Pamor Bromo KOM tak hanya menarik perhatian cyclist Indonesia. Memasuki edisi ke-12, event yang konsisten digelar sejak 2014 itu terus menarik peserta dari berbagai negara yang penasaran merasakan sensasi menaklukkan tanjakan Wonokitri.

Salah satunya Karl Pearce, cyclist asal Perth, Australia.

Namun, dua hari menjelang start Bromo KOM 2026, Karl justru menghadapi masalah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sepeda yang dibawanya dari Australia ternyata tertinggal saat transit di Singapura.

“Saya terbang dari Perth ke Singapura dan transit sekitar satu setengah jam. Setelah mendarat di Surabaya, saya mendapat pesan dari bandara Singapura. Mereka bilang, 'Kami mohon maaf, sepeda Anda tidak ada di sini',” cerita Karl saat mengambil race pack collection (RPC) Bromo KOM 2026, Kamis, 4 Juni 2026.

Hingga Kamis sore, Karl mengaku belum mengetahui kapan sepedanya akan tiba di Surabaya. Bahkan tracker yang terpasang pada sepedanya masih menunjukkan posisi barang tersebut berada di Singapura.

Meski demikian, Karl belum menyerah.

Apabila sepedanya tak kunjung tiba sebelum race day, ia sudah menyiapkan rencana cadangan.

“Yang tertinggal hanya sepeda saya. Helm, sepatu, dan perlengkapan lainnya sudah ada. Jadi mungkin saya akan meminjam atau bahkan membeli sepeda baru,” ujarnya.

Tekad Karl untuk mengikuti Bromo KOM memang cukup besar.

Ia mengaku mengenal event ini dari seorang temannya di Manado. Sejak saat itu, nama Bromo KOM masuk dalam daftar event yang ingin ia ikuti setidaknya sekali seumur hidup.

“Ini event yang sangat besar di Indonesia. Sangat terkenal dan populer. Saya merasa harus mencobanya setidaknya sekali,” katanya.

Tahun ini menjadi debut Karl di Bromo KOM. Ia akan turun di kategori Men 50-54 dan datang seorang diri dari Perth. Meski begitu, ia tetap memiliki beberapa teman yang akan ditemuinya selama event berlangsung, termasuk rekan-rekannya dari Manado.

Karl sendiri bukan tipe cyclist yang mengejar podium. Setelah sekitar sepuluh tahun bersepeda, motivasinya tetap sederhana: menikmati perjalanan dan bersenang-senang bersama teman-teman.

“Saya tidak menganggap ini sebagai perlombaan. Saya ingin menikmati saja, pelan-pelan dan stabil,” tuturnya.

Meski sudah pernah mengikuti sejumlah event bersepeda menanjak di Australia, Karl mengaku tetap menghormati tantangan yang menantinya di Wonokitri.

“Dari yang saya dengar, rutenya panjang, curam, mungkin panas dan lembap. Kedengarannya sangat menantang,” ujarnya.

Bromo KOM 2026 menjadi event sepeda pertamanya di luar Australia. Karena itu, ia berharap bisa membawa pulang pengalaman yang berkesan dari Indonesia.

Tentu saja, dengan satu syarat: sepedanya harus lebih dulu tiba di Surabaya.

Sebab tanpa sepeda, perjalanan ribuan kilometer menuju Bromo bisa berakhir sebelum garis start.(mainsepeda)

Populer

Tour of Guangxi 2026-Etape 5: Fretin Menang, Magnier Bertahan di Puncak GC
Tour of Guangxi 2026-Etape 4: Magnier Menang dan Rebut Kembali Jersey Merah
Tour de Surakarta 2026 Comeback, Pecahkan Rekor Peserta
300 Atlet Balap Sepeda Ikuti Pra-PON 2020 dan Kejurnas ISSI 2019 di Lubuklinggau
Kwiatkowski dan Team Sky Menang Prologue Dauphine
Shimano GRX, Grupset Khusus untuk Gravel Bike
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Giro d’Italia 2019: Vincenzo Nibali Ambisi Jadi Juara Paling Tua
Peserta Terpukau Trek Nggravel Glenmore 2026, Rute 10/10, View 100/10!
Aduh, Siap-Siap Pindah ke 12-Speed