Salah satu kerja sama paling ikonik, antara Ineos Grenadiers dengan Pinarello, akan terus berlanjut hingga 2025 mendatang. Pasalnya, kedua belah pihak baru saja menyepakati kontrak baru berdurasi empat tahun.

Pinarello telah mendukung Ineos Grenadiers sejak 2010. Kala itu mereka masih mengusung nama Sky Procycling. Merek sepeda asal Italia itu adalah saksi sejarah dari kesuksesan skuad asal Inggris di ajang WorldTour dalam satu dekade terakhir.

Kemenangan Richie Porte di Criterium du Dauphine 2021 akhir pekan lalu, menjadikan total 393 kemenangan tim ini bersama Pinarello. Termasuk 12 kemenangan di Grand Tour. Rinciannya, tujuh kali juara Tour de France, tiga gelar Giro d'Italia, dan dua titel juara La Vuelta a Espana.

Sejak 2010 silam, Pinarello telah mempersenjatai 17 model sepeda untuk Ineos Grenadiers. Enam di antaranya adalah evolusi baru dari Pinarello Dogma yang ikonik.

"Kami telah membalap dengan sepeda Pinarello sejak awal dan itu selalu menjadi kemitraan yang didasarkan pada kecintaan bersama terhadap balap dan inovasi," terang Kepala Tim Ineos Grenadiers Sir Dave Brailsford di laman resmi tim.

Fausto Pinarello, bos perusahaan yang berpusat di Treviso itu menambahkan, pihak selalu berusaha untuk terus mengembangkan sepeda balap andalan guna menjaga Ineos Grenadiers berjaya di peloton. Dimulai dari Dogma 60.1 hingga Dogma F12.

"Dedikasi, profesionalisme, dan kegembiraan balapan inilah yang memungkinkan para pembalap untuk balapan seperti mereka dan mencapai hasil yang kami lihat di balapan terbesar di dunia, dengan sepeda kami," katanya.

Menurut CEO Pinarello Antonio Dus, pihaknya terhubung dengan Ineos Grenadiers dalam dua hal. "Kemenangan selalu mewakili semangat sejati Pinarello. Tapi di atas semua itu kami berterima kasih kepada mereka atas contoh luar biasa dari kerja tim dan semangat. Yang bagi kami di Pinarello, merupakan sumber inspirasi besar dalam pekerjaan sehari-hari kami," bilangnya. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 44

Audionya bisa didengarkan di sini

Foto: Ineos Grenadiers

Populer

EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga
EJJ 2026: Dilema Bambang Hartana, antara ‘Tugas Negara’ dan Target Mengejar CoT di CP 2
EJJ 2026: Kena Dobel Kendala, Muhammad Suhud Harus Beli Ban sekaligus Smartphone Baru
EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
EJJ 2026: Lepas Aerobar sejak di Blitar, Zidan Makin Melesat Menuju Finis di Surabaya
EJJ 2026: No Team Order, Dua Cyclist Wdnsdy JB dan Joko Bersaing Ketat Berebut Takhta Men 40 and Up
EJJ 2026: Hanya Satu Peserta Gagal CoT di Cima Coppi
EJJ 2026: Persaingan Sengit Podium Pair
EJJ 2026: Lewat 33 Menit dari CoT, Machfud Ingin Remidi Tahun Depan
EJJ 2026: Berusia Kepala Enam tapi Tetap Optimistis Tuntaskan Tantangan 1.500 Km