John Degenkolb (Team DSM) mengalami kecelakaan di Paris Roubaix, tepatnya di rute Carrefour de l'Arbre yang hanya berjarak 16,5 km menjelang garis finis.

John Degenkolb sebenarnya bukanlah seorang cyclist yang baru pertama kali berlomba di ajang Roubaix. Pembalap 34 tahun itu bahkan pernah menjadi juara di Roubaix pada 2015 lalu. Hingga hari ini dia masih menjadi pembalap yang paling dicari oleh penonton di Compiègne.

Tapi terakhir kali Degenkolb mengikuti Paris-Roubaix sebelum balapanya minggu (9/4) waktu setempat adalah pada 2017. Ketika itu ia berhasil meraih posisi 10 besar. Sebelum hari ini ia meraih posisi ke-7. Sekaligus ini menjadi penanda partisipasi ke-11 di Paris-Roubaix.

Sebenarnya di balapan kemarin Degenkolb mempunyai peluang mendapat posisi yang lebih baik. Tapi Degenkolb mengalami kecelakaan di Carrefour de l'Arbre. Pembalap Team DSM itu mengalami insiden ketika bersaing dengan pasangan dari Alpecin-Deceuninck Jasper Philipsen dan Mathieu Van der Poel. Keduanya berakhir meraih podium di Paris-Roubaix kemarin.

Degenkolb dikurung oleh Philipsen di sisi kanan dan Van der Poel dari arah belakang. Akhirnya dia mulai kehilangan keseimbangan dan tidak mendapat ruang untuk melaju kemudian terjatuh ke arah penonton.

“Saya berada di sisi kanan dan tiba-tiba Philipsen datang kemudian Mathieu masuk, saya tidak mendapat ruang kemudian jatuh,” ujar Degenkolb dilansir dari Cyclingnews.

Baca Juga: Mathieu Van der Poel Juara Paris Roubaix Sekaligus Pecah Rekor

Degenkolb sebenarnya sempat memimpin balapan di Hornaing à Wandignies, sebelum terjadinya insiden di 16,5 km menjelang finis. Degenkolb terjatuh ke tanah dengan keras. Tepat mengenai bahu kirinya. Tapi ia bangkit dan menunggu sepeda baru yang dibawakan mobil timnya. Ia terus mengejar hingga bisa finis di posisi 7.

Setelah pertandingan Degenkolb mengatakan bahwa dia masih merasakan sakit karena jatuh. 

“Saya merasakan sakit di bahu kiri saya. Saya pikir hari ini saya balapan dengan bagus dan sangat mengecewakan sebenarnya karena saya tidak dapat meraih podium hari ini,” ungkap pembalap asal Jerman itu.

Meskipun tentu ada kekecewaan karena kesempatan memperebutkan "batu besar" Roubaix gagal, tapi Degenkolb mengakui ia bukanlah orang terkuat di grup. “Saya tentu bukanlah orang terkuat di perlombaan kemarin, tapi Roubaix adalah Roubaix dan apapun bisa terjadi,” ungkapnya Degenkolb.

Setelah perlombaan dan wawancaranya dengan pers di velodrome, terlihat Degenkolb berlinang air mata ketika ia disambut istri dan anak-anaknya.(Mainsepeda)

Ikuti keseruan East Java Journey 2023 dalam dua video dokumenter yang sudah tayang di bawah ini

Part 1


Part 2

Nantikan keseruan video EJJ 2023 kategori 1.200 Km yang tayang Rabu 19 April 2023.

Populer

EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
EJJ 2026: Berusia Kepala Enam tapi Tetap Optimistis Tuntaskan Tantangan 1.500 Km
EJJ 2026: Hanya Satu Peserta Gagal CoT di Cima Coppi
Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026
EJJ 2026: Seluruh Peserta 1.500 Km ’Lulus’ Tanjakan Jolotundo
EJJ 2026: Joko Sumalis Tembus Paltuding Ijen dengan Modal Lemper
EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
EJJ 2026: Lewat 33 Menit dari CoT, Machfud Ingin Remidi Tahun Depan
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!
EJJ 2026: Sepertiga Peserta sudah Melahap Unbound Gravel Versi Indonesia di Glenmore