ikut Nggavel Glenmore pada Oktober nanti. Semoga tidak ada halangan. Karena kemarin hanya mengeksplorasi setengah bagian saja. Masih banyak yang bisa dijelajahi nantinya,” tutur Alin.

Seakan menggambarkan keuletannya dalam mengenyam jenjang pendidikan hingga menyandang gelar S3, Alin rupanya tak puas dengan gelar ‘Sarjana Ultra’ di EJJ 2026 saja. Dia mengaku tertarik untuk ikut serta pada event ultra baru Mainsepeda, West Java Journey 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5-6 Desember 2026. Dengan lokasi start dan finish di Kota Cirebon, Jawa Barat. “Semoga saja waktunya benar-benar pas. Tidak bentrok dengan agenda pekerjaan atau yang lainnya,” pungkasnya. (Mainsepeda)

 

Populer

EJJ 2026: ’Ultra Women’ Ivo-Fian Rebut Podium ke-3 Pair sekaligus Lantern Rouge
Raih Gelar S3 di Sydney, Wisuda ‘Sarjana Ultra’ 1.500 Km di EJJ 2026
EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga
EJJ 2026: Kabar Duka Memaksa Marcus-Aloysia DNF, Batalkan Piknik Bersepeda Lipat Keliling Jatim
EJJ 2026 600 Km: Perjalanan Kaderisasi Calon Peserta 1.500 Km Dimulai
EJJ 2026: Komposisi Podium Men 40 and Up Lengkap, Dua Cyclist Wdnsdy Mendominasi
Vuelta a Espana 2025, Etape 1: Menang di Turin, Philipsen Hapus Kekecewaan Tour de France
Sepeda Brompton Edisi Satu Juta Keliling Dunia, Kini Singgah di Jakarta
EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
Pinarello Dogma FS Pakai Suspensi Elektronik Depan dan Belakang