Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap karier Peter Sagan. Dua kali positif Covid-19 membuat performa Sagan sempat merosot pada awal tahun 2021 dan awal tahun ini. Sekarang, pembalap tim TotalEnergies itu tampak sudah menemukan bentuk terbaiknya.

Covid-19 membuat kiprah Sagan pada tahun lalu sedikit terhambat. Meski demikian, Sagan masih mampu meraih tiga kemenangan etape. Selain itu, ia juga berhasil merebut maglia ciclamino (jersey ungu) di Giro d'Italia 2021. Juga menjadi juara nasional Slovakia.

Hal serupa terjadi pada tahun ini. Sagan dinyatakan positif Covid-19 pada April lalu. Masalahnya adalah efek setelah Covid-19. Sagan sadar performanya merosot drastis. Ia seperti kehilangan magisnya di peloton. Tim dokter TotalEnergies memutuskan untuk menepikan Sagan dari balapan.

"Saya merasa tidak enak badan. Saya sering merasa lelah dan saya harus mencari tahu alasannya," kata Sagan kepada La Gazzetta dello Sport pada April lalu.

Sagan tidak menampakkan batang hidungnya di tengah-tengah peloton sepanjang April hingga awal Juni. Rider 32 tahun itu fokus memulihkan performanya yang tergerogoti oleh Covid-19. Sagan balapan lagi di Grosser Preis des Kantons Aargau dan finis ke-69 di ajang ini.

Kemudian Sagan berlaga di Tour de Suisse yang start 12 Juni lalu. Ini adalah ajang pemanasan sebelum turun di Tour de France 2022. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Ia finis pertama di Etape 3 pada Selasa, 14 Juni. Inilah kemenangan pertamanya pada tahun ini. Sekaligus kemenangan perdana untuk tim barunya, TotalEnergie.

"Sulit untuk mengembalikan mood balap setelah sakit. Saya tiga bulan tanpa balapan," ucap Sagan dilansir Cyling Tips. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 91

Foto: Getty Images


COMMENTS