Coronavirus dan Ancamannya Terhadap Industri Sepeda
by - March 01, 2020
Coronavirus dan Ancamannya Terhadap Industri Sepeda
by MainSepeda - March 01, 2020

Penghentian UAE Tour 2020 di etape kelima bukan satu-satunya dampak coronavirus. Secara umum virus tersebut juga telah mengancam industri sepeda di dunia. Tak hanya perlombaan balap sepeda saja yang terdampak, proses produksi dan jual beli sepeda pun turut terancam.

Virus yang pertama kali di Tiongkok ini sekarang mulai menyebar di seluruh dunia. Kasusnya ditemukan di berbagai benua. Virus ini menerjang Benua Asia, Australia, Amerika, Afrika, hingga Eropa. Tak hanya kesehatan, virus ini juga berimbas negatif ke bidang lainnya, termasuk bersepeda.

Berikut dampak coronavirus terhadap industri sepeda:

1. Pembatalan dan Penghentian Agenda Balapan di Asia


Akhir Januari lalu Union Cycliste Internationale (UCI) memutuskan menunda balapan Tour of Hainan 2020. Salah satu ajang bergengsi di Negeri Tirai Bambu ini seharusnya berlangsung mulai 23 Februari hingga 1 Maret.

UCI mengeluarkan keputusan serupa pada akhir 21 Februari kemarin. Mereka memutuskan untuk menunda seluruh event balap sepeda di Negeri Tirai Bambu selama April hingga Mei. Ada tiga agenda yang ditunda, yakni Tour of Chongming Island, Tour of Zhoushan Island, dan Tour of Taiyuan.

Teranyar, balapan UAE Tour 2020 dihentikan setelah etape kelima. Pembatalan harus dilakukan setelah ditemukan dua orang ofisial tim peserta yang positif coronavirus. Keduanya sama-sama berasal dari Italia.

 

2. Coronavirus Guncang Agenda Balap Sepeda di Italia


Saat ini, sejumlah balapan di Eropa, khususnya Italia, terancam gagal digelar. Balapan seperti Strade Bianche, Milan-San Remo, Tirreno-Adriatico, hingga Giro d'Italia masih wait and see. Sebab jumlah kasus coronavirus cukup signifikan di Italia.

Hingga Sabtu (29/2), jumlah kasus coronavirus di Italia mencapai 1,128. Sebanyak 21 di antaranya meninggal dunia. Coronavirus menyebar luas dalam seminggu terakhir. Sebab, jumlah penderita coronavirus di italia pada 21 Februari 'baru' 17 orang.

 

3. Tour de France dan Olimpiade 2020 Terancam Dibatalkan


Virus yang dikenal dengan nama COVID-19 ini tak hanya mengancam balapan besar macam Giro d'Italia. Virus ini juga mengancam penyelenggaraan event akbar lainnya, yakni Tour de France, bahkan Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Jumlah kasus coronavirus di Italia mencapai angka 100. Dua di antaranya meninggal dunia. Sedangkan di Jepang terjadi 242 kasus coronavirus. Tiga di antaranya meninggal dunia.

Tour de France akan dilaksanakan 27 Juni-19 Juli 2020. Sedangkan Olimpiade start 24 Juli. Hingga saat ini Tour de France memang berlangsung sesuai jadwal. Belum ada pembatalan. Namun, jika melihat sebaran coronavirus di Eropa dalam beberapa waktu belakangan, bukan tidak mungkin Tour de France pun terancam.

Olimpiade 2020 juga terancam ditunda, atau bahkan tidak diselenggarakan. Hingga saat ini pemerintah Jepang berusaha keras meyakinkan dunia bahwa negara mereka aman.

 

4. Taipei International Cycle Show Ditunda


Tak hanya mengganggu aktivitas balap sepeda dunia, coronavirus juga membuat Taipei International Cycle Show ditunda. Ini adalah salah satu pameran sepeda terbesar di dunia. Event ini seharusnya dilangsungkan 4-7 Maret mendatang. Namun pihak penyelenggara memutuskan untuk menunda hingga Mei nanti.

Sebelumnya, pameran sepeda skala internasional lainnya, yakni ISPO di Beijing juga mengalami penundaan. Event ini seharusnya dilangsungkan 12–15 Februari. Namun harus ditunda karena coronavirus.

 

5. Industri Sepeda Ketar-ketir


Coronavirus di Tiongkok juga membikin industri sepeda ketar-ketir. Jika masalah ini tidak kunjung diselesaikan, maka pasokan produk sepeda menjadi terhambat. Apalagi banyak merek ternama yang memiliki pabrik di Tiongkok.

"Saya belum melihat adanya dampak. Tapi itu laksana kondisi tenang sebelum badai datang," bilang Ben Larsen, pemilik toko sepeda Pedals Plus di utara Sydney, Australia. Saat ini para pedagang masih bertahan dengan barang yang mereka beli pada enam hingga sembilan bulan terakhir.

Larsen menjelaskan, 'badai' tersebut mungkin terjadi pada tiga hingga enam bulan mendatang. Ketika stok di toko mulai menipis, sedangkan pasokan terhambat, maka bisnis sepeda pun bisa terguncang.(mainsepeda)


COMMENTS