Perang saudara. Mungkin kalimat ini cocok untuk menggambarkan persaingan ketat antara John Boemihardjo dan Joko Sumalis pada East Java Journey (EJJ) 2026. Dua cyclist yang sama-sama "bersenjata" Wdnsdy Bike, bersaing untuk menjadi yang tercepat di kategori 40 Men and Up.

Mengendarai Wdnsdy AJ5, Joko tampil menonjol sejak hari pertama. Ia melakukan breakaway sejak start pada Senin (2/2/2026) subuh. Joko sempat kabur dari kejaran John dan Zidan Attala Nouval Hidayat. Sebelum akhirnya "ditangkap" Zidan saat nanjak menuju CP 1 di Paltuding Ijen.

Baca Juga: EJJ 2026: Persiapan Matang, Debutan asal Singapura Yusran Yahya Ramaikan Persaingan Men 40 and Up

Zidan memang akhirnya melesat jauh ke depan. Meninggalkan Joko dan John. Namun, menariknya justru mengikuti persaingan sengit yang terjadi antara Joko dan John yang berebut takhta kategori 40 Men and Up.

Joko masih memimpin persaingan juara EJJ 2026 kategori Men 40 and Up.

Sama-sama sebagai member AA SoS (Azrul Ananda School of Suffering). Juga sama-sama memakai Wdnsdy Bike. Tidak berlaku ‘team order’ di EJJ 2026 – 1.500 Km ini. Meski status JB (sapaan John Boemihardjo) sebagai Co-Founder & CEO Wdnsdy, sedangkan Joko adalah Sponsored Rider. Tidak ada yang mau mengalah.

JB (sapaan John Boemihardjo) yang menunggangi sepeda gravel Wdnsdy Journey KS menempel ketat Joko sejak start. Jarak di antara keduanya sempat terpaut jauh karena John tidur di Banyuwangi pada Senin malam. Namun, CEO Wdnsdy Bike itu berhasil mengejar Joko.

Persaingan ini memuncak di Check Point (CP) 2 Blitar. Menurut catatan panitia, baik Joko maupun JB masuk ke CP 2 pada Rabu (4/2/2026) dini hari sekira pukul 00.24 WIB.

John hanya tertinggal tujuh kilometer saat melintas di kawasan Pantai Pangi JLS pada Rabu Pagi.

"Mereka masuk CP 2 hampir bersamaan. Hanya terpaut beberapa detik saja," ungkap Aditya Muslik, Race Director EJJ 2026.

Hingga Rabu pagi pukul 09.00 WIB, tensi persaingan antara Joko dan JB belum mengendur. Melalui pantauan live tracker, Joko terpantau berada di Km 814. Sementara John berada tak jauh di belakangnya dengan selisih jarak hanya tujuh kilometer.

Baca Juga: EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga

Dengan rute yang kini mulai memasuki wilayah Jawa Timur bagian selatan, strategi manajemen energi dan efisiensi waktu istirahat akan menjadi penentu siapa yang lebih dulu menyentuh garis finish di Surabaya. Apakah sang CEO akan melampaui sahabatnya, atau Joko Sumalis mampu mempertahankan posisinya hingga akhir

Perjalanan seluruh peserta dapat dipantau melalui Racemap. Fitur itu bisa diakses melalui website Mainsepeda.com. Baik versi desktop maupun mobile. Selain itu, live tracker juga bisa diakses melalui Mainsepeda App. Tinggal masuk ke Mainsepeda App, di halaman utama ada banner live tracker, tinggal klik sudah masuk ke Racemap. (Mainsepeda)

 

Populer

VP PT KAI DAOP 7 Ali Afandi Terjun di Ngebel KOM 2026, Antusias Kolaborasi dengan Mainsepeda Lagi
Tadej Pogacar Ungkap Target Besar, Paris-Roubaix Jadi Prioritas Utama
Tour de Pologne 2026-Etape 7: Stefan Küng Menang ITT, Marco Brenner Juara Overall
Kenalkan Lampung, Trol CC Bikin Event Tutup Tahun
UCI Awasi Dugaan Bra Aerodinamis di Tour de France Femmes 2026
East Java Journey 2023: Boleh Pakai Ban 28 mm dan Rim Brake, Asal....
Eddy Merckx Mulai Pulih, Kembali Kayuh Sepeda Setelah Jalani Enam Operasi
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan